Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
'Malam Yang Indah'


__ADS_3

****Author POV****


Natasya mengerjapkan matanya berulang-kali. Rasa-rasanya, tadi dia berada di Cafe. Lalu? dimana dia sekarang.


"Iya tante, Natasya sekarang sama Lusi dan..... Siapa nama lo?? " Ucap Lusi kepada Mamah Natasya, Lalu berbisik pada Ara.


"Natasya Aman, Kalo sama Ara Autny!!" Teriak Ara di dekat dengan HP Lusi.


"........." Balass Mamah Dira di sebrang.


"Hehe Oke tan" Ucap Lusi mematikan sambungan telfonx.


"Apaan sih lo, kenapa teriak gitu. Suara lo jelek banget tau!!!" Lusi mendengkus kesal.


"Kenapa harus Lo yang telfon. Kan ada gue, sahabat Natasya. Lo emang siapanya??" Tanya Ara ngegas.


"Gue gak ada urusan sama lo! So,...... Gak usah tanya-tanya gue" Menghentakkan kakinya keras.


'Klo di perhatiin, Ootd nya bagus juga'Pikir Ara menatap Gaya pakaian Lusi yang keren dengan rambut pendek nya.



Lusi berbalik menatap Ara sinis. "Napa lo liat-liat gue, Baru sadar kalo gue cantik!" Kata Lusi PD.


'Cihh'Ara berdecih tak terima.


"Kenapa gue bisa di sini???" Tanya Natasya pada mereka berdua.


Ara dan Lusi serentak menatap ke arah Natasya. "Lo udah bangun sya??" Tanya Ara.


"Syukur deh, lo dah bangun." Timpal Lusi tersenyum manis.


"Ini mobil siapa??" tanya Natasya.


"Mobil gue" Ucap Lusi bangga. Sedangkan Ara menatapnya dengan jijik.


"Thanks ya" Natasya berterimakasih, karena ia tahu' kenapa mereka membawanya ke Mobil Lusi.


Lusi mengangguk. "Gue juga udah minta Izin sama Nyokap lo. Jadi? lo gak usah khawatir, kalo pulang malam" Jelas Lusi.

__ADS_1


"Sekali lagi Thanks banget buat lo." Natasya berterimakasih. Sesekali matanya melirik Ara yang terlihat merengut kesal.


"Ra, Gue ngerti! pasti lo kesal kan. Gara-gara gue, lo jadi gak bisa ketemu sama cwo lo. Lo jalan aja, gue gapapa kok pulang sendiri" Ucap Natasya kepada Ara.


'Kok dia mikirnya gitu' batin Ara kesal.


"Nat....."


"Gue bakal ngantar lo balik. Soal cwo gue, kita gak jadi jalan. tapi tenang.... itu semua bukan karena lo. Jadi, lo santai aja". Ara langsung memotong ucapan Lusi, sehingga membuat Lusi merasa sangat gerah.


"Lo Yakin?" tanya Natasya ragu. Pasalnya tadi Ara bilang, ia ingin bertemu Pacarnya, apa lagi sekarang malming.


"Iya, udah lo santai aja. Sekarang ayo kita pulang. Agenda kita hari ini kan, Gue nginep Di rumah lo" Ingat Ara menatap Lusi jengah.


'Kenapa mereka sedekat ini, atau kedudukan gue udah di isi sama ni Cewek'Batin Lusi sedih. Mengingat kenangannya dulu bersama Natasya dalam suka maupun duka.


Tapi karena kesalahannya, Membuat hubungan keduanya renggang. Bahkan sampai memutuskan tali persahabatan mereka.


"Kita duluan" Pamit natasya dengan wajah datar.


.........


Sedangkan disisi lain, Nathan sedang duduk di Rooftoop Kamarnya sambil memandang lampu lampu yang bersinar di malam hari.


Orang itu menatap Nathan dengan diam, sampai tiba-tiba ia menepuk pundak Kanan Nathan.


puk


Nathan terperanjat kaget, ia langsung menjauh dari jangkauan orang itu..... Setelah ia tau siapa orang yang mengagetkannya, ia langsung duduk lagi dengan diam, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Lo kenapa??, galauu!!" Ucap orang itu yang tak lain Adalah Rendy Pratama, Sahabat dekat yang sudah ia anggap saudara.


"Gue gapapa"


Rendy tidak percaya dengan apa yang barusan Nathan ucapkan. Akhirnya dengan sabar, ia bertanya lagi.


"Lo serius??, gue ngerasa akhir-akhir ini, lo sering diam. Jadi bukan kayak bukan Nathan yang gue kenal, tau gak!"Cicit Rendy menatap Nathan Bimbang.


Nathan menatap Rendy serius. "Gue mau ngomong serius sama lo Ren. Gue tau, sebelumnya, gue yang minta ini semua!. Tapi setelah gue pikir lagi, memang benar apa yang lo bilang dulu". Ucap Nathan setengah penjelasan, membuat Rendy Bingung. Apa yang di maksud dengan sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


"Lo kalo ngomong yang jelas dikit lah!" Rendy menatap Nathan Bingung.


"Gue setuju sama lo, buat pisah kamar. Gue rasa, kita udah sama-sama Dewasa. Jadi kita bisa urus, urusan kita masing-masing dengan nyaman!" Terang Nathan.


'Kenapa ni anak, jadi berubah gini ya. Apa dia baru pubertas. Aneh banget!!'Batin Rendy.


"Jadi,, Yang pindah gue atau elo. Tapi saran gue sih, lebih baik gue yang pindah, karena gue juga udah bosen sama kamar ini" Ucap Nathan tetap mengeluarkan sisi 'Mau menang sendiri' seperti itu lah istilahnya.


"Seenaknya lo aja Nath, Gue mah terserah" Ucap Rendy seakan ia sadar diri, kalau dia hanya menumpang di rumah Nathan.


"Yaudah kalo gitu, gue mau dekor kamar dulu. Byee" Pamit Nathan dan berlalu pergi tanpa ingin mendengar jawaban Rendy.


"Gue ngerasa Nathan udah berubah. Biasanya dia selalu gangguin gue. Tapi kenapa sekarang dia jadi begini, dingin ke gue" Ucap Rendy pelan.


Ia mengotak atik beranda Instagram nya, di situ ia melihat postingan foto Natasya sedang memakan Es Krim bersama Ara, yang berCaption 'Malam Yang Indah'.


Rendy senyum-senyum sendiri melihat wajah Natasya dari layar Handphond nya. 'Cantik' Satu kata yang ingin ia ucapkan secara langsung.


Walaupun ia sudah mengakui, kalau ia suka dengan Natasya waktu ia bertengkar dengan Ara. Tetapi ia belum siap Menembaknya secara resmi dan Langsung di hadapan Natasya dengan Gentel.


"Bagi Natasya, Malam ini adalah malam yang indah. Kalau begitu.....Gue harus bikin malam ini, jadi malam yang Indah juga" Ucap Rendy sambil tersenyum Tampan.


1 Jam Kemudian.


"Ren?? " Panggil Nathan.


Rendy yang tadinya sudah tertidur pulas pun akhirnya membuka matanya lebar dan segera duduk bersila


"Kenapa?" tanya Rendy dengan suara serak khas bangun tidur.


"Gue udah pindahin semua barang gue. Jadi mulai malam ini dan seterusnya, gue bakal tidur disana. Gue juga udah bilang Sama Mommy. Serta penjelasannya. Jadi lo gak perlu khawatir," Jelas Nathan tanpa terkecuali.


"Hah. Cepet banget!. gue kira lo bakal tidur di sini bareng gue malam ini" Ucap Rendy setengah sadar sambil mendengarkan Nathan.


"Semuanya udah siap kok. Kalo lo ada perlu sama gue, jangan sungkan, langsung masuk aja kaya biasa" Kata Nathan.


"Siap bro. Gue akan menganggap kamar lo seperti kamar gue Juga" Balas Rendy kembali membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Lo cemen ah. Malam minggu udah maen tidur aja. Main PS dong kalo berani!!" tantang Nathan.

__ADS_1


"Ayo dah. Gue siap!" Rendy langsung duduk dan berdiri, lalu melangkahkan kakinya turun dari kasur, menuju Tempat mereka bermain PS selama ini, diikuti Nathan.


Skip√


__ADS_2