
Flashback on
Kantin sekolah
"Dir, nanti sore kita jalan ke Mall yukk!!! "Pekik Seseorang di balik pohon Mangga besar yang menjulang tinggi.
"Males ah" jawab Seorang gadis cantik berseragam SMA yang bernama Nadira, tetapi sering di panggil Dira.
"Gapapa lah sekali-kali. Masa cuma gara² insiden waktu itu kamu jadi ogah keluar rumah, kecuali ke sekolah."Gadis cantik satunya ini Memohon sambil melangkahkan kakinya mengelilingi pohon Mangga yang rindang itu.
Yang sedang di lakukannya adalah hal yang tidak pernah ia lupakan saat jam istirahat maupun jamkos.
"Aku trauma fis" Dira bergidik ngeri mengingat kejadian beberapa minggu lalu.
Orang yang biasa di panggil Fisa itu pun Menghela nafas panjang dan langsung duduk di kursi panjang yang memang sengaja di taruh di bawah pohon mangga yang rimbun itu.
Tatapannya lurus kedepan seperti sedang berfikir sesuatu. "Nah, itu yang salah!!! Karena kamu sering menjauh dan terus terusan menghindar, Malah membuat kamu menjadi trauma akan hal itu-" Ucapnya Menatap Dira mengentimidasi.
"Maka dari itu kamu harus bisa menyikapi semua ini dengan baik. Kalau kamu menghindarinya? yang terlihat itu seperti kamu yang bersalah, padahal kamu tidak melakukan apapun!!! " Sambungnya.
Dira berfikir di dalam otak cerdasnya yang kadang ngelag sendiri.
"Benar juga sih fis!. Aku harus membela diri sendiri!! bukan malah menghindar seperti maling yang tertangkap basah! " Otak cerdas itu akhirnya bisa kembali menyambung kabelnya yang sempat terputus beberapa waktu.
"Otak kamu itu secerdik kancil, tapi semua itu tetap harus sedikit masuk lewat otak siputku. Huhh" Keluh Fisa. Nama asli Fisa adalah Nafisa.
"Hehehe kita kan satu, Jadi harus punya kabel penyambung!" Ujarnya.
"Serah mu dah" Fisa pasrah.
.
.
Gubrak... (Suara meja di gebrak)
"Kalian mau jalan nggak ajak² Anggun!!!! Jahat kalian" Ucap Sahabat mereka berdua dengan emosi yang memuncak dan mata yang menahan sumber air yang ingin mengalir deras.
Dengan segera Dira dan Fisa mengelus pundak Anggun agar merasa tenang, dan tidak salah faham.
"Kita jalan bareng kamu kok, tenang aja! " Jelas Dira sambil mengelus wajah manis yang di miliki Anggun.
__ADS_1
Dengan tersedu-sedu ia menjawab "Se-serius??? " Ucapnya sambil menatap keduanya.
Tanpa ragu mereka berdua mengangguk meng'iyakan. Apalagi mana mungkin mereka pergi tanpa Anggun. Apa kata dunia???
"Siapa yang suruh kamu lama-lama di toilet, jadi ketinggalan info kan?!!!" Oceh Nafisa geram. Melihat tingkah Sahabatnya yang satu ini. Sering salah paham, ngambekan, manja, pokoknya komplit lah.
"Ya?? kan bukan sepenuhnya salah aku dong!"Balasnya santai.
Baru saja Nafisa hendak menjawab, tetapi lengannya keburu di sikut pelan oleh Nadira.
"Udah yang penting habis pulang sekolah kita langsung OTW yekan!! "Ucap Nadira Yang berniat untuk melerai pertikaian kecil di depannya.
"Iya!! " Jawab mereka. Walau yang satu masih sebal, tetapi yang satu sudah merasa sangat bahagia yang hakikiii. wkwk 😂.
.
.
MALL
"Serius ni??, kita gak ganti baju dulu" Ucap Anggun Ragu.
"Ngapain ganti baju. Yang ada nanti malah ribeeeedd! " Balas Nafisa sinis.
"Udah-udah Ayo kita jalan cari tas branded" Ujar Nadira sambil menarik kedua lengan sahabatnya.
.
.
"Wah bagus bangett" Pekik Fisa dan Anggun bersamaan.
Dengan secepat kilat Anggun dan Fisa berlari ke deretan sebelah kanan, di mana tempat tas kecil imut berkisaran harga puluhan juta rupiah berada.
Mereka bertiga adalah orang yang sangat royal. Sehingga di sekolah sering di juluki Trio Cantik Royal.
Sedangkan Dira! tidak terlalu heran dengan tas kecil unyuk itu, karena Mamahnya selalu membelikannya? sehingga tas yang banyak seperti itu hanya terpajang di lemari kaca rumahnya.
Ia lebih tertarik melihat perhiasan Emas di samping toko itu.
Mendekati Toko perhiasan itu dan berniat membeli gelang couple untuk kedua sahabatnya.
__ADS_1
Saat sedang asik memilih, sambil tersenyum senyum sendiri. Tiba-tiba ia di kagetkan dengan suara yang amat menggelegar di telinganya.
"Lo Ngapain pacar gue hahhh!!!! " cewek itu emosi melihat pacarnya yang tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Dira.
"Memangnya saya ngapain pacar tante??? " Tanya Dira polos.
Cewek itu melotot tak percaya mendengar panggilan yang di berikan Dira padanya. "Tante² lo kira gue udah tua apa!!!!. Masih SMA udah berani ngehina orang!, mau jadi apa lo kalau udah besarrr!! " Teriak orang itu tanpa malu. Padahal sekarang mereka menjadi pusat perhatian semua orang.
"Saya tidak menghina tante kok? saya cuma bertanya saja" Balas nya santai.
'Aku gak boleh kabur, aku gak salah'batin Nadira terus menyemangati dirinya.
Dengan sekuat tenaga Orang itu menampar pipi mulus nan lembut milik Nadira.
Plakk!!! Suara itu menggema di setiap sudut ruangan.
Nadira menatap orang itu sinis, ia meremehkan tamparan yang habis ia dapatkan.
"Itu hadiah dari gue buat lo! anak SMA!!!" Ucapnya lalu berlalu pergi dengan menarik lengan pacarnya yang masih tersenyum genit kepada Dira.
Semua orang pun bubar melihat pertengkaran yang menurut mereka tidak seru. karena si pemeran utama tidak bertindak sama sekali ketika di tindas. Walau masih tersisa beberapa cowok yang masih betah memandang Dira.
"Pergi lo semua!! " Ucap Nafisa galak mengusir para buaya.
"Syuuuh" Usir Anggun dengan gaya mengusir semut kecil.
"Cih dasarr" umpat Nafisa.
"kamu gapapa Dir??? " Panik Nafisa mengecek keadaan Nadira.
"Aku gapapa. Lagian itu cuma Tamparan Alay!! "
ucapnya santai.
"Woah Kece abis, padahal suaranya keras banget loh. tapi sama sekali gak ada bekasnya" Puji Anggun sambil menoel-noel dan menusuk pipi chuby milik Dira yang sedikit mengembung.
"Nah gitu dong jangan ngehindar, Pasti ini berkat uji coba di persilatan kemarin hahaha " Nafisa tertawa,
Setelah mengerti apa yang diucapkan Nafisa mereka pun ikut tertawa.
Semenjak saat itu Nadira tidak takut dengan siapapun yang ingin menindasnya.
__ADS_1
Flashback Off