
Akhirnya Bianca menjelaskan semua tentang Kelakuan Aneh Rendy, yang seakan tak percaya dengan Pernikahan Natasya Dan Nathan.
"Kamu beneran Bia, masa Rendy kayak gitu?" tanya Natasya, ia masih kurang yakin. Setahu Natasya Rendy bukan tipe orang yang kya gitu, pikir Natasya Rendy itu orang yang humoris pada siapapun.
Padahal, Rendy hanya Humoris pada orang tertentu sahaja, tapi Natasya saja yang tak sadar.
"Iya gemetaran kayak orang kesetanan tau" Ucap Bianca jujur apa ada nya.
Natasya mengalihkan pandangannya, ia berfikir. Apakah Ia menyakiti hati Rendy, tapi kenapa??, apa sebabnya, Apakah diam diam Rendy memiliki rasa dengannya. Natasya juga tak tahu.
"Ngapain lo di sini??" Pekik seseorang dengan ketus, yang tak lain adalah si Nathan.
Bianca mendelik "Emangnya kenapa, masalah buat lo!" Balas Bianca menjulurkan lidahnya.
"Dasarr gila!" Ejek Nathan pada Bianca.
"Kamu yang Gila!"!
"Kamu!"
"kamuuu!"
"Kalian apa apaan sih, kok jadi ribut. Udah dong!" Lerai Natasya.
Bianca Mendelik kesal ke arah Nathan, begitu pula dengan sang Empu.
__ADS_1
"Ayo Kamu ikut aku" Ujar Natasya menarik lengan Nathan.
.
.
"Gi mana kehidupan kita selanjutnya?, Apa kamu mau perjuangin aku, atau kamu akan meninggalkan aku?" Tanya Natasya serius, ia tak ingin mendapat janji palsu. kalau Nathan ingin memperjuangkan dia, Natasya pun akan melakukan yang sama. Begitupula kalau Nathan meninggalkannya, ia juga akan Kembali meninggalkan Nathan.
"Tunggu tunggu!!!! Sepertinya ada yang berubah dari percakapan kita"
Natasya berdecih. "Aku menggantinya, karena Aku menghargai kamu sebagai suami. Bagaimanapun Juga, kamu suami sah aku. Kepala keluarga" Tutur Natasya.
Seutas senyum terbit di bibir Nathan, entah apa yang membuatnya senang. "Aku akan berusaha Memperjuangkan kamu. Demi Mommy, lagi pula aku berharap menikah hanya sekali seumur hidup" Jawab Nathan.
Nathan mengangguk, Ia pun merasa memiliki tanggung jawab sekarang, karena Natasya yang sudah menjadi istri sahnya.
Natasya berlompat girang, Sampai sampai ia tak sadar kalau sekarang ia memakai kebaya Span. Brukhh...
Natasya terjatuh tepat di atas tubuh Nathan. Dengan posisi miring.
"Aduh maaf" Ucapnya tulus, berusaha berdiri. Baru setengah dari usaha mereka untuk berdiri, tiba tiba mereka terjatuh kembali dengan posisi Natasya di Atas, Nathan di bawah. Saling berhadapan.
"Ehmmm....Sabar kale nunggu nanti malem" Sindir seseorang, membuat pasangan itu langsung berdiri tegap.
"Rendy" Ucap Natasya lirih.
__ADS_1
"Selamat Bro. Gue harap lo bisa ngejagain istri cantik lo dengan baik" Ucap Rendy terpaksa, sambil menepuk pundak Nathan.
"Thank, gue gak nyangka lo dateng. Bukannya kata Mommy anak anak ga ada yang di undang" tanya Nathan.
"Owh, jadi sohib lo gak di undang iya?"
"Ya, biar gak di curigai!" Balas Nathan santai tanpa rasa bersalah.
Natasya yang melihat itu langsung mencubit pinggang Nathan membuat sang empu terlihat meringis.
"Sory Ren, kita gak bermaksud kok. Emang ini mendadak banget soalnya" Jelas Natasya membela Nathan.
Membuat hati Rendy dag dig dug serrr.....Jduarrr meledak.
"Gue mau ke dapur, nyari makanan, laper. Nath ingat tugas kelompok lo belum selesai" Ujar Rendy segera pergi dari hadapan keduanya karena tak Sanggup.
Natasya menatap Nathan menelisik. "Kamu punya tugas?, dan belum di kerjain" tanya Natasya.
Nathan mengedikkan bahunya. "Katanya mau perjuangin, tapi gak ngelakuin apa apa" Sindir Natasya berjalan meninggalkan Nathan.
tiba tiba Natasya merasa seperti melayang ke udara, Nathan menggendong nya Ala Bridal Style.
Skip √
Entar dulu romantisnya.......
__ADS_1