Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Keturunan Inggris


__ADS_3

Natasya membuntuti Nathan menuju kamarnya. "Nyebelin, kesel-kesel" Gerutu Natasya.


cringg...cringg (suara dering HP Natasya)


Nathan berbalik dan menatap Natasya kesal. "Berisik banget handphond lo, Angkat aja!" Nathan mendesah pelan, melihat wajah Natasya yang terlihat memelas.


"Yaudah lo angkat di sana. Tapi nanti kembali ke sini lagi biar......" belum selesai Nathan menjelaskan. Natasya langsung menyelonong saja menjauh dari Nathan yang mendelik Kesal.


"Dasar Cewek gila!!!" Umpat nya dan segera masuk ke dalam kamar.


Setelah merasa cukup jauh, Natasya menggeser tombol berwarna hijau dari handphond nya.


"Haloo??" Menaruh Handphond itu di telinganya.


"Hai Sya, Kangeeenn!" Balas Seseorang bersuara cempreng dari sebrang telfon.


"Samaa Ra, gua kanget bat sama luu" Ucap Natasya.


"Kapan lo balik Sya?" Tanya Ara.


"Hari ini gue balik, soalnya Mamah udah jemput gue" Jawab Natasya dengan Nada senang.


"Yeyy, Bisa maen dong nanti malem" Ucap Ara girang, sambil berlompatan.


"Jangan loncat-loncat. Kalau lu kepleset gi mana" Ucap Natasya Panik mendengar suara lompatan Ara.


"Hehe. abisnya gue kangen main bareng. Masa kita mainnya pas di sekolah aja" Nada tak senang Ara keluarkan.


"Iya gue juga Ar" Natasya ikutan sedih.


"Udah belum??" Suara berat seseorang mengalihkan perhatian Natasya.


Natasya menurunkan Handphond nya sebentar. "Lo duluan aja, bentar lagi gue nyusul".


"Gak ada bentar-bentar. Nanti kita di suruh yang nggak² lagi, Ayo buruan" Nathan mencekal tangan Natasya yang satunya.


"Iyaaaaaaa, Gue matiin dulu"


Pip. Natasya mematikan sambungan telfon secara sepihak.


"Lah kenapa mati!??" Kesal Tiara membolak balik HP nya.


.


.


"Haiii" Sapa Nathan pada semua orang yang berada di meja makan.


Krik

__ADS_1


krik


Krik.........


Hening...


Mengheningkan cipta mulai...


Krikk..


"kok pada diam begini??" Tanya Natasya sambil meneliti wajah orang di depannya satu per satu.


Dari wajah Bianca yang terlihat cemberut, Mamahnya yang terlihat kesal, Mommy Nafisa yang Marah, dan Daddy Nicho yang terlihat Ingin membujuk Nafisa, tapi tak berhasil.


Natasya dan Nathan saling melempar pandangan. Dan berbicara lewat tatapan mata.


"Duh mereka kenapa ya?" Tanya Nathan.


"Gue juga bingung. Kita harus ngapain ini" Balas Natasya.


"Atau kita kabur aja??"


"Yang bener aja lo!"


"Dari pada kita diam aja di sini"


Seperti itu lah arti dari tatapan mereka yang saling menjawab satu sama lain.


"Kalian kenapa tatap tatapan aja. Gak bantuin Kita" Sewot Bianca.


Bukannya menjawab, Natasya dan Nathan hanya menelan ludah masing-masing.


"Sore Semuanya!! " Sapa Lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan, kepada semua orang.


Lelaki itu adalah Galang Saputra, Pemilik perusahaan N. Putra Company. Yang sedang berkembang dengan pesat.


"Papah!!" Kata Natasya sambil berlari memeluk Papah, yang sangat ia rindukan Beberapa hari ini.


"Halo incess Papah. Kangen gak sama papah?" Tanya papah Galang, Pada anak semata wayangnya itu.


"Kangen banget tauuu. Asya sedih gak ketemu papah seminggu" Ucap Natasya menyembunyikan kepalanya di dada bidang milik Papahnya.


"Hmmzz Papah juga, kangen banget sama Asya." balasnya sambil memeluk Natasya erat.


"Saya ingin berterimakasih kepada Bu Nafisa selaku Sahabat dari Istri saya Dira Sadewi dan keluarganya, karena sudah menjaga anak saya dengan baik. Dan terlebih lagi, saya juga berterimakasih sebesar besarnya kepada Nathan,, Sudah menjaga Princes Saya, waktu dia di sekolah dengan selamat" Jelas Papah Galang sambil menatap Bangga ke Arah Nathan. Sedangkan Natasya terus menyempil di pelukan papahnya.


"Sama-sama Om" Balas Nathan.


"Mr. Galang Saputra??" Tanya Daddy Nicho seraya berdiri dan berjalan ke arah Papah Galang.

__ADS_1


"Ah, Iya benar sekali. Anda Mr. Nicho Andara Bukan?" tanya Papah Galang.


"of course" (tentu saja).


Papah Galang melepas pelukan Natasya menjadi rangkulan, dan menjabat Tangan Daddy Nicho.


"Semoga bisnis kita bisa berjalan dengan lancar ya Mr. Nicho"


"Aamiin, Kita harus berusaha semaksimal mungkin Mr. Galang"


" Alright, let's continue" ( Baiklah, mari kita lanjutkan) Ucap Papah Galang menatap tajam ke sembarang arah.


"Jadi??, Natasya ini Anak Anda. Pantas saja sangat cantik." Ucap Daddy Nicho tersenyum tampan.


"Thank you, she is very similar to her mother" (Terimakasih, dia sangat mirip dengan mamahnya) Mencubit pipi Natasya pelan.


"Dear! Have you forgotten this wife of yours?" (Sayang! Apakah kamu melupakan istrimu ini?) Nadira merengut.


"Of course not!, I always remember you wherever I am Darling!" (Tentu saja tidak!, Aku selalu mengigatmu dimana pun Aku berada Sayang!) Bantah Galang.


"Then why not tell me, if you want to go home early!" (Kalau begitu, kenapa tidak memberitahu aku, kalau ingin pulang lebih awal!) Kesal Nadira. Karena Papah Galang yang tidak memberitahu nya kalau ingin pulang cepat.


"I want to surprise you. But it seems to fail. Isn't that right Nathan??" (Aku ingin memberi kejutan. Tapi sepertinya gagal. Bukan begitu Nathan??) Jelas Papah Galang melirik ke arah Nathan.


"Yes, exactly" (Iya, benar sekali) Balas Nathan.


'Hmmm, Apakah di sini keturunan Inggris semua. Sehingga Mereka sangat lancar, berbicara dengan bahasa asing itu'Pikir Natasya sambil melepaskan rangkulan Papahnya.


Galang mendekati Nadira yang masih menatap dirinya dengan horor.


"Come on dear. Don't be angry anymore, it was all just a misunderstanding!" (Ayolah sayang. Jangan marah lagi, itu semua hanya kesalah pahaman!). Merangkul Nadira mesra.


"I really care!" (Memangnya aku perduli). Dira tetap kekeuh dengan Kekesalannya.


Semua orang yang di situ hanya menatap Mereka berdua, layaknya menonton Drama di TV.


"Mom, dad, never mind. Do not fight anymore!. Aren't you ashamed, everyone sees it!!" (Mamah, papah, sudahlah. Jangan bertengkar lagi!. Memangnya kalian tidak malu, dilihat semua orang!!) Lerai Natasya.


"No, we are not ashamed!" (Tidak, kami tidak malu!) Jawab mereka serentak.


"Dira, it's usually my behavior that looks childish. Why are you like that now" (Dira, Biasanya kelakuanku yang terlihat kekanak-kanakan. Kenapa sekarang kamu begitu juga) Nafisa menahan tawanya.


"It's all because of you Fissa, If only we weren't fighting over the cake. I definitely don't get annoyed easily like this!". (ini semua karenamu Fissa, Kalau saja tadi kita tidak berebut kue. Pasti aku tidak gampang kesal begini!)


"Why do you look like Anggun now? Who likes to blame me so much?" (Kenapa sekarang kamu mirip seperti Anggun. Yang sangat suka menyalahkan ku?) Nafisa memijit pelipisnya.


"Huhh"


Skip√

__ADS_1


__ADS_2