
Saat mobil Raka sudah pergi dari parkiran, Rendy segera memerintahkan beberapa bodyguard pribadinya untuk mengikuti mereka agar selamat sampai tujuan. Tanpa sepengetahuan mereka bertiga. Setelah itu ia langsung masuk ke dalam Hotel XXX untuk menemui seseorang yang tadi menelfon nya.
Rendy berjalan berkeliling sambil celingukan mencari seseorang.
"Mana sih ini orang, Minta bantuan tapi gak kasih tau lokasinya di mana! " kata Rendy geram sambil terus berjalan dengan terus ngedumel.
Saat ia berjalan beberapa meter ia melihat ada dua orang yang terlihat tidak asing di lihatnya.
Rendy pun menghampiri mereka. "Hayyy....... " ucap Rendy menyapa dengan ramah.
"Aaa kamu gak boleh pergi.. "Ucap salah satu orang yang tengah memaksa seseorang untuk tetap berada di sampingnya.
"Lo gak liat apa!!!, temen gue udah datang. jadu gue mau balik sekarang! " Ucap orang itu dengan nada Marah.
"Nanti aja nath....... plisss?? " Mohon orang itu, yang tak lain adalah Lusi. Dan yang di paksa itu tak lain juga adalah Nathan.
"Gue mau balik!!, nanti di cari Daddy sama Mommy" kata nathan dengan kasar.
"udah-udah jangan ribut okey. Gue ke sini mau jemput Nathan, Tadi bokap sama nyokap nya Nathan udah telfon gue buat balik bareng sama dia" Jelas Rendy kepada Lusi yang masih saja Merengek seperti anak kecil yang meminta permen loli.
"Aaais tapi gue maunya Nathan nemenin gue di pesta khusus keluarga gue sampai malemm" bujuk Lusi agar Nathan mau mengikuti keinginannya.
"Ow iya,, Btw gue punya sesuatu buat elo" kata Rendy sambil merogoh kantongnya dan mengeluarkan satu kotak kecil kado yang sangat lucu.
Lusi pun segera menerimanya, dan membolak balik kado tersebut. "Apaan nih Ren kok kecil banget, pelit banget lu ah" protes Lusi.
"yah lu mah jahat banget, masih mending gue kasih" kata Rendy cuek.
"hehehe yaudah deh kalo lo ikhlas gue terima" ucap lusi dengan fikirannya yang masih bingung dengan isi kotak kecil tersebut.
Ketika Lusi masih sibuk melihat Kotak kecil itu,Nathan juga tidak mau menyia nyiakan kesempatan emas yang ada di depannya. Karena itu ia langsung bergegas dengan perlahan lahan meninggalkan Lusi dan Rendy yang masih sibuk mengobrol.
Saat ia sudah lumayan jauh dari mereka berdua, Nathan segera berlari menjauh dari hotel dan mengendarai mobilnya ke luar area hotel.
"Loh Nathan kemanaaaa....a" kata Lusi panik.
"Iya ya Nathan kemana" Ucap Rendy tak kalah panik. 'gak ngajak ngajak lagi kaburnya huh sial, gue ngebantuin nathan' gumam Rendy pelan, tetapi masih terdengar samar-samar di telinga Lusi.
"Lo ngomong apaan sih, gue gak denger?" tanya Lusi.
"Gapapa kok. yaudah kalau gitu gue langsung pulang aja, dari pada di sini ngapain juga" Kata Rendy sambil berlalu dari hadapan Lusi.
"Sial banget sih gue hari ini. udah Dansa sama bocil, Nathan kabur, apa lagi coba. Semuanya berantakan !!!! haah...!!" Geram lusi sambil memukul angin. yaiya lah mukul angin, yakali mukul dinding. kan lusi gak sejago itu 😂.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Rendy berlari ke luar area hotel sambil ngosngosan mencari Nathan. "hosh hosh hosh. Tu anak kemana sih, gue capek banget.....gak kuat lari lagi hosh hosh hosh" Ucap Rendy sambil menyandarkan tubuhnya pada Pagar tembok di samping nya.
"woyyy" teriak Seseorang dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya ke arah Rendy.
'Itu kan mobilnya Nathan??, awas lo nath!!' batin Rendy geram. Sambil berjalan menuju mobil.
Brakkk..... Nathan terperanjat kaget, karena Rendy menutup mobil dengan kencang sehingga membuat suara yang cukup keras.
"Lo mau ngerusakin mobik gue ya!!!!" bentak Nathan sambil melotot.
Rendy menelan salivanya kasar bercampur dengan kegugupannya.
"lo sih! mau kabur gak ngasih tau gue?, jadinya gue lari takut di tinggal ama elo " balas rendy sambil menengangkan jantungnya yang masih berdegup karena berlari tadi.
"Tapi jangan luapin emosi lo ke mobil gue donggg!!!" Ucap Nathan dingin dan tajam.
"Iya iya, bawel% gak bersyukur banget di bantuin. orang udah mau dapat calon pacar, eh lu nya nelfon" Kata Rendy sinis.
citttt... suara .Nathan mengerem mobil secara mendadak.
"lo yang nyari masalah sama gue, lo tau kan gara-gara elo gak dateng bareng gue. jadinya gue kayak slime di tempelin mulu"Ucap Nathann membara.
Nyali sahabat Nathan itu langsung menciut dalan sekejap. "Kan gue nyari partner" balas Rendy gugup.
"Iya gue tau. tapi lo janji bakal bantuin gue waktu itu!" ucap Nathan mengingatkan.
"iya sory deh, gue lupa" Rendy meminta maaf dengan ikhlas.
Nathan pun hanya mengabaikan permintaan maaf Rendy tanpa memikirkan untuk menjawabnya.
.
.
.
.
Rumah Nathan
Mereka berdua segera berjalan masuk ke dalam rumah. Dengan Nathan yang berjalan cepat dan Rendy membututinya. Karena ia tahu kalau Nathan masih marah kepada nya.
'Ah kenapa gue sampai ngomong begitu sih.... kan jadinya Nathan marah' Batin Rendy panik.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tamu, Nathan tetap saja mengabaikan kedua orangtuanya yang duduk Di sofa. Orang tua Nathan hanya menatap nya dengan tatapan aneh, Sedangkan sekarang mereka menatap Rendy untuk meminta penjelasan.
"Eh tante kapan sampai?" tanya rendy sambil menyalimi Mommy Nathan yang baru pulang dari parris.
"Tadi habis Maghrib Mommy baru sampai rumah, udah di bilang jangan panggil tante juga, masih aja" Tegur mamah Nathan.
"Hehehe iya mom. ya-yaudah kalo gitu rendy pamit mau ke kamar dulu ya mom, dad. assalamualaikum " Ucap Rendy sambil buru-buru berlari ke arah kamar.
"Waalaikumussalam. mereka kenapa ya dad?. kok kayak ada masalah gitu?, selama mommy tinggal gak terjadi apa-apa kan???" tanya mommy Nathan beturut-turut.
Daddy Nathan berfikir sejenak, "Kalau di fikir sih belakangan ini gak ada masalah mom, baik-baik aja kok. Kemarin juga mereka masih kompak"Jeals Daddy Nathan.
"Kalau gitu mommy samperin Nathan aja dad, Masa baru di tinggal bentar udah kacau aja!" Kata Mommy.
"Tapi kan kita baru ketemu sayang, masa mommy main tinggalin daddy di sini. Jangan gitu lah, besok aja ngomong sama Nathannya!!" Bujuk Daddy.
"Nanti gak kelar-kelar masalahnya, udah lah Daddy nunggu Mommy di kamar aja, nanti mommy ke sana, byee" Pamit Mommy dan segera berjalan ke arah kamar Nathan.
"Yah pulang-pulang bukan nyenengin suami, Malah anak yang di urusin huh" Kesel Daddy sambil berjalan ke Kamarnya dengan muka yang ditekuk.
.
.
.
.
.
Di dalam kamar Dua sahabat yang sedang bertengkar sedang fokus dengan kesibukan masing-masing.
'ini semua Gara-gara Rendy' batin Nathan
Nathan sedang duduk di Meja belajar sambil berkutik dengan laptop nya. Sedangkan Rendy masih merasa bingung karena, jarang sekali Nathan mendiamkannya selama ini. Kacuali pada waktu masih kecil mereka berdua memperebutkan mencium pipi seorang gadis kecil.
Flashback On
.
.
.
.
.
Next ya flashback nya, udah lebih dari 1k. ---- Makasih jangan lupa Like, and comment. Butuh banget saran guys, ramaikan kolom Comentar........... plisss.
__ADS_1