Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Cemas


__ADS_3

"Ini adalah Ruang khusus untuk Tuan dan nona. Kata Nyonya Nafisa ini kamar untuk........."


Bercin**


AIS Pasti pada ngerti ini


Mata Nathan dan Natasya membola mendengar ucapan wanita itu. Mereka berdua seketika bungkam dan menatap satu sama lain. Lalu setelahnya saling membuang pandangan. Aduhaiiii.....tetteteww


"Tugas saya di sini sudah selesai. Kalau ada sesuatu yang di butuhkan bisa konfirmasi nomor telefon saya. Ini nomornya Nona" Ucapnya memberikan secarik kertas pada Natasya.


"Terimakasih" Ucap Natasya menerima kertas itu.


"Saya Permisi tuan...Nona. Silahkan beristirahat" Pamitnya dan berlalu pergi.


.


.


Setelah kepergian Wanita itu, Terasa sangat Canggung bagi mereka untuk kedua kalinya.


"Nath?, aku mau mandi dulu....Kamu berberes saja dulu" Ucap Natasya cepat, berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Nathan mendudukkan tubuhnya di atas Ranjang yang penuh dengan kelopak mawar itu, lalu perlahan membaringkan tubuhnya untuk melepas penat.


30 menit kemudian


Natasya keluar kamar mandi dengan baju yang lengkap.


__ADS_1


Meski ia bawahannya hanya memakai hot pants. dengan rambut yang sengaja di kelabang.


Natasya tersenyum geli melihat wajah Nathan yang terlihat acak acakan pada saat tidur. Mulut yang sedikit terbuka, dengkuran halus terdengar, rambut yang acak acakan seperti habis adu silat, dan jangan lupa dengan wajah tampannya yang seketika berubah menjadi baby face. Cute, funny, and adorable


'Kenapa aku baru melihat wajah Baby Face nya'Batin Natasya.


Tiba-tiba muncullah ide jahil di otaknya. Gadis cantik ini mengambil pena dari kantung celananya yang memang selalu ia bawa kemana pun.


Gadis cantik itu perlahan mendekati wajah Cute Nathan, lalu menggambar beberapa pola di wajah itu. Sembari tersenyum geli, Natasya terus melancarkan aksinya dengan pelan, agar tidak mengganggu sang empu.


'Xixixixi, dia terlihat sangat Perfect'Batin Natasya, sedikit menjauh.


Setelah merasa cukup, Natasya pun pergi ke balkon kamar mewah itu. Lalu menyalakan Ponselnya berniat mengambil gambar untuk kenangannya di Parris.


Beberapa potretan di ambilnya, lalu tanpa sengaja ia melihat notif panggilan dari Arabear.


Tunggu dulu, di paris sekarang jam 4 pagi. Berarti di sana udah jam 10. Mungkin dia sedang istirahat. jadi aku akan menelfonnya.


Tutt...tut...


"Haloo!" Pekik Ara dari sebrang telfon.


^^^"Hai Ra, Sory gue gak kasih kabar lo beberapa hari ini" Ucap Natasya.^^^


"Lo kemana aja sih. Gue di tinggal, janjinya biar lo lama nungguin gue, tapi kenapa gue malah di tinggal sih!, lo pikir gue gak stres apa!!!" Cecar Ara tak terima.


^^^"Gue ada urusan Kemarin!, Handpond gue mati Ra. Jadi gue gak bisa kasih lo kabar"^^^


"Itu kan Lusa!, kalo kemaren lo kemana aja. Sampe gak sekolah, dan hari ini, lo gak sekolah lagi"

__ADS_1


^^^"Satu minggu kedepan gue masih gak sekolah. Gue liburan ke Prancis"^^^


"What?? lo ke prancis gak ngabarin gue!, cepat VC sekarang" Ucap Ara langsung mematikan sambungan telefon mereka.


Tak sampai 10 detik, Telefon Natasya kembali berbunyi terlihatlah di sana kalau Ara menyalakan Panggilan VC.


Natasya mengangkat dan terlihatlah wajah panik Ara dari ponsel itu.


Ara hanya bisa melongo di tempatnya, terlihat dari penglihatan Natasya, kalau sahabatnya itu sedang berada di kantin sekolah.


"Lo be-beneran ke Prancis?" tanya Ara gugup. Ia tak percaya kalau Natasya akan liburan mendadak, apalagi setelah ia berbicara dengan seseorang yang mengaku menjadi adik ipar sohibnya itu.


"Iya beneran" Balas Natasya Sangat santai.


"Tunggu-tunggu!!, lo sama siapa ke sana?. Tadi pagi gue lihat Bonyok lo datang ke sekolah" Ujar Ara, membuat Natasya terkejut.


'Mamah sama Papah ngapain ke sana'Batin Natasya cemas, takut kalau ia tidak bisa mengalihkan ucapan Ara.


"Emm...Gue sama Sodara gue, Sodara jauh, iya jauh!" Alasan Natasya..


"Sejak kapan lo punya Saudara?" Tanya Ara menyelidik.


"Maksudnya, dia tu orang yang baru gue kenal. Tapi gue dah akrab sama dia"


"Cepet pulang!! Lo punya utang penjelasan sama gue!, Dan masih banyak yang mau gue tanyain. Tapi karena udah bel masuk. Terpaksa gue akhiri telefon ini. Bye" Pamit Ara kesal mematikan telepon itu tanpa persetujuan Natasya.


Natasya Cemas, ia meremat Ponselnya. Lalu terduduk lemas di kursi balkon.


Skip√

__ADS_1


__ADS_2