Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Empat Puluh Delapan


__ADS_3

Setelah Perdebatan yang terjadi di rumah Nathan. Akhirnya Nadira dan keluarganya pulang kerumah sebelum mata hari terbenam.


Walaupun Kedua sejoli itu bertengkar sebentar, tetapi Sebelum pulang' Mereka tidak melupakan Pelukan perpisahan Ala-ala Mereka. Dan Kembali berbaikan. Yang melihat hanya melongo tak percaya, Karena Itu semua terlihat seperti Drama anak-anak.


Rumah Natasya


Mereka sampai rumah Pada Waktu sesudah Maghrib. Mereka melaksanakan sholat Magrib di Masjid yang merela lalui tadi di jalan.


"Alhamdulillah udah sampai" Ucap Natasya melangkahkan kakinya keluar mobil. Di susul Mamah dan Papahnya yang keluar dari jok depan.


"Maah, Pah, Natasya boleh Jemput Ara gak??" Pinta Natasya mengeluarkan jurus Kucing Imut.


Ia mengembungkan pipinya seperti Bola, Dengan Pup Eyes, dan bibirnya yang sedikit di majukan. Siapapun yang melihat pasti akan merasa Gemas!!.


"Aduhhh,,, Papah gak bakal bisa nolak kalau begini!" Sifat memanjakan anak, Dari papah Galang keluar seketika. Ia sangat tidak bisa menolak permintaan anak semata wayangnya itu.


"Maahh!!" Rengek Natasya. Ia pun menggunakan jurus keduanya yang sangat ampuh.


"Kalau begitu, Asya tinggal di rumah Granma aja lah!" Jurus keduanya adalah mengancam, dengan tinggal di rumah sang Granma Nadia Saraswati Orang tua Dira sendiri.


Karena Nadira tidak bisa jauh dari Anaknya, ia tidak membolehkan Natasya tinggal di rumah Maminya. Ia tidak mau anaknya nanti lebih sayang dengan Maminya yang Selalu memanjakan siapapun, termasuk dirinya.


Ia tak ingin membuat Natasya sangat ketergantungan dengan Maminya. Di manjakan dengan Papahnya sendiri saja, membuat Natasya sedikit manja. Apa lagi di tambah Maminya. Bisa-bisa Nadira Pusing kepala.


"Iya iya, kamu boleh jemput Ara. Tapi cuma satu jam, Setelah itu kamu harus pulang!!" Tekan Nadira.


"Oke Mah, Tasya sayang Mamah" Ucapnya Mencium Pipi Nadira lembut.

__ADS_1


"Hmmm. Jadi princes? gak sayang papah Nih" Sindir Galang.


Natasya mendekat ke arah Papahnya dan berjinjit.


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi kanan Papah Galang.


"Princess juga sayang Baginda Raja kok" Ucap Natasya tersenyum manis.


"Babay, Asya janji gak lama-lama kok!" Teriak Natasya sambil berlari ke Arah Mobil Orangenya.


.


.


.


"Hoaamm, siapa Mah??" tanya Ara turun dari tangga sambil menguap lebar.


"Kamu gak tau, Tasya bakalan datang emangnya!" Jelas Mamah Ara.


"Tasya???" pekiknya kaget.


Matanya mengerilya mencari seseorang yang bernama Natasya. Setelah tau Natasya di mana, ia segera duduk tepat di samping Natasya dengan Anggun.


"Syaaa, lo kesini" Ucapnya setengah percaya. Pasalnya saat ia telfonan dengan Natasya, Sambungan telfonnya di putuskan sepihak.

__ADS_1


"Iya, gue mau jemput elo. Udah, buruan ganti baju. Masa lo mau jalan sama Princess kok pake baju tidur" Ucap Natasya menahan Tawanya. Melihat penampilan Ara yang terlihat berantakan menggunakan Piyama Shincan, dan rambut yang acak acakan.



Photo Ara sebelum tidur.


"Iya bawel, gue siap-siap dulu. Dandan cantik dulu gue yah" Pamitnya dan berlalu pergi.


Sebelum ia benar-benar hilang dari pandangan Natasya, ia berbalik "Tungguin gue!!. Awas lo ninggalin gue" Ucapnya.


"Hmmm" Natasya Hanya berdeham.


Belum sampai 15 Menit. Ara sudah siap dengan pakaian jalannya.



"Kaya Mau kemana aja lo. Sampe gitu banget dandanannya" Natasya terkejut melihat penampilan Ara di malam ini yang terlihat sangat mencolok .


"Gue mau kasih liat penampilan terbaik gue sya" Ucap Ara.


"Yaudah terserah lo, Ayo jalan. Kita ke Cafe" Ajak Natasya.


"Ayooo"


Natasya dengan Gaya Casualnya.


__ADS_1


Skip√


__ADS_2