
"Kalian berdua istirahat saja dulu. Soal resepsi akan kita adakan setelah kalian lulus sekolah" Jelas Mamah Dira.
"Yaps, Bila perlu sekarang kalian buatkan kami Cu..." Belum selesai Mommy Nafisa berbicara, Mamah Dira segera membekap mulut nerocos besannya itu.
Nafisa sedikit memberontak, sedangkan para suami hanya menatap aneh ke arah mereka berdua. Sambil menatap tajam ke arah kedua mempelai.
'Kenapa hidup gue jadi begini sih. Tidak terbesit di pikiran gue sedikitpun tentang menikah muda!' Batin Natasya bermonolog.
'Huh, gue bakal di kira lelaki bajingan oleh mertua gue sendiri'Batin Nathan melirik ke arah Papah Galang. Padahal malam sebelumnya papah Galang sangat hangat menyapa dirinya, tetapi sekarang sudah berbeda.
.
.
"Huh, Dasar menyebalkan. Kenapa aku tidak boleh ke sana, Aunty menyembunyikan ini semua dari aku dan kak Rendy" Gerutu Bianca.
Sekarang Bianca sedang berada di rumah Nathan, ia mendapatkan Rekaman Video ijab kabul Nathan dan Natasya, dari Sepupunya yang iseng. Sepupunya itu memamerkan jikalau dirinya sedang berada langsung di tempat nikahan Nathan.
"Kenapa Bia, kok marah marah gitu" Ujar Rendy santai. Ia baru pulang dari sekolah. Dari semalam ia menginap di rumah temannya untuk mengerjakan tugas. Karena itu ia tidak di beritahu tentang pernikahan Nathan dan Natasya. Walau itu terkesan jahat. Tetapi Nafisa hanya tak ingin mendatangkan kecurigaan pada pihak sekolah.
"Lihat ini kak Rendy, Masak Aunty tidak mengajak kita. Jahat sekali dia" Ujar Bianca menunjukkan sebuah Video dan memutarnya.
Mata Rendy membulat sempurna, bibirnya kelu, ia tak bisa bercakap cakap. ia berharap yang di lihatnya saat ini hanya kebohongan semata.
Tubuhnya melemas, ia mendudukkan tubuhnya pada Sofa. Bianca yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ini bohongan kan Bi???" tanya Rendy dengan tangan yang bergetar hebat.
Melihat Handphond nya yang akan terjatuh, Bianca merebut Handphond nya dari tangan Rendy. "Ya beneran lah, masak bohongan sih kak!" Ucap Bianca apa adanya. Ia tak tahu betapa hancurnya Hati Rendy saat mendengar Ucapannya.
'Ini pasti bohongan'
'ini pasti bohongan'
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak mungkin!!!!!
Dengan cepat Rendy menggelengkan kepalanya dan berlari ke kamar nya.
"Baru mau di ajakin protes, malah kabur aja tu orang" Bianca mendengus kesal.
.
.
Sebenarnya Author agak bingung pas buat cerita kehidupan setelah nikah. karena author masih Kecil loh. Jadi, Apa adanya aja ya. Yang mau Mengingatkan silahkan.
"Iya mah" Ucap Natasya pasrah, ia tak bisa mengelak lagi kan.
Sekarang mereka berada di Ruang tamu rumah Natasya. Setelah ijab kabul, banyak orang yang mengucap selamat....... eitsss tapi ingat cuma keluarga saja. kecuali Bianca dan Rendy.
Bianca dengan cepat mengendarai sepeda motor milik Rendy, tanpa sepengetahuan siapapun. Ke rumah Natasya.
__ADS_1
"Uhh,,, Dress ini sungguh menyiksa ku. Coba tadi aku pakee Jeans aja" Gerutu Bianca mengomeli Dress nya yang acak acakan tak berbentuk akibat Angin kencang yang menerpa Dirinya saat naik motor.
"Loh, Bia. Kok kamu di sini" Tanya Mommy Nafisa terkejut ketika melihat Bianca.
"Aunty, jahat amat si, gak undang Bia" Bia merajuk.
"Unty, hanya menyembunyikan Semuanya agar tidak terlalu mencolok. Tadi ada Papa kamu kok di sini" Ujar Mommy Nafisa.
"Terserah Aunty saja, Bia mau ke dalam dulu!!!'
"Kenapa sih Tu anak marah² mulu deh" gerutu Nafisa.
.
.
"Kenapa begitu kak, kakak benar-benar membuat aku dan Kak Rendy terkejut. sampai-sampai kak Rendy gak percaya" Jelas Bianca.
"Kenapa Rendy gak percaya???" Tanya Natasya penasaran. Bianca dan Natasya sekarang berada di kamar, sedangkan Nathan Berada di luar bersama keluarga yang lain.
"Jadii begini........"
.
.
__ADS_1
.
Skip √√