
Pagi harinya
Saat Sarapan, Mommy Nafisa masih enggan membuka mulutnya untuk sekedar berbicara atau memakan makanan yang Natasya masak.
"Sayang!!, jangan begini terus. Aku tidak akan tenang nanti" Ucap Daddy Nicho dengan lesu, Ia pun ikut lemas. Karena semalam tidak makan juga, melihat Istrinya yang tidak makan, membuatnya Ikut merasakan kesedihan yang di alami.
"Dad, Daddy makan saja. Kalau Daddy tidak makan juga. Siapa yang akan menjaga Mommy" Ujar Natasya.
Daddy Nicho mengangguk, dengan pelan ia menyantab makanan yang sebenarnya terasa sangat enak, hanya saja hatinya sekarang masih mendung.
Yang lainnya pun makan dengan tenang tanpa sepatah katapun, kecuali Nafisa.
"Lauren kemana?" tanya Nafisa tiba² membuat Daddy Nicho tersedak.
Uhuk uhuk Uhuk
minum Dad
Semua memberikan Daddy Nicho minum
Nicho menetralkan tenggorokan nya yang tearasa sedikit panas akibat tersedak bumbu yang sedikit pedas tadi. Lalu berkata dengan pelan, agar tidak membuat sang Istri Overthingking.
"Maksud kamu apa sayang?"
Nafisa menatap suaminya itu dengan tatapan setajam silet. "Aku tahu, kalian semua menyembunyikan sesuatu kan!, Seperti kata Natasya kemarin, Lauren meninggal. Apakah itu benar" Ucap nya berusaha tenang.
Walau ia sudah percaya dengan Ucapan Natasya 80 persen, karena setelah ia mengecek kandang Lauren tadi malam secara diam-diam. Dia sama sekali tidak melihat batang hidung kucing kesayangan nya itu.
Rendy angkat bicara, ia tahu Daddy Nicho pasti tidak akan bisa menjawab.
"Lauren, aku ungsikan di Eropa Mom" Delikan tertuju Pada Rendy setelah mengucapkan kata itu.
"Apa maksudmu?" Sinis Nafisa.
"Emmm. Lauren...."
Belum selesai Rendy mengucapkan sesuatu, Nathan langsung memotong nya.
"Ya Mom. Lauren harus terlihat lebih cantik untuk Leo. Dia butuh perawatan dari tempat asalnya"
__ADS_1
hufttt
Semua orang bernafas lega, mendengar ucapan Nathan.
"Kenapa tidak minta izin terlebih dahulu?" tanya Nafisa dengan nada lembut.
Emosinya sudah reda.
"Aku tidak tahu. Itu semua rencana Rendy" Jawab Nathan enteng, membuat sang pemilik nama memelototkan matanya.
"Tasya?, lalu maksudmu Lauren meninggal kemarin siang itu apa?" tanya Nafisa dengan alis yang bertautan.
Natasya gugup, Sekarang ia membenarkan ucapan Nathan, yang begitu takut untuk memberi tahu hal ini pada Mommy nya.
"Emm....Tasya hanya menjalankan rencana ini dengan baik. Yaaa, kami Ngeprank Mommy. Anddd Berhasil yeee"
krik krik
beberapa detik suasana di meja makan itu menjadi senyap, tapi setelah itu.
Horeee
Semua bersorak.
"Iya Unty, Kami hanya mengerjai Aunty" Timpal Bianca agar Nafisa benar-benar yakin dan percaya.
"Iya Mom" Sambung Nathan dan Rendy bersamaan.
Uhhh akhirnya beres juga. Tinggal mencari Lauren yang baruu.
"Yaudah kalau gitu, Mommy makan dulu ya sekarang, Natasya udah masak buat Mommy dan yang lain" Ucap Natasya memberikan nasi serta lauk pauk yang ia masak pada piring Nafisa.
"Waahh ini kesukaan Mommy' Menunjuk salah satu makanan kesukaannya.
Natasya mengangguk, dan melanjutkan makannya.
Tap tap tap
Suara langkah kaki mengambil perhatian semua makhluk hidup yang ada di sana.
__ADS_1
"Haloo....Selamat pagi Besankuu!!" Pekik Nadira menghampiri Nafisa yang hampir saja tersedak akibat ulah sang sahabat serta besannya itu.
Nafisa berdiri berhadapan dengan Dira. "Hmmm aku berniat akan mengunjungi mu siang ini. Tapi lihatlah, kamu sudah mengunjungi ku terlebih dahulu" Gerutu Nafisa sambil berkacak pinggang.
"Maafkan aku cantik, aku hanya ingin memberi Surprise pada kalian semua" Melirik seluruh keluarga dengan tatapan bersalah.
Nathan dan Natasya bangkit, bersalaman lalu berpelukan.
"Asya kangen sama Mamah" Natasya memeluk Dira.
Senyum simpul terbit di bibir Nathan.
"Nathan juga rindu dengan Mama" Timpal Nathan meledek istrinya.
Natasya mendelik malas pada Nathan.
"Ounch, Menantu Mamah ternyata rindu dengan mertuanya. Ayo sini pelukan sama kita" Dira yang hendak menyambut Nathan dengan pelukannya, di hentikan Natasya.
"No no. I still miss Mama. You'll come later, Nath" (Tidak. Tidak. Aku masih rindu dengan Mamah. Kamu nanti saja ya Nath)
Nathan mengerucut kan bibirnya, Dia berharap sang istri akan mengalah. Ia hanya ingin mengetes saja.
Melihat anak nya bersikap manja dengan besannya, membuat Nafisa tersenyum senang, lalu dengan senang hati ia memeluk putra tampannya itu.
"Kamu peluk Mommy aja, Mommy sama sekali tidak keberatan" Ucap Nafisa. Nathan membalas pelukan sang Mommy dengan hangat. Selama beberapa minggu ini, Nathan tidak pernah bermanja dengan Nafisa. Karena sudah ada tempat bermanjaan dia yaitu Natasya. Dan juga Yang selalu menjadi tempat keluh kesah nya sekarang.
"Aduh Daddy di kacangin" Gerutu Daddy Nicho memperbaiki dasinya yang sedikit miring.
"Maaf Pak Nicho, Suami saya tidak ikut tadi. Ia ada meeting pagi bersama Klient di Bandung. jadi dia tidak bisa mampir" Ucap Dira pada besannya.
"Ahm. Tidak masalah Bu Nadi, Saya juga akan berangkat ke kantor sekarang" Jawab Nicho dengan Formal.
"Ayolah, jangan kaku begitu. Sekarang kita adalah keluarga, Jangan menggunakan Bapak dan Ibu, jadinya terdengar seperti orang tua. Memangnya kalian mau di kira sudah punya cicit" Jelas Nafisa, membuat kedua orang yang di beritahu menjadi terdiam.
"Bagaimana Mom" tanya Natasya dan Nathan dengan heran.
"Ya, itu sebuah kode. Agar kalian memberikan kami cucu"
Ohok ohok
__ADS_1
Skip √
Waduh, siapa itu yang batuk.