Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Pertemuan menyebalkan


__ADS_3

Author POV


Setelah sampai di depan gerbang sekolah, Natasya langsung pamit dan keluar dari mobil Papah, ia langsung berlari dan masuk ke kelas.


"Huhuhuh"ucap Natasya ngos-ngosan. karena tadi saat ia masuk ke pintu gerbang, tanpa Babibu iya langsung berlari sekuat tenaganya.


"Lu kenapa Sya, Buru-buru banget kayaknya"


ucap Tiara sambil menyapu lantai, karena dari kelas 10 jadwal piket tiara hari senin, dan kata guru kelas ini tidak akan di ubah, jadi kemungkinan besar Tiara dan Natasya satu kelas sampai lulus.


"Nggak gue, cuma olahraga pagi "ucap Natasya dengan cengiran khasnya.


"Owh gue kira lu mau ngapain pagi-pagi sampe engap gitu kelihatannya hahahahahah" ucap Tiara dengan tertawa.


"ah lu mah"ucap Natasya pura-pura cemberut.


"hhahaha, bercanda gue jangan ngambek dong Sya" ucap Tiara dengan wajahnya seperti merasa bersalah, padahal itu hanya kebiasaan mereka, yang satu pura-pura marah yang satunya lagi pura-pura bersalah.


"Ahahaa akting lo bagus juga Ra" ucap natasya tertawa sambil memuji, atau menyindir ya.


"lu nyindir gue atau muji sih Sya"


"Dua-dua nya hahahaha"


"sue lu"


.


.


.


.


Ting.... ting.... ting ( anggap saja suara bel)


"Udah bel ni Sya, pasti kita upacara 2 jam, gak kebayang kaki gue, dan kulit gue jadi kayak mana ya" ucap Tiara membayangkan apa yang akan terjadi nanti, sambil bergidik ngeri.


"Lebay lu ah, gitu doang, kan pake anti sinar matahari, gi mn sih lu? "


"Iiihhh gak gitu, gue tadi lupa pakai itu,, gue yakin pasti habis upacara gue bakalan item huhuhu sedih banget " ucap Tiara hampir menangis.


"Eh jangan nagis lu, ntar dikira gue ngapa-ngapain lu lagi kan urusannya jadi runyam"


"Ndak mungkin to, mereka kan tau kalo kita sahabat dari dulu. gak mungkin, bertengkar sampai heboh " sambil tersenyum, dan langsung lupa akan sinar matahari.


"iya in dech" ucap Natasya pasrah.


"btw ra...kok kelas kita sepi ya dari tadi kayaknya yang masuk cuma sedikit,, liat tasnya saja cuma 10 sama tas kita, yang lain kemana ya"Sambung natasya


"Gak tau, gue aja dari tadi dateng udah kosong aja ini kelas!"


Tiba-tiba


'huhhuhhuh, eh..........

__ADS_1


ia kaget ketika melihat Tiara dan Natasya. ia menelan salivanya dengan kasar.


"Lo kenapa kok ngos-ngosan gitu" tanya Natasya.


"Gapapa kayaknya gue salah masuk kelas deh...permisi'


"Tunggu"ucap Tiara turun tangan sambil menarik tas orang itu yang hendak keluar kelas mereka.


'aduh mau diapain ya gue kali ini'batin orang itu


"ehmmm. sory, gue cuma mau tanya kenapa di kelas gue gak ada orang ya, eh......maksud gue, di kelas lo ad orang gak, soalnya dari tadi cuma gue sama temen gue di sini" tanya Tiara kepada orang itu.


"Oowh jadi lo berdua belum tau kenapa kelas bisa sepi? tanya orang itu.


"iya"ucap Tiara dan Natasya bersamaan.


"jadi sebenarnya?......???" ucapan orang itu tercekat.


" Cepetan...... " ucap Tiara dan Natasya tidak sabaran.


"Yyyy sabar boz........................................ jadi di sekolah ini ada anak baru, pindahan daru London" ucap orang itu tenang.


"owh gitu doang"ucap Tiara dan Natasya bersamaan.


"kok kalian biasa saja, harusnya kan kalian heran karena ada anak baru, apa lagi anak barunya Cowo"ucap orang itu terheran-heran sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tiara Dan Natasya saling pandang lalu tertawa.


"hahahahaha, gak guna"ucap mereka bersamaan lagi.


"eh tunggu"Natasya menahan orang itu agar berhenti.


'yes gue di panggil'batin orang itu girang


'apaan sih Tasya manggil-manggil itu orang, harusnya kan di biarin aja'batin Tiara kesal.


"kenapa???"orang itu bertanya, dan pura-pura kesal, padahal dalam hatinya senang di panggil sama ciwi cantik xixixi


"Nama lo siapa, kenalin gue Natasya dan ini sahabat gue Tiara" ucap Natasya mengulurkan tangannya.


"gue rendy" menjabat tangan natasya. agak lama............


'ehmmmm' suara seseorang berdehem


melepas tangannya dari natasya dan langsung mengulurkan tangannya ke arah tiara "Rendy" sedangkan sekarang Natasya sedang salting xixixi


"emhh... gue duluan Ren"ucap Natasya sambil menarik Tiara keluar dari kelas. yang membuat Rendy bengong.


"Loh bukannya seharusnya gue yang keluar kok jadi mereka yang keluar"Rendy terheran-heran, akan tingkah Natasya yang membuat ia terngiang-ngiange.


'ahhh kenapa sih tu orang cantik banget, dan mudah salting ya, hihihi kalo di inget jadi gemes gue'batin Rendy


Natasya POV


Aku terburu-buru sambil menarik lengan Tiara yang menurut saja kemana aku menariknya.

__ADS_1


Entah apa yang mendorong ku sampai aku rasa terpental dan terjatuh terjungkal ke belakang.


"awhhh.... "aku meringis tetapi aku mendengar suara orang yang sama-sama sakit.


"ahhh"ucap orang itu


aku langsung melirik orang itu yang tengah menatap tajam ke arah ku.


"eh.... ayo bangun Sya" aku melihat siapa yang mengatakan itu kepada ku. ternyata itu Ara yang sedang mengulurkan tangan nya untuk membantu aku,dan aku menyambut tangannya dengan baik.


setelah aku berdiri, aku ingat dengan orang di depanku, yang terjatuh tadi. Dan aku langsung mengulurkan tanganku. Ia sama sekali tidak menyambut tangan ku dengan baik. Ia langsung berdiri, menatapku dengan tatapan dinginnya yang mematikan. dan tanpa aku sadari, sedari tadi tangan ku sudah turun dengan sendirinya. aku diam dan terpaku.


"Lo kalau berjalan yang benar dong, jangan main tabrak orang sembarangan" ucap laki-laki itu ketus terhadapku.. aku tidak terima


"Sory tadi gue gak liat" aku meminta maaf kepada laki-laki itu karena memang aku yang salah karena jalan tidak Liat-liat.


"Sory sory, lo fikir bisa di maafin dengan mudah lihat ini Jaket gue menjadi kotor tahu tidak" sambil membersihkan Jaketnya yang terkena tanah, padahal kan cuma sedikit jadi cowo lebai banget sumpah , menurut gue.


"Lu lebay banget dah, cuma gitu doang ribet, lagian itu dah bersih juga, gak usah lebay jadi cowok " Ucap ku ketus, Aku tidak terima. sudah jelas-jelas aku minta maaf dan ngaku kalo aku salah malah di acuhkan hih kesel.


"siapa yang lebay lo tuh yang lebay, lo memang tidak lihat Jaket gue itu memang kotor karena terjatuh tadi, memangnya lo tidak melihat gue lewat tadi, lo lihat kan gue sebesar ini masa masih tidak terlihat" ia terlihat kesal melihat ke arah ku.


"kaku banget lo, ngomong bahasa indonesia, kayak baru belajar aja, kayak bayi tau"ucapku menyindir.


"Jaga bicara lo tidak usah mengada-ngada" ia mulai ngegas ngomong sama gue.


"kalo bukan gue yang salah gue gak mau diem di sini lama-lama karena bisa-bisa gila gue ngomong sama lo"


"kalau mau gila, yasudah nanti biar gue masukin lo ke RSJ agar di tangani dengan baik, dan tidak akan ada yang akan menabrak gue sembarangan." aku semakin kesal mendengarnya.


"Yaudah sekarang langsung To The Poin aja gak usah berbelit belit" ucapku sedikit berteriak.


"sabar Sya sabar.... "ara menenangkanku. dan aku mulai tenang agar tidak tersulut emosi yang besar, sehingga membuat diriku malu sendiri.


Tiara POV


Aduh aku bingung apa yang harus aku lakukan, setelah membantu tasya berdiri, dan tasya memulai peperangannya dengan Cowok itu, aku sangat panik sekaligus bingung.


saat aku berhasil menenangkan tasya agar tidak tersulut emosi. Aku langsung menarik tangannya agar peperangan itu tidak berlanjut. tetapi yang ku duga itu salah, malahan cowo itu menarik tangan tasya.


"Gue mau lo menurut apa yang gue suruh"ucap cowo itu santai.


"Lo mau gue Ngapain" Tanya Natasya sedikit keras membuat aku sedikit kaget.


"lo harus mencuci jaket gue, " ia melempar jaket yang ia pakai langsung ke wajah Tasya, aku pun sempat emosi, bagaimana pun Tasya itu sahabat aku. Tasya mulai geram dan ingin menyumpah serapahi cowo itu, tetapi aku tahan. Jaket itu langsung aku ambil dan menarik tangan tasya untuk menjauh dari tempat itu.


"apaan sih Ar, ngapain lu mau nyuciin jaket tu orang, dia udah kelewatan Ra" ahhhh kesal sekali aku kadang di panggil Ar kadang di panggil Ra, bingung aku.


"Udah sabar aja, mending lu suruh supir buat ambil jaket ini, dan suruh ART lo buat cuci ini jaket, lu harus bertanggung jawab dengan kesalahan lu sama orang lain walau itu pun bukan sepenuhnya *kesalahan lo" ucap ku menasehati tasya, dan ia langsung mengganggukkan kepalanya tanda setuju. dan langsung melakukan apa yang aku sarankan.


skip√*


Sudah mulai nie perangnya lanjut~~~


Dan jangan lupa like, coment, kalau suka kakak>< Makasih

__ADS_1


maaf kalau banyak typo dari 2 bab ini


__ADS_2