
Selesai Upacara🌺
"Ra, dia ada hubungan apa sama lu?" Tanya Natasya ke sekian kalinya.
"Ayo kita ke kantin, bakal gue ceritain semuanya di sana" Ajak Ara.
Kantin🌺
"Mba Nasgornya Dua ya" Ara memesan makanan.
Mba kantin yang semula memperhatikan masakannya, sejenak melihat Ara dan menunjukkan jari jempol miliknya tanda mengerti apa yang di pesan Ara.
"Sama Minumnya Es jeruk dua mba!!" Lanjut Natasya.
Mba kantin pun hanya mengangguk meng'iyakan .
"Cepet cerita Tiaraa!" Tekan Natasya, karena ia sudah sangat penasaran.
"Iya-iya sabar atuh neng geulis"
"Jdi gini, Kak Riko itu sebenarnya Kakak dari pacar gue...." belum sempat menyelesaikan ucapnya, Natasya menggebrak meja.
Brak..
"Lo punya pacar, kok gak ngasih tau gue Arrr" Geram Natasya.
"Jadi ceritanya gini, Rendy nganterin gue sampai rumah, terus pas sampai rumah. Nyokap gue suruh ambilin barangnya di butik nyokap lo. Akhinya gue minta tolong Rendy buat nganterin gue, awalnya si dia gak mau. Tapi karena dia kepo sama butik nyokap lo, akhirnya dia mau."
"Terus, pas gue sampai butik nyokap lo. Dan gue mau balik, ternyata Rendy udah pulang duluan karena ada hal penting. Nah! gue balik sendirian deh. Gue juga hampir di jambret, untuk ada Fiko yang nolongin gue . Sebelumnya gue sama dia udah sering saling ngebalas DM, Pas ketemu kemarin, Katanya dia suka sama gue Udah lama. Jadinya gue terima deh 😅" Jelas Ara panjang kali lebar kali tinggi.
"Cuma gitu doang, lu langsung terima ra??" Tanya Natasya tak percaya.
Ara pun menganggukkan kepalanya. "Gue juga rada baper, pas dia ngeDM gue"
Natasya memukul dahinya. "Jadi! Ketos garang itu, calon kakak ipar lo?"
__ADS_1
"Iya lah. Dia juga baik banget sama gue Sya,"Balas Ara sambil tersenyum gaje.
"Buktinya tadi dia bantuin nyimpan Make Up gue" Sambung ara.
"Iya deh, iya. Tau-tau" Ketus Natasya.
"Pas pertama kali gua liat wajah dia, gua terpesona sya" Curhat Ara.
"Dia ganteng!"
"Baik"
"Perhatian"
"Pokoknya, pake complite buat gue". Ujarnya sambil terus tersenyum , membayangkan Seorang FIKO yang menjadi pacarnya sekarang.
"Terserah lu, gue cuma mau kasih tau. Jangan mudah percaya sama orang yang baru lo kenal. Karena gak semua orang baik! . Bisa jadi dia cuma manfaatin lo doang!" Tekan Natasya memperingatkan kelakuan mantan-mantan Ara lainnya, yang membuat ia terpuruk.
Tetapi karena rasa yang Ara punya sudah sampai di tahap mulai bucin. jadi Ucapan Natasya, hanya di anggap Angin oleh Ara.
"Makasih mba" Jawab Ara tersenyum manis seperti bunga. Sesuai dengan hatinya yang tengah berbunga bunga. Eaaa😜.
Sebaliknya, Natasya hanya mendelik kesal tak puas dengan penjelasan yang Ara berikan. Ia memonyongkan bibirnya tanda tak suka. Tetapi sahabat di samping nya itu, hanya mementingkan perutnya yang keroncongan, setelah upacara bendera.
Dengan terpaksa, Natasya memasukkan Nasi goreng itu ke dalam mulutnya. 'Sial!, dia ngacangin gue. Malah sibuk sama HP nya lagi'batin Natasya sebal.
Tiba-tiba. Bruk!
"Gue ikutan ya?" Ucap Seseorang sembari duduk di tengah-tengah antara Natasya dan Ara.
Uhuk...uhuk (Ara tersedak)
Dengan sigap, Natasya memberikan air minum di samping nya kepada Ara.
Setelah terasa lebih baik, Ara memelototi Orang yang sudah mengganggu aktivitas makan romantisnya bersama pacarnya lewat chatingan.
__ADS_1
"Gue cuma duduk doang. Lebay banget lu ah!" Balas Lusi Santai.
"Eh lo gak sadar diri banget sih, udah tau salah. Malah sok pura-pura gak salah!!" Pekik Ara tertahan, karena sadar mereka sedang di kantin sekolah bukan di lapangan yang bisa puas teriak sepuasnya.
Lusi tidak ambil pusing dengan ucapan Ara, yang terasa memekik di telinga indahnya. Malahan ia lebih suka memperhatikan Pipi Natasya yang semakin hari semakin menchubby. Membuat Natasya merasa tak nyaman dengan tatapan yang lusi berikan.
"Kalo mau debat tu hadap ke gue aja!. Jangan malingin muka gitu dong!!" Langsung saja Ara menarik tengkuk Lusi agar menghadap ke arahnya.
Puk....
Lusi menepis Tangan Ara yang bertengger di tengkuknya dengan kasar. Membuat sang empu meringis kesakitan.
"Kasar banget si, jadi cewek!" Ucap Ara menahan sakit yang ia rasa akibat pukulan yang lusi berikan.
"Makannya jadi cewek tu, jangan terlalu lembek. Dikit dikit nangis. Kalo ngajak duel liat-liat orang dulu, cari yang sepadan!. Bukan yang seniorrr!!! Jelas Lusi.
Tetapi bukan Ara namanya, kalau tidak melawan. Ia tetap kekeuh, mengomeli Lusi. Walaupun si empu tidak pernah menanggapi ucapannya.
Sampai-sampai mereka tidak menyadari, sudah waktunya bel Masuk kelas.
"Heii!, kalian bertiga. Kenapa Masih di sini hah?!" Tegur Pak Satpam yang selalu aktif, menjaga anak-anak yang ingin bolos ke kantin.
*Mereka mencari sumber suara yang tengah memanggil dengan Keras. Setelah mengetahui bakalan ada sinyal Bahaya, Mereka meneguk saliva dengan susah payah dan segera berdiri dari tempat duduknya.
Entah kemana perginya mba Misrihatun, sampai tidak mengingatkan mereka kalau ini sudah bel masuk kelas*.
Salah satu di antara mereka maju, entah apa yang akan di lakukannya. Tapi ia tetap maju ke depan, menghadap pak satpam dengan wajah yang di buat sesantai mungkin.
"Halo pak sa-satpam?" Sapanya gugup.
"Halo halo!!. Kamu tau apa yang kamu lakukan, sehingga membuat saya marah!!" Tekan satpam itu. Seperti Naga yang Mengeluarkan semburan api, tepat di wajahnya.
"Sa-saya??"
Skip√
__ADS_1