
"Gue akan menyanyikan lagu yang berjudul Cinta Luar Biasa"
Gadis bernama Riri itu pun mendudukkan dirinya di kursi putar. Lalu menarik nafas panjang dann...
..."Waktu pertama kali....Kulihat dirimu hadir...
...Rasa hati ini inginkan dirimu...."...
..."Hati tenang mendengar....Suara indah menyapa....Geloranya hati ini tak ku sangka!!"...
..."Rasa ini tak tertahan....Hati ini selalu untukmu..."...
..."Terimalaah lagu ini...Dari orang biasa...Tapi cintaku padamu luar biasa...."...
..."Aku tak punya bunga....Aku tak punya hartaaa...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
...Tulus Padamu"...
Prok Prok Prok
Suara tepuk tangan riuh menggema di setiap sudut Cafe itu.
Suara gadis itu sangat lembut dan indah. Membuat siapapun yang mendengar merasa seperti terbang ke udara. Sepertinya si Riri mantan Penyanyi. Wkwkk
Riri menatap Lembut ke arah Rendy yang masih terlihat datar. Rupanya Rendy tetap tidak tertarik dengan Gadis cantik yang mengkodenya sedari tadi.
"Lagi lagi lagi lagi!!" Sorak para pengunjung.
"Oke....Mmm...gue mau nyanyi lagi, tapi gue butuh pendamping" Ujarnya menatap genit ke arah Rendy.
"Sama gue aja mba" Tawar seorang lelaki.
__ADS_1
"Sama saya juga boleh" jawab mas Resepsionis.
"Sama aku aja lah" jawab seorang lelaki yang lain dengan antusias.
"Gue maunya sama cowok yang pakai jeans hitam berhodie putih, yang duduk di mini bar!" ujarnya menunnjuk Rendy.
Seketika penglihatan para pengunjung itu berlomba lomba mencari seseorang yang memakai jeans hitam dan Hoodie putih.
Salah seorang resepsionis pria menghampiri, dan menarik Rendy agar naik ke atas panggung.
"Maaf, saya gak mau mas!!" Ucap Rendy penuh penekanan tetapi tidak di perdulikan oleh resepsionis itu.
Karena merasa tak enak kalau ia memberontak, akhirnya Rendy pasrah. Kali ini ia biarkan saja Gadis itu menang.
Sekarang Rendy menjadi pusat perhatian, Karena ia malu, ia pun langsung mendudukkan dirinya pada kursi putar di sebelah Riri.
Riri menatap Rendy lembut. "Kita nyanyi lagu apa Ren?" Bisik Riri Sok Akrab.
"Serah lo. Gue Gak ada niat buat nyanyi, lo nyanyi sendiri!" ketus Rendy.
Beberapa kali Riri menyerahkan Mic di sela lagu, Rendy hanya merespon dengan gelengan kepala, membuat Riri hanya bisa pasrah dan melanjutkan nyanyiannya.
Setelah selesai. Seperti biasa di sambut oleh tepukan tangan. Lalu dengan tergesa gesa Rendy turun dari panggung kecil itu dan pergi meninggalkan Cafe.
"Rendy tunggu!!!" Pekik Riri ikut bergegas mengejar Rendy yang semakin menjauh.
Ketika di pintu Cafe, Riri melihat Rendy yang sebentar lagi akan mengegas gas motor. Dengan kecepatan penuh, Riri berniat mengejar, tapi ia kalah cepat akhirnya pun Rendy berhasil kabur dari dirinya.
Tapi sebelum itu. Brukh.
"Awssshhh" Pekik Riri melihat lutut dan siku nya yang sedikit tergores.
__ADS_1
Riri terjatuh pada saat mengejar Rendy. Dengan sigap beberapa orang berjalan menghampiri nya untuk menolong Riri.
Riri terus menatap Rendy yang Perlahan-lahan hilang dari pandangannya. 'Gue harus dapetin Rendy. Gue udah terlanjur sayang sama lo!!' Ucap Riri dari dalam hati.
.
.
"Huh, jadi kita cuma berdua di rumah" Dumel Natasya. Sekarang mereka berada di Sofa ruang keluarga sambil menonton film Genre Romantis. Entah siapa yang menyetel film itu Author Juga tak tahu...
"Udahlah. Kenapa kamu jadi bawel gini sih, lagian ada aku juga yang nemenin kamu" Ucap Nathan dengan santai memakan Camilan instan.
Karena merasa terdustakan, Natasya merebut camilan yang sedang di pegang Nathan. Membuat sang empu menatap Natasya dengan alis yang berkerut.
"Kamu tu ya, dari tadi santai terus!. Tau ah aku capek mau tidur!" Gerutu Natasya berjalan menuju kamarnya di lantai atas sambil memakan camilan Nathan satu per satu.
Nathan yang melihat tingkah manja Natasya pun sedikit heran. Lalu dengan otak keponya, ia menyusul Natasya.
Sesampainya di kamar, Nathan melihat Natasya yang sedang berbaring sambil memegang Ponsel, yang baru ia sadari kalau ponsel mereka itu model nya sama.
Perlahan lahan, Nathan mendudukkan dirinya di ujung ranjang berhadapan dengan Natasya.
Natasya hanya cuek saja, lalu dengan santai ia menelfon seseorang dengan user nama Arabear.
tuttt....tuttt...tuttt
telefon itu menyambung, tetapi tak di angkat oleh sang pemilik.
Karena sudah terlanjur sayang!!!, eh ralat, maksudnya terlanjur kesal. Natasya menaruh ponselnya ke atas nakas dan menutup kedua matanya.
Nathan yang melihat kekesalan Natasya langsung peka. Ia pun mematikan lampu kamar, dan segera ikut tidur di samping Natasya.
__ADS_1
Dan mereka tidur.......Tidak ada adegan Anu mon maap.
Skip.