Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
SadBoy


__ADS_3

"Hahaha lagi lagi gue sendirian...." seseorang tertawa sumbang.


Pemuda tampan itu duduk sambil menyenderkan kepalanya pada dinding balkon. Dengan Senyum miris yang menghiasi wajah tampannya.


"Gua gak nyangka!, semua ini bakal gue rasain. Kekurangan gue adalah...Jarang bisa jatuh cinta. Eh sekalinya jatuh cinta beneran, malahan tidak bisa memiliki. Miris nasib lo Ren, ren. Lo kurang beruntung!!!". Ucap pemuda itu yang tak lain adalah Rendy Pratama. Pemuda yang sedang berada di fase patah hati....Kretak 💔 Hancur berkeping keping


"Gini rasanya jadi SadBoy. Miris, kayak diiris iris🔪" Ucapnya sendu.


Sekarang Rendy berada di balkon kamarnya, Sendiri....Iya Rendy sendirian di rumah besar Nathan. Entah apa yang ingin dia lakukan, ia pun tak tau. RASANYA Seperti rela mati detik ini juga.


"Gue butuh Refreshing!!!" Pekiknya tiba tiba dan beranjak dari duduk senderannya, lalu berjalan menuju Walk in Closet.


Tidak sampai 5 menit, Rendy sudah siap dengan pakaian santainya. Lalu mengambil kunci motor sports nya.


Ternyata Rendy Punya motor sports ges, dia tidak pernah menggunakan motor. Ya...... karena dulu dia kemana mana pasti berdua dengan Nathan. Sampai sampai mereka pernah dioloki H*mo.


*H*mo kok tampan, and cool lagi*. Mana mungkin hom* beneran 😂


Walau begitu, tetap tidak mengurangi fens yang mengiDolakan mereka berdua.


"Bibik, Rendy keluar dulu. Bibi jaga rumah sampai Mommy and Daddy pulang" Ujar Rendy sambil memakai helm nya, lalu berjalan menuju garasi. Diangguki bibi.


Cukup 5 menit ia memanasi motor sports nya yang jarang di pakai. Setelah itu melajukan motornya dengan kecepatan rata rata.


Sesampainya di cafe yang biasanya untuk tongkrongan anak muda pada malam hari. Rendy langsung masuk dan duduk di salah satu mini Bar.


"Halo bro!!!" Sapa salah satu teman Rendy menghampiri nya.


"Halo" balas Rendy memaksakan senyumnya.


"Tumben lo mampir ke Cafe bokap gue, ada apa gerangan?. Btw si sohib rasa sodara lo kemana?" Tanya nya sambil celingukan mencari keberadaan Nathan.

__ADS_1


"Gue sendiri!"


"Wah tumben amat tu cecunguk tampan gak dateng! sayang sekali"


'Yaiyalah mungkin sekarang dia lagi mesra mesraan sama pujaan hati gue' Batin Rendy Miris.


"Dia lagi sibuk!" Balas Rendy singkat nan padat. Yang ia inginkan sekarang adalah berusaha melupakan semua yang terjadi, bukan malah tambah mengingat kejadian Menyakitkan itu.


"It's okey lah. Ayo bersenang senang, Lupakan saja kalau besok sekolah. Kalau mau pesan tinggal bilang ke pelayan" Ujarnya tersenyum pada Rendy lalu perlahan pergi dengan gaya cool.


.


"Misi!!!, gue boleh tanya sesuatu gak" Ucap Seorang Cewek tiba tiba datang pada Rendy.


Cewek itu terus menunduk menatap tasnya sembari bertanya lagi pada Rendy yang masih enggan menjawab.


"Eh mas, bisa denger saya kan!" tanya nya lagi lalu mengangkat wajahnya menatap Rendy.


"Kenapa mba?" tanya Rendy kemudian.


"kamu Rendy Pratama kan!!!" Pekiknya Heboh, membuat Rendy mengangguk Seketika.


"Awwww, Aku ngefens banget sama kamu!!!. Boleh Foto bareng gak?" Pintanya memohon, menatap kagum ke arah Rendy.


Dengan terpaksa Rendy mengangguk, ia tak ingin banyak bicara sekarang.


"Oke. Mas pelayan!!, (Memanggil pelayan laki Laki) Tolong fotoin kami berdua ya" Ujarnya memberikan Handphond dan menarik Rendy agar berdiri.


Rendy sedikit terkejut akan tarikan itu. Tapi ia segera menetralkan raut wajahnya menjadi Cool kembali.


Ckrek...Ckrek...Cekrek

__ADS_1


Beberapa potretan dengan berbagai macam gaya yang di tampilkan. Tentu saja hanya cewek itu yang bergaya, Rendy hanya diam dan hanya kadang berpindah posisi dengan wajah datar, pun...tidak mengurangi kadar gula di wajah yang ia miliki, Manis.... Begitulah pandangan orang orang ketika melihat wajah Rendy.


"Makasih Rendy, Thank bangettt saya senang sekali. Boleh bales DM saya gak di IG?"


Rendy segera duduk dan menggelengkan kepalanya. "Gue lagi gak Mood. Lo boleh pergi" Ucapnya Datar.


Mendengar ucapan Rendy, tak membuat cewek itu mundur. Ia malah mendudukkan badannya di kursi kosong sebelah Rendy.


"Btw kenalin nama gue Riri, Kita emang beda sekolah si. Tapi ada teman gue yang satu sekolah sama lo!" Ucapnya mengulurkan tangan nya, tetapi tidak di sambut oleh Rendy.


Dan mungkin ini pertama kalinya Rendy mengabaikan Fens nya. Biasanya ia selalu berbangga kalau ada wanita yang menyapanya apa lagi kalau hanya sekedar berkenalan, dengan senang hati ia akan mengingat namanya. Tetapi tidak untuk saat ini, Mood Rendy sedang tidak baik.


" I'ts Okey. Mood lu sedang tidak baik. Gue paham" Ucapnya.


"Mending sekarang lo pergi dari hadapan gue sekarang. Gue pengen sendiri!!!" Gertak Rendy


"Oke gue balik. Thank fotonya, gue minta izin Post di IG gue. Bye, gue pergi!!" Ucapnya perlahan berangsung mundur meninggalkan Rendy.


"Huhhh, Gak ada hiburan di sini" Gumam Rendy. Lalu setelahnya menatap Cewek yang tadi menghampiri nya, sedang naik ke atas panggung.


.


.


"Permisi semuanya!! Gue mau nyumbang lagu boleh gak" Teriaknya dari atas panggung.


"Boleh!!" Jawab para pengunjung.


"Lagu ini gue nyanyikan buat seseorang lelaki yang sudah mengisi hati gue" Ucapnya sembari menatap Rendy lembut. Lalu dihadiahi Tepukan tangan oleh semuanya kecuali Rendy.


'Apaan sih tu cewek!' Batin Rendy jengah.

__ADS_1


Skip√


__ADS_2