
Natasya masih setengah percaya dengan semua ini. Pasalnya tadi ia mencari Kunci mobil Kedalam tasnya tidak ada, tapi Nathan yang mencarinya langsung ada. Sepertinya ada yang janggal di sini??.......
Nathan mengemudikan mobil Natasya dengan sedang. Ia merasa bersalah melihat gadis di sampingnya yang menangis karena Kejahilannya.
Karena ingin menghibur Natasya, Nathan menjalankan mobilnya ke arah Danau yang ia ketahui jaraknya tidak terlalu jauh. Ia hanya ingin mempertanggung jawabkan kesalahannya pada Natasya.
Natahan menepikan Mobil di pinggir jalan, Natasya yang baru sadar akan hal itu langsung melirik ke arah Nathan.
"Ikut gue bentar yuk!" Ajak Nathan.
Natasya segera menggeleng kuat, Mood nya sedang turun untuk berdebat, ia hanya ingin pulang sekarang. Berendam pada Bath Up dengan tenang.
"Sebentar saja, Please" Mohon Nathan sambil memegang telapak tangan Natasya.
"Iya, tapi gak usah pegang-pegang elo!" Natasya menatap sinis Nathan, yang langsung melepaskan tangannya.
Natasya sedikit merapikan penampilan nya, begitu pula dengan Nathan.
Nathan ke luar mobil diikuti Natasya. Ia meminta Natasya untuk mengikutinya, dengan sangat terpaksa Natasya pun membuntuti Nathan.
Karena jarak dari jalan raya ke Danau harus menempuh dengan berjalan kaki, jadi mau tak mau Nathan harus mengajak Natasya untuk berjalan bersama.
"Ikh...Mau kemana sih Nath,,,gue capek tau.. pen tidur dengan tenang, bukan malah jalan kaki" Celetuk Natasya di tengah perjalanan.
"Sebentar lagi,,, gue yakin lo gak bakal nyesel kalo udah liat" Balas Nathan Melirik Natasya yang sudah setengah kesal.
Di ujung jalan, Nathan melihat sepeda yang di sewakan khusus orang yang akan pergi ke danau. Dengan Cepat Nathan mendatangi tempat sewaan itu. "Mau kemana lo!" Pekik Natasya Melihat Nathan yang semakin menjauh.
__ADS_1
Karena sangat lelah, Natasya pun duduk di bawah jalan dengan sendu. Ia hanya ingin Tidur dan menenangkan diri. Tapi Nathan malah menyuruhnya Jalan mengikutinya, Akhirnya di tinggal juga kan,,, Betapa Bodohnya Natasya.
Kring... kring... kring, Suara lonceng sepeda.
Natasya mencari sumber suara, Ia mendongak melihat Nathan yang tengah duduk di Sepeda. Ia segera berdiri, dan menyiritkan dahinya bingung.
"Ayo naik!" Ujar Nathan.
Masih berfikir dengan apa yang harus Natasya lakukan, ia malah menatap Nathan Sinis.
"Udah! Ayo naik. Emangnya gak capek jalan kaki!" Sambung Nathan, Natasya pun segera naik di belakang. Nathan sengaja menyewa Sepeda dua tempat duduk, agar Natasya nyaman.
Jduk...Sepeda baru saja melewati jalan berbatu hampir saja membuat Natasya jatuh.
"Pelan-pelan Dong pala batu! Gue nanti jatoh" Pekik Natasya tepat di telinga Nathan.
Nathan mengusap Kuping nya yang terasa berdengung. "Makannya pegangan, siapa suruh gak mau pegangan!" Ucap Nathan santai.
Dengan cepat Nathan mengambil satu tangan Natasya agar memegang pinggangnya. Awalnya Natasya ragu, tapi dari pada jatuh, Akhinya kedua tangannya itu sudah melingkar erat pada Pinggang ber sixpack Milik Nathan.
Sepeda itu berjalan melintasi jalanan. Terasa sekali udara sejuk nan segar, walaupun Sudah Siang, tidak menghalau Oksigen yang keluar dari Pohon hijau nan rindang di samping jalan untuk menyejukkan Pejalan.
Di jalan terlihat sepi, karena biasanya orang datang ke Danau pada Sore hari. Natasya tersenyum Lembut menatap sekeliling, seketika Mood nya kembali penuh. Ia merasa sangat senang sekarang.
Selang beberapa menit, mereka sampai di pinggir Danau. Mata Natasya seketika membulat sempurna, ia tak percaya dengan apa yang di lihat. Danaunya sangat indah, di sana banyak rerumputan hijau yang melengkapi keindahan Danau itu, dan banyak Pohon Cemara tertata rapi yang mengelilingi Danau. Terlihat sangat Menggoda mata untuk memandang.
Natasya turun dari sepeda dan menghirup udara segar. Lalu ia merogoh kantung bajunya untuk mencari Handphond. Tetapi Kosong!, HP nya tertinggal di Mobil. Betapa bodohnya dia, meninggalkan HP nya di Mobil tadi.
__ADS_1
"Kenapa?, Handphond lo ketinggalan!" Entah kapan Nathan datang, tiba-tiba saja sudah berada di samping Natasya.
Natasya cemberut, Ia tak bisa kalau tak mengabadikan Momen indah itu. Momen indah bukan berarti hanya bersama pasangan, tetapi Keindahan Danau itulah momen yang indah Bagi Natasya.
"Nih, lo pake HP gue aja!" Nathan menyerahkan HP nya pada Natasya.
Natasya melihat HP yang sudah berpindah posisi ke tangannya. "Gue pinjam!" Katanya.
Lalu Natasya pun Berpose Ria, dengan berbagai macam Gaya dengan HP milik Nathan. Seutas senyum terbit di Bibir Nathan.
'Dia lucu juga'Batin Nathan terus mengamati Natasya di bawah Pohon.
Seketika Natasya berbalik melihat Nathan. Sejenak Pandangan mereka bertemu, Natasya pun menghampiri Nathan dengan senyum yang terus mengembang.
"Pala Batu, Selfi bareng yuk. Soalnya lo dah bikin Mood gue balik lagi. Sekali kali Akur gitu yekan" Ucap Natasya jujur apa adanya.
Nathan tersenyum tipis menanggapi ucapan Natasya. Jarang sekali Nathan bisa tersenyum pada orang lain, kecuali Mommy nya.
Akhirnya mereka berselfi bersama Dengan berbagai macam Pose dan gaya.
Ada yang keren, Konyol, ada yang terlihat romantis, dan Ada yang saling tatap menatap. Semuanya mereka abadikan.
Dari Yang duduk di pinggir Danau DLL. Sepertinya mereka bisa di satukan, Bukan berarti Musuh akan menjadi Musuh terus bukan!!.
"Gue seneng banget Nath,,, Lo dah bikin gue Bahagia hari ini. Gak kayak biasa, yang marah-marah mulu kerjaan lo!" Natasya terus saja berceloteh, dalam perjalanan pulang, sambil memeluk erat Pinggang Nathan mesra.
Mereka pulang hamping menjelang Adzan Maghrib, Sampai-sampai Natasya Lupa, ia sudah berjanji pada Ara.
__ADS_1
"Akhh..... kemana tu anak, Akhirnya gue balik ke rumah, awas aja lu besok!" Gerutu Ara di kamarnya.
Skip√