
Di Sekolah
"Tiara, lo anterin tugas ini ke Meja guru ya. Gue ada urusan!" Reza selaku ketua kelas, memberikan Buku yang akan di kumpul pada Ara.
"Lah lah. Kok gue sih Zaa?!!!!" Omel Ara tak terima.
"Gue ada urusan Ra!!, tolong lah Please!" Pinta Reza mengatupkan kedua tangannya.
Ara mendengus kesal. "Iya-iya!! Awas lo. kalo bohong sama gue!"
"Bawel! dah sono anter, gue mau ke lapangan basket dulu" Ujar Reza dan melangkah pergi.
Dengan sangat³ terpaksa banget³ Ara berjalan dengan setumpuk Buku yang menurutnya sangat berat itu.
Dasar Reza Sialan, gue di jadiin babu mendadak sama dia. Awas lo Reza!! Bakal gue bales lo entar......
Setelah selesai dengan Buku. Ara berjalan menuju kantin.
Saat sampai di kantin, Ara Celingukan mencari tempat duduk kosong. Kebetulan yang ada hanya di sebelah Rendy. Dengan sangat terpaksa untuk kedua kalinya Ara berjalan ke arah Rendy.
Yang duduk sendirian sambil melamun. Entah apa yang ia lamunkan, tetapi sepertinya ia terlihat sangat memprihatinkan.
Setelah memesan soto, Ara mendudukkan bokongnya di sebelah Rendy.
Emmm....Nathan kemana??, kok Si kunyuk ini sendirian!!
"Hey, gue mau nanya?, Sahabat lo yang ganteng itu kemana?" tanya Ara tanpa menoleh pada Rendy.
Dan ternyata Rendy sama sekali tidak mendengar ucapannya.
Sialan, gue di cuekin
"Oy....Sapa nama lo?? Ren-Rendy kan??" tanya Ara lagi. Tetapi masih saja di cueki.
"Isshhh...Cowok nyebelin! Cewek secantik gue di cuekin!!" Gerutu Ara.
"Dor..." Tiba-tiba Lusi datang dan bergabung.
Gadis itu langsung duduk berhadapan dengan Ara, dan Rendy yang masih setia melamun.
__ADS_1
"Ngapain lo kesini?" Tanya Ara ketus sambil memakan sotonya tanpa malu.
Lusi mencibikkan bibirnya. "Harusnya gue yang nanya sama lo!, Gue ada urusan Sama Rendy. napa lu yang sewot ha!?" Ceplos Lusi membuat Ara bungkam dan berhenti mengunyah suiran ayam.
"Ren" Panggil Lusi lirih sambil menyentuh tangan Rendy.
Seketika Rendy menoleh ke arah Lusi dengan alis yang terangkat satu.
"Gue mau......" Ucapan Lusi di potong oleh Ara
"Apaan lo. Dari tadi gue nanya sama lo. Tapi lo malah nyukein gue dasar Baji**** hmmphh" Dengan sigap Lusi membekap mukut cerocos Ara.
"Berisik banget lo Kakak Tua!, gue mau ngomong serius sama Rendy!" Gerutu Lusi melepas bekapannya dan melayangkan tisu satu kotak di hadapannya.
Lalu mengelap tangannya dengan jijik.
"Bibir Gue harum!!, lo gak perlu bersihin. Harusnya lo bersyukur bisa megang Bibir gue. Dan Btw tangan lo bau Terasi!!!, ih Hidung gue mendadak jadi Ilfil tauu!!"
"Diam lo kakak tua!!! berisik" Lusi menutup kedua kupingnya.
Rendy hanya menatap keduanya dengan tatapan kosong.
"Dasar lo ulet bulu. Bikin gue gak napsu makan!!"
"Hei kalo kalian ingin buat keributan. jangan di sini. Kasian teman kalian yang lain" Ujar Bu kantin.
Membuat kedua pemilik suara itu langsung kicep.
"Rendy, Nathan kemana?" Bisik Lusi.
Rendy menoleh, dan kemudian mengedikkan bahunya acuh
"Gue gak tau, dia ga ke sekolah!" Jawab Rendy tak sepenuhnya berbohong.
Lusi menyiritkan Keningnya. "Bagaimana bisa lo gak tau. Kan lo sama dia tinggal bareng. Bahkan kalian satu kamar" Ucap Lusi tanpa sadar membongkar aib keduanya.
"What the ****....Mereka sekamar???" Heboh Ara.
Lusi dan Rendy kompak menoleh. "Tiara?" Kening Rendy mengkerut, melihat Ara yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
"Dari tadi kale gue di sini!" Ucap Ara seakan tau arti dari kening Rendy yang berkerut.
"Oh. Sory"
"Tasyanya ada?" tanya Rendy tiba-tiba.
Ahaha bodoh sekali lo Rendy, jelas saja kalau Nathan dan Natasya pasti bersama. Kenapa lo harus bertanya. Dasar bodoh!!!!!
"Ah...tidak perlu di jawab" Rendy tersenyum kecut.
Kalo gue bilang Tasya di Parris. Ntar ulet bulu ini malah ngejekin gue, karena gue gak di ajak.
"Emm, dia juga gak sekolah. Seperti nya dia sedang tidak enak badan" Ucap Ara berbohong.
"Kasian Natasya, emm gi mana klo kita jengukin Natasya Ren??. Gue tau rumahnya kok" Ujar Lusi
Di sana pasti ada Nathan, gue gak mood liat dia mesra mesraan sama Natasya.
"Apaan, jangan dong. Natasya tu lagi!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu kemudian.
sebelum pulang
"Nath, kita ke Menara Eiffel dulu yuk sebelum pulang." Ajak Natasya sambil mem-Packing barang barangnya.
"Boleh. Ada yang ingin aku beli juga di sana" Jawab Nathan, sembari merapihkan kopernya yang sudah siap.
Nathan mendudukkan bokongnya di ranjang, dengan perlahan mengelus seprai putih polos itu.
'Haha. Mommy menyiapkan segalanya. Tapi aku dan Tasya tidak melakukan apapun di sini!' Batin Nathan sembari menatap sekeliling yang ternyata balon-balon cantik yang di persiapkan sudah tidak berada di tempatnya.
"Kenapa?, kamu terlihat murung" Tanya Natasya sedikit heran.
"Tidak ada. Yasudah ayo kita jalan" Ujar Nathan menarik koper yang berisi pakaian sekali pakai yang di sediakan para Orang tua.
Datang ke Negara orang tidak membawa apa-apa, pulangnya membawa banyak barang.
__ADS_1
Memang sungguh ajaib orang tua mereka....
Skip√