
setelah selesai makan, ara ingin mengajak tasya, jalan.
"mamah. ara mau ajak tasya jalan...boleh kan" ucap ara memohon, berharap permintaan nya itu di kabulkan oleh mamanya.
"mau kemana memangnya ra" ucap mamah ara sambil mencuci piring, bersama tasya.
sedangkan ara hanya sibuk meminta izin.
"Ke mall mah, mau spa, boleh kan mah,,, ,soalnya tadi tu upacara, sampe 2 jam mah, mama gak kasian sama kami'"ucap ara memelas.
"pantesan kamu terlihat kusem ra" mamah ara malah meledek ara.
"ish mamah apaan sih, malahan ledekin ara" ucap ara cemberut.
"dek muka lo, nambah jelek kalo kaya gitu" ucap tara ikutan meledek.
"diem deh lo bang, berisik kalo lo dah ikut ngomong " ucap ara melotot.
"ihhh serem" ucap tara, dan langsung berlari ke kamar, saat sendok cantik itu akan melayang ke arahnya.
sendoknya mau ikutan juga katanya😂
" sudah-sudah, sini kembalikan sendoknya, mau mamah cuci" mamah ara langsung merebut sendok yang ada di tangan ara.
"jadi boleh kan mah" ara menunjukkan pup eyesnya.
Tapi dari tadi tasya yang melihat ara seperti itu.... hanya cuek, walaupun ia juga di bawa-bawa, tapi ia tetap fokus kepada piring dan gelas basah itu.
"yyyy boleh, asalkan jangan sampai maghrib"
"yey makasih mah, sayang banget deh sama mamah" ucap ara sambil mengecup pipi mamahnya berulang ulang.
"sudah-sudah kamu bau" ucap mamah ara menutup hidung nya dengan jari jempol dan telunjuk yang menghalangi lubang hidungnya.
"ih mamah ara kan sudah ganti baju tadi" lagi-lagi ara cemberut.
"iya cuma sekedar ganti baju" natasya menjelaskan, sambil meledek tiara.
"ish...kenapa semua orang harus meledek aku hari ini, pasti ini semua gara-gara hari pertama sekolah, uhh nyebelin banget"
ucap ara sambil mencibir.
"hahahaha" mamah ara dan tasya tertawa bersama.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
tap.... tap... tap
semua orang mengarahkan pandangan mereke masing-masing ke arah sumber suara itu.
mereka bertiga memicingkan matanya. Setelah melihat pemandangan yang sangat aneh menurut mereka.
tara langsung tersadar, ketika ia merasa menjadi pusat perhatian.
"kenapa? " tanya tara bingung.
"bwahaahahaha" ara tertawa keras, dan juga diikuti tawa oleh mama ara, dan tasya.
tara memincingkan matanya, karena kaget melihat mereka semua tertawa.
"bang lu mau ke mana, pakai baju bagus nya kebangetan " ucap ara mengejek "iya kamu mau kemana memangnya tar, gak salah pakai baju kamu" sambung mamah ara ikut bertanya.
"mau ke taman, sekalian olahraga sore"ucap tara santai.
"lo sehat kan bang tara, masa mau olahraga siang-siang begini, plus bajunya ini salah bang?, ga ada orang olahraga pakai baju kaya gini, ini ni baju buat ke pantai bang, emang abang kira olahraga itu kaya jemuran di pantai" ucap natasya menjelaskan, sambil menahan tawanya, yang ingin sekali ia keluarkan.
"iya tar, yang benar saja kamu" mamah ara menggelengkan kepalanya
"mungkin ia pikir matahari siang itu panasnya seperti di pantai hahaha" ara mengejek lagi
Tara yang di ejek seperti itu, hanya bisa diam dan menggaruk kepala nya yang tak gatal.
langsung saja, tara lari ke kamar untuk mengganti bajunya.
sedangkan yang melihatnya hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
*setelah membantu mama ara membersihkan dapur, ara dan tasya, menuju mall untuk, spa, dan perawatan kulit lainnya.
setelah pulang tasya dan ara bingung, karena kamar ara hanya muat untuk satu orang, tapi ara memiliki ide yang sangat tepat menurutnya.yaitu bertukar tempat tidur dengan abang kesayangannya, eh ralat abang ngebelinnya, gitu kata ara*.
"abaangg" ucap ara sambil mengetuk keras pintu kamar Tara.
"bentarr"ucap tara lesu dari dalam kamar.
ceklek..
"hooaam kenapa,,,, eh.... " ucap tara kaget ketika melihat natasya, yang juga ada di depan kamarnya, mendadak tara jadi salah tingkah . ia menjadi gugup.
"kenapa lo bang, sampe keringetan gitu......" ara melirik ke arah tara yang gugup.
" ga-ga papa, kalian mau ap-apaa kesini" ucap tara sambil menaik turunkan nafasnya, agar tidak gugup.
Ara yang melihat itu hanya cuek, karena ia tidak mau lama-lama diam di situ, dan juga ia sudah sangat mengantuk. kalau natasta jangan di tanya lagi, ia hanya tersenyum tersenyum,dan cengengesan sendiri membayangkan pangeran nya, itu lah yang membuat tara gugup, tara pikir natasya dari tadi senyum ke arahnya.
hahaha tara kegeeran ......
"hoam gue sama tasya, mau tukeran kamar sama elo bang, kamar gue ga muat,....... buat berdua" ucap ara menahan kantuknya.
Entah kenapa tara langsung saja mengiya kan ucapan ara, dan ara langsung menarik tasya untuk masukke dalam kamar tara, karena ara tau saat tasya sedang memikirkan pangerannya, ia tidak tau arah, jadi langsung saja ara menariknya,
__ADS_1
sedangkan tara langsung masuk ke kamar ara dengan perasaan waswas, apa lagi kamar ara itu benar-benar kamar cewe, tidak ada cowo-cowonya sama sekali.
di kamar tara
kamar bernuasa hitam dan putih yang adem di lihat dan nyaman di pakai.
mungkin gue biarin tasya tidur sama lo, belum mukhrim gak boleh" ucap ara menahan kantuk yang sudah menyerangnya.
Entah karena gugup atau apa
tara tidak berfikir panjang lagi, ia langsung mengiyakan apa yang di minta ara. dan pergi ke kamar ara.
Ara pun langsung menarik tangan tasya untuk masuk ke dalam kamar tara. karena ara tau, kalau tasya tidak mungkin tau arah kalau sudah bengong seperti itu 😳.
Di dalam kamar tara
n
'loh ini gue di mana, kok kamar cowo'batin tasya.
ia melihat ke sebelah kanannya ada ara, yang sudah tertidur nyenyak,
'pasti ara yang narik gue masuk sini, ah udahlah gue lanjutin aja halu gue, biar langsung tidur'.
Dan terjadilah peperangan di mimpi mereka masing-masing.
Di kamar ara
"ish bodo banget sih gue, kok mau aja di suruh begitu sama ara, ahhh.....nyebelin, lebih baik gue tidur di sofa aja.
tapi nanti badan gue sakit semua" akhirnya tara pun pasrah tidur di ranjang ara yang sangat cute cute cute 😍
Di kamar nathan
"rendy, lo ngapain sih senyum senyum sendiri, waras gak sih lo?" ucap nathan memukul lengan rendy keras.
rendy langsung kaget dan melotot ke arah nathan.
"santai lah bro" ucap nathan meledek.
"gue waras gue waras, gak usah di tanya nath" ucap rendy ketus dan langsung memunggungi nathan yang masih bingung
"yaudah gue juga tidur dasar lu gak jelas" ucap nathan membalikkan badannya dan juga memunggungi rendy. dan rendy tidak ambil pusing dengan sikap nathan yang kepoan, dan tidak pekaan. walau ia memiliki mantan yang lumayan banyak, tapi itu semua, karena ia tidak tega menolak cewe. iya itu semua yang nembak mantannya....bukan nathan.
Dan akhirnya mereka terlelap, dan masuk ke dalam mimpinya masing-masing.
contoh gambar kamar nathan di indo.
selama di london mereka pun tidak pernah pisah kamar, dari kecil.
walaupun pernah di tawari, tetapi nathan menolak karena menurut ia, sangat sepi kalau tidur tidak ada yang di ajak ngobrol, dan di jaili. Iya nathan memang sangat jahil dari dulu, karena itu rendy lebih baik cuek dari pada meladeni nathan.
skip√
__ADS_1