Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Nikah mendadak


__ADS_3

"Lo ngapain di kamar mandi gue!!!" Pekik Natasya terkejut melihat Nathan yang keluar dari kamar mandi nya, hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang.


"Gu-gue numpang mandi!" Jawab Nathan gugup.


"Keluar sekarang,,, ayo keluar!!" Natasya mengusir Nathan dengan mendorong tangannya pada Pundak Nathan.


Saat Natasya mendorong Nathan tak sengaja ia terpeleset, akibat itu Natasya jatuh ke bawah berpegangan dengan handuk Nathan dan.....


Tup.....


Handuk itu terjatuh menimpa Wajah Natasya. Wajah Natasya tertutup rapat dengan handuk putih itu. Nathan yang merasa dirinya telanjang bulat itu pun langsung Segera masuk ke dalam Ranjang selimut Natasya.


"Nathan,,,el-lo pake baju dulu sana. terus baru balik ke sini" Ujar Natasya.


"I-iya" Balas Nathan gugup bukan main. Untung saja benda pusakanya tidak di lihat secara Live oleh Natasya. Kalau tidak bisa berabe.


Sebelum Nathan melangkahkan kakinya lebih jauh, Mamah Dira masuk ke kamar Natasya dengan mata melotot.


"Apa yang kalian lakukan!!!" Pekiknya menggema di sudut kamar Natasnya.


Karena mendengar suara Mamahnya, Natasya langsung menghempaskan handuk itu ke sembarang Arah. Ia melihat Nathan yang hendak bergegas pergi membawa selimutnya, tetapi keduluan Mamah Dira.


"Kita gak ngapa ngapain tante. Tadi Nathan hanya menumpang kamar mandi tan. Sumpah hanya itu" Ujar Nathan memberikan Pice.


"Iya mah. Tadi Nathan Cuma numpang kamar mandi aja kok!" Jelas Natasya masih dengan posisi bersimpuh di lantai.


Mamah Dira meneliti sekeliling. Ia menatap Natasya dan Nathan bergantian. "Terus bagaimana bisa Nathan Telanjang bulat pada ranjangmu Natasya!" Pekik Dira frontal.


"Tadi itu..." Natasya malu, ia tak mungkin berkata sejujur jujurnya pada Mamahnya.


Keduanya terdiam dengan posisi saling menunduk. Mereka berdua merasa bersalah.


'Gue bodoh....kenapa gue nurut apa yang ART tadi bilang sih' Gerutu Nathan menyumpah serapahi dirinya sendiri sekaligus Art tadi yang mengusulkan.


"Ayo jawab!!!. Oke kalian sudah mengakuinya, Nathan pakai pakaianmu sekarang" Ujar Nadira berlalu pergi.


Diam diam ia bertos ria pada salah satu Art tadi yang membantu rencana busuknya.


Setelah itu ia langsung mengabari Nafisa akan hal ini, tentu saja tanpa sepengetahuan Natasya dan Nathan.


"Ini semua gara gara lo tau gak. Hiks hiks. Mamah pasti udah gak percaya sama gue" Natasya menangis sesegukan.


Nathan yang di sudutkan tambah merasa bersalah, ia pun tak tahu. Kalau bisa sampai begini jadinya. "Sorry gue gak tau. Gue cuma ikutin usul dari Art rumah lo. Katanya lo jam segini belum bangun. Kebetulan kamar mandi di Kamar tamu lagi rusak" Jelas Nathan.


Ia ingin menenangkan Natasya tetapi ia malu, karena sekarang hanya selimut tebal Natasya yang melindungi tubuh tampannya.


Nathan pergi keluar kamar Natasya dengan selimut. ia berniat memakai bajunya.


Natasya masih menangis sedu di dalam kamarnya. 'Kenapa jadi begini sih'


.


.


"Serius kamu Dir?" tanya Nafisa tak percaya kalau rencana mereka berhasil seratus persen.


"Iya, Tinggal drama dikit minta mereka nikah. Dan beres" Ujar Nadira tanpa bersalah.


"Wah, gak nyangka banget, udah mau jadi besan aja kita. Heummm....pen punya cucu aku Dir!!" Ucap Nafisa.


"Tinggal minta aja, kan udah ada tempat produksi nya" Nadira tertawa renyah.


.


.


Setelah perdebatan yang menderaikan air mata Natasya, Nadira, dan Nafisa. Akhirnya di putuskan Mereka menikah pada Siang hari ini.


Nathan merasa sangat gugup, ia tak menyangka akan menikah secepat ini. Apalagi dengan musuhnya.


Dalam satu tarikan nafas Nathan mengucapkan ijab Kabul.


"Sah.." Ucap Para saksi yang tak lain dan tak bukan hanya keluarga para mempelai.


Setelah itu Natasya mencium punggung tangan Nathan dan Nathan segera mencium puncak kepala Natasya.


Dengan Nadira dan Nafisa yang paling heboh. Mereka mengabadikan momen bersejarah itu. Walau mereka tadi pagi saling mendrama tangis, Sekarang mereka hanya tersenyum. tak ada wajah murung dan sedih yang terlihat.


.


.


"Kemana sih, Natasya. Gak dateng-dateng." Ucap Ara masih menunggu kedatangan Natasya di sekolah.


"Gue mau balas dendam gak bisa kan jadinya" Sambungnya.


Skip√


Uhuhu Otak Author udah mentok guys. Pengen Happy ending aja. Fokus sama novel satunya. Kalian gak pernah Like loh. Jahat dehhhh. Kasih bunga kek gitu. Nanti Author bikin yang lebih seru setelah mereka nikah. Ayo Vote, Like.... bagi Hadiah 😒


Eummm...Masih pengen berpetualang dengan novel ini, Tapi kalian gak ada yang Like. Huuu berasa gagal jadi Author 😣


Byee Assalamualaikum. kalau sempat Author akan terus Up. Makasih yang sudah mendukung selama ini. Thank For You.


Di usahakan Akan Up Terus kok. Tapi Bagi Like nya ya, author pengen kya author yang lain. Banyak notif. Sekali kali Coment gitu Para Readers.

__ADS_1


☁🎈🎈☁🎈🎈☁


🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈


🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈


☁🎈🎈🎈🎈🎈☁


☁☁🎈🎈🎈☁☁


☁☁☁🎈☁☁☁


✨🌺🌺✨🌺🌺✨


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


✨🌺🌺🌺🌺🌺✨


✨✨✨🌺✨✨✨


☁😘😘☁😘😘☁


😘😘😘😘😘😘😘


😘😘😘😘😘😘😘


☁😘😘😘😘😘☁


☁☁😘😘😘☁☁


☁☁☁😘☁☁☁


βœ¨πŸ’ŽπŸ’Žβœ¨πŸ’ŽπŸ’Žβœ¨


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


βœ¨πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Žβœ¨


βœ¨βœ¨πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Žβœ¨βœ¨


βœ¨βœ¨βœ¨πŸ’Žβœ¨βœ¨βœ¨


✨🌺🌺✨🌺🌺✨


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


✨🌺🌺🌺🌺🌺✨


✨✨✨🌺✨✨✨


☁😘😘☁😘😘☁


😘😘😘😘😘😘😘


😘😘😘😘😘😘😘


☁😘😘😘😘😘☁


☁☁😘😘😘☁☁


☁☁☁😘☁☁☁


✨🌸🌸✨🌸🌸✨


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


✨🌸🌸🌸🌸🌸✨


✨✨🌸🌸🌸✨✨


✨✨✨🌸✨✨✨


☁😘😘☁😘😘☁


😘😘😘😘😘😘😘


😘😘😘😘😘😘😘


☁😘😘😘😘😘☁


☁☁😘😘😘☁☁


☁☁☁😘☁☁☁


✨🌺🌺✨🌺🌺✨


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


✨🌺🌺🌺🌺🌺✨


✨✨✨🌺✨✨✨


✨🌸🌸✨🌸🌸✨


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


✨🌸🌸🌸🌸🌸✨


✨✨🌸🌸🌸✨✨


✨✨✨🌸✨✨✨


Love Buat Readers yang kasih Like and Vote. 🍸🌹🌹🍸🌹🌹🍸


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


🍸🌹🌹🌹🌹🌹🍸


🍸🍸🌹🌹🌹🍸🍸


🍸🍸🍸🌹🍸🍸🍸


🍸🍸🍸🌹🍸🍸🍸


🍸🎁😊❀☺🎁🍸


πŸ€πŸ’–πŸ’–πŸ€πŸ’–πŸ’–πŸ€


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


πŸ€πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ€


πŸ€πŸ€πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ€πŸ€


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ’–πŸ€πŸ€πŸ€


πŸ’˜πŸ‘—πŸ‘—πŸ’˜πŸ‘—πŸ‘—πŸ’˜


πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—


πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—


πŸ’˜πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ’˜


πŸ’˜πŸ’˜πŸ‘—πŸ‘—πŸ‘—πŸ’˜πŸ’˜


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ‘—πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


πŸ’§πŸ’”πŸ’”πŸ’§πŸ’”πŸ’”πŸ’§


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”


πŸ’§πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’§


πŸ’§πŸ’§πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’§πŸ’§


πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’”πŸ’§πŸ’§πŸ’§


🌴🐼🐼🌴🐼🐼🌴


🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼


🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼


🌴🐼🐼🐼🐼🐼🌴


🌴🌴🐼🐼🐼🌴🌴


🌴🌴🌴🐼🌴🌴🌴


πŸ”₯πŸ’‹πŸ’‹πŸ”₯πŸ’‹πŸ’‹πŸ”₯


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


πŸ”₯πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ”₯


πŸ”₯πŸ”₯πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ”₯πŸ”₯


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ’‹πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Miss you so much!

__ADS_1


__ADS_2