
Pulang sekolah
"Pan kapan mao gak, kita Dobel det" Celetuk Ara tiba-tiba saat mereka sedang jalan menuju Mall terdekat.
Natasya menyiritkan Keningnya. "Dobel det??" tanya Natasya.
"Double Date kali?" Sergah nya membenarkan ucapan Ara.
"Haaa itu lah pokoknya. Biasalah produk Lokal gitu, mana bisa bahasa inggris" Bangga Ara.
Natasya menggelengkan kepalanya. "Serah lu deh Ar, Soal Double Date, gue nanti tanya Nathan dulu" Jawabnya kemudian kembali tersenyum mendengar notif dari Sang Paksu.
Ara diam-diam mengintip, chatan Natasya dan Nathan.
"Eittss mau apa lo" Menjauhi kepala Ara dari ponselnya.
Ara mendengkus. "Gue kepo aja. Kenapa kalian mendadak jadian secepat ini. Bahkan kalian masih ribut, dua minggu yang lalu!" Ketus Ara.
"Ya, setelah lo ninggalin gue waktu itu. Gue sama Nathan sempet cekcok. Terus Kunci mobil gue hilang, dan Sampe akhirnya Nathan ngajak gue ke danau yang sangat indah. Gue gak tau itu danau apa"
"Terus gue sama dia selfi bareng. Dan kita lupain permusuhan kita sejenak"
Natasya tersenyum mengingat hal itu, tapi seketika ia kembali mengingat keesokan paginya. Mereka ketuduh sedang berbuat mesum, dan pada akhirnya mereka menikah.
"Dan lo gue hubungi gak bisa. Dan pada akhirnya gue pulang naik Taxi" Sambung Ara.
"Hehe. Sory Handpond gue ketinggalan di mobil" Natasya cengengesan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kyaaa gue seneng bangettt bisa beli barang Couple lagi" Ucap Ara, setelah keduanya memakai Pakaian Couple.
"Iya ya, udah lama banget kita gak jalan" Sambung Natasya tersenyum melihat penampilannya.
__ADS_1
Natasya melihat arloji di tangannya. 'What?? udah jam lima!!, gue bisa telat pulang nanti' batin Natasya panik.
"Ini kartu kredit gue Ra, Gue mau balik dulu" Panik Natasya hendak berlari keluar Toko, tetapi pergerakannya di tahan Ara.
"Ngapain lo??, mau ninggalin gue sendiri di sini. Gak asik ah. Biasanya juga sampe jam Lapan" Rajuk Ara. Melengos.
Natasya mendesah pelan. "Gue buru-buru Ra!, gue harus pulang sekarang"
"Gak!, lo gak boleh balik!, kita harus Have Fun malem ini"
Natasya berusaha melepas cengkraman Ara di lengannya.
"Gue, ada urusan Ar. Please jangan halangi gue. Bentar lagi Maghrib loh" Melepaskan tangan Ara dengan paksa.
"Gue yang bakal bayarin lo kali ini. Ayo lah, malem ini aja" Pinta Ara, mengembalikan Kartu Natasya lalu melendoti Natasya.
"Gak bisa Ar!!!" Dengan terpaksa, Natasya mendorong Ara, lalu berjalan menuju kasir.
"Kak Ini saya beli baju ini dua. Ini kartunya" Memberikan kartu yang tadi Ara kembalikan.
"Tasyaa!!!, jahat lo" Teriak Ara mengundang Banyak pasang mata.
Lalu setelahnya ia masuk kembali ke dalam toko itu untuk membeli Sesuatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Adzan Maghrib berkumandang. Natasya baru saja sampai rumah. Ia benar-benar merasa sangat bersalah.
"Loh Non Natasya baru pulang!" Ujar Art.
Natasya mengangguk. Kemudian Ada seseorang juga yang baru masuk.
"Rendy!" Ucap Natasya lirih.
Rendy kembali Menatap Natasya, seminggu yang lalu Ia menginap di Apartemen mewah milik Mama Papahnya. Untuk menenangkan Diri. Tapi ternyata setelah pulang. Ia malah berpapasan dengan sang Pujaan Hati.
__ADS_1
"Lo baru pulang?" Menatap Natasya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Eh??, Gu-gue ke kamar dulu" Ujar Natasya tetiba.
Cklek
Natasya membuka pintu kamar. Kamar itu terlihat sangat gelap. Tidak seperti tiga hari yang lalu.
Nathan kemana??, dia kecewa ya sama gue. Gue minta maaf Nath.
Tasya menyalakan Lampu. Yang pertama kali terlihat dalam penglihatan nya adalah Wajah Nathan yang sembab. Entah kenapa dia.
Nathan tertidur di ranjang, dengan beberapa tisu bersebaran di sekelilingnya.
Natasya membelai wajah Suaminya itu dengan lembut. 'Dia kenapa??, apakah dia habis menangis. Apa yang membuat dia menangis' begitulah pertanyaan yang mengusik Natasya saat ini.
Nathan yang merasa terusik pun membuka kedua matanya. Ia terduduk mensejajarkan duduknya dengan Natasya.
Lalu memeluk Natasya erat Kemudian kembali menangis. "Kamu kenapa Nath??" tanya Natasya sembari mengusap kepala Nathan dengan Sayang.
Nathan terdiam selama beberapa saat. Natasya pun masih berusaha diam, agar Nathan lebih tenang. Ia ingin Nathan yang berbicara sendiri kepadanya.
'Sial. Lagi-lagi gue kepo'batin seseorang di balik pintu.
Nathan menaruh wajahnya di cekerug leher Natasya, yang menjadi candu baru baginya.
Meski Natasya berkeringat, Nathan tidak pernah bosan berada di posisi itu.
***Hwaaa Autho re pengen juga, Sama siapa ya??
Rendy:"sama aku aja thor. Akunya jomblo" ✋
Othor:"Heleh, kalo sama Kamu nanti Otor nya di duain lagi. Kan kamu mikirin Natasya mulu. Dah tau dia bini orang juga, masih aja di harepin😕***"
Rendy be like: 😣😰😭😭
__ADS_1
Skip√