
Matahari Pagi bersinar dengan terangnya. Tetapi Kedua Manusia tampan itu, masih tertidur di bawah Ranjang sambil terduduk Dengan kaki yang lurus, dan Tangan yang masih memegang kontrol Game.
Kreatt (Suara pintu terbuka)
"Yaampun, Kenapa kalian tidur di bawah!" Kaget Nafisa melihat kedua putranya yang tidur di bawah dengan kepala yang bersender pada pinggiran ranjang.
Srekk
Nafisa membuka gorden yang menutupi sinar mentari. Ia membukanya lebar, sampai-sampai membuat kedua orang itu mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan sinar cahaya.
"Auhh" Rintih Nathan merenggangkan punggungnya yang terasa seperti mau patah. Sedangkan Rendy hanya meringis menggerakkan lengannya yang terasa pegal.
"Hmmm,,,siapa suruh main PS sambil ketiduran, Tidur di bawah lagi ckckck" Nafisa berdecak melihat kelakuan keduanya.
"Auunntyyy!!" Pekik seseorang yang berasal dari bawah.
"Iyaaa bii, bentar lagi!!" Balas Nafisa sambil teriak menjawab teriakan ponakannya itu, yang tak lain adalah ****Refana**** Bianca Andyla anak dari adik kandungnya Andy Refano yang bekerja sebagai Manager Cafe N. Andara.
"Habis ini kalian mandi, habistu langsung ke meja makan. Ingat! kalian harus mengganti Sholat yang kalian lewati, Mommy yakin, kalian tadi gak sholat subuh!" Nafisa memberi peringatan.
Nathan dan Rendy pun hanya menganggukkan kepalanya malas.
"Awas kalian!!" Ucapnya dan berlalu pergi.
__ADS_1
Mereka berdua saling pandang. "Kenapa gue bisa ketiduran di sini sih!" Nathan bangun dari duduknya dan mendudukkan Pantatnya di Sofa.
Rendy pun hanya mengidikkan bahunya, Dan masuk ke dalam Kamar mandi untuk melakukan ritual mandi pagi harinya. Yang biasanya baru selesai Joging pagi, sekarang malah baru mandi.
"Yah gue di tinggal. Owh iya, kan gue udah pindah kamar" Nathan langsung beranjak dari Sofa kamar Rendy, menuju kamar yang baru ia dekor semalam.
Rendy menatap seluruh sisi mencari keberadaan Nathan dengan jeli. Tetapi ia tidak melihat Nathan disini. Bukannya Nathan harusnya mandi, ini kenapa malah pergi. Pikir Rendy heran.
Tanpa berfikir panjang lagi, ia berjalan dengan style santai menuju meja makan, sesuai intruksi sang Mommy. Walaupun sebenarnya bukan Mommy kandungnya.
Sesampai di meja makan, ia di suguhkan dengan pemandangan yang sangat cantik.
Membuat hatinya melompat-lompat senang. Seperti habis menang lotre Ratusan juta rupiah.
"Hai juga" Balas Rendy mendekati Ratu yang singgah di hatinya.
"Lo baru mandi ya?" tanyanya kemudian.
"Hehehe, kok lo tau si? Iya lah karena tingkat ketampanan gue pasti bertambah" Rendy bertanya lalu menjawab sendiri. Huh Rendy mah kebiasaan.
"Gue cuma nebak doang" Jawabnya seraya tersenyum simpul, membuat Rendy kecewa, ternyata jawabannya tidak sesuai dengan Ekspetasi Rendy.
"Ouh," Balas Rendy Lesu.
__ADS_1
"Ehmm...Ayo Rendy duduk. Natasya Makasih ya, udah kasih Mommy kue. Titip Salam buat Mamah kamu ya." Kata Nafisa, Natasya hanya menangguk menanggapi.
"Ouh iya. Pasti kamu juga sekalian mau ketemu Nathan kan? , tunggu bentar ya' bentar lagi dia akan turun kok! Ayo duduk dlu sayang! " Sambung Nafisa tersenyum.
Natasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia ingin menjawab bahwa sekarang ia tidak ingin bertemu dengan Nathan, tetapi ia tak tega melunturkan senyum Nafisa yang sudah terpancar indah di wajah calon Mertuanya itu.
Wah-wah Camer Nihh. Kapan Nikahnya wy! 😂. Undang author ya, Jan Lupa. 😆
"I-iya Mom" Balas Natasya gugup dan segera duduk di kursi sebelah Mommy Nafisa.
"Huummm....Mana sih Nathan ini, lama banget. Bia udah capek nunggu dari tadi" Gerutu Bianca.
"Morning Semua" Sapa Daddy Nicho, sambil berjalan ke bawah beriringan dengan Nathan yang terlihat tampan. Tetapi Daddy Nicho juga tidak kalah tampan dengan Anaknya itu.
"Morning too" Balas semuanya serentak.
'Wah, ni mata gue lagi eror kayaknya. kenapa dia ganteng bangettt. Sadar Tasya sadar. Rupanya tak seindah hatinya'Batin Natasya.
Natasya beranjak dari duduknya untuk menyalimi Daddy Nicho. Setelah itu mereka sedikit berbincang. Terkadang tak jarang pun Mommy Nafisa serta Daddy Nicho menggoda Natasya dan Nathan yang terlihat malu-malu. Padahal aslinya Behhh... Jangan di tanya lagi.
Karena keakraban mereka semua, membuat tanda tanya di otak seorang yang bernama Rendy Pratama.
'Sepertinya gue ketinggalan sesuatu?' tanya Rendy pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Skip√√