Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Gerah


__ADS_3

Di Lain tempat


"Ish, Natasya kemana sih?. Masa gue di tinggal di mobil selama ini, Udah 30 menit loh!!" Gerutu Ara melihat arloji di tangannya.


Ara mengantar Natasya tadi sampai ke rumah Nathan. Tetapi ketika di ajak masuk, Ara menolak. Karena fikirnya pasti hanya sebentar Natasya memberikan kue buatan Aunty Dira untuk tante Nafisa. Eh ternyata oh ternyata Lamaaa.....Pake banget lagi. Mana Natasya gak bawa HP. Pikir Ara.


Sedangkan di dalam


"Makasih Mom, Masakan Mommy enak" Puji Natasya seraya tersenyum menatap Mommy Nafisa.


"Makasih, pujian mu terlalu berlebihan sayang. Owh iya, Tadi katanya kamu mau ketemu sama Nathan. Buruan gih di ajak ngomong" Kata Mommy Nafisa, membuat kerutan di dahi Nathan menatap Natasya.


"Ehehe" Natasya cengengesan. Seketika, raut wajah Natasya berubah menjadi panik.


"Loh kenapa sya?" Tanya daddy Nicho bersamaan dengan Rendy.


"Ahh...gapapa. Kalau gitu Natasya pamit dulu, sekalian sama Nathan. Assalamualaikum" Ucap Natasya buru-buru sambil menarik lengan Nathan. Padahal Nathan masih mengunyah roti. Hadeuuh Natasya.


"Hmmm gak sabaran banget mereka" Ujar Nafisa menatap kepergian mereka.


"Biasalah Sayang, anak muda" Timpal Daddy Nicho.


"Kenapa Daddy sama Mommy biarin mereka berdua, apakah ada sesuatu yang tidak Rendy ketahui??" Tanya Rendy Penasaran.

__ADS_1


Tetapi Mommy dan Daddy hanya tersenyum menanggapi.


Karena sangat penasaran atau biasa di sebut Kepooo. Akhirnya Rendy Membuntuti mereka dengan alasan ingin ke toilet.


Sambil berendap endap Rendy mengikuti Natasya dan Nathan yang masih terus berjalan hingga ke depan gerbang.


"Lo ngapain sih, narik gue kesini?" Nathan menarik sedikit kasar tangan Natasya ke arahnya, sehingga membuat tubuh Natasya oleng seketika.


Brukkk


Karena Nathan belum siap siaga akhirnya tubuh mereka terjatuh bersamaan. Dengan tubuh Natasya yang menindih tubuh Nathan dengan posisi yang sangat intim dan saling berhadap hadapan.


Deg


Deg


Deg


'Shitt...Gerah'batin Nathan.


'Jantung gue, Yaampun. Mau loncat'Batin Natasya. Kedua pipi Natasya sekarang sudah memerah layaknya buat tomat yang hampir busuk.


Kedua hidung mereka saling bersentuhan. Kemudian bagian bawah hidung mereka, Semakin dekat.... dekatt.... dekatt.....

__ADS_1


Natasya refleks memejamkan matanya gugup.


Dekat....Dekat....Hampir sampaiii.......


"Lo gapapa??" tanya Rendy mengganggu kegiatan keduanya.


Natasya memelototi Nathan yang tengah menatapnya dengan Nafsu. Ia langsung berdiri tanpa aba-aba. Membiarkan Nathan yang masih berbaring di rumputan.


"Shitt" Umpat Nathan kedua kalinya. Ia pun langsung berdiri di hadapan Rendy dan Natasya.


"Lo kalau ada perlu sama gue. langsung Chat aja, Gue sekarang harus ke toilet. Permisi!" Pamit Nathan meninggalkan mereka.


Natasya masih berusaha mengontrol tingkat kegugupannya. Entah apa yang merasukinya tadi, sehingga membuatnya salting bukan main, Ketika Nathan hendak........Errorr Tadi.


'Astagfirullah hal'adzim. Ingat dosa Natasya, Gak boleh, Astagfirullah hal'adzim³' Dzikir Natasya Dalam hati.


'Hm...pasti Nathan lagi??? ah sudahlah. kenapa jadi gue yang gak ikhlas si. Berharap banget gue dapat di posisi Nathan tadi. Walau gue harus kek gitu" Pikir Rendy.


"Gu-gue duluan Ren. Ada Ara yang nunggu gue. Ba-bayyy" Pamit Natasya kemudian.


"iya bye" balas Rendy senyum. Tapi Natasya melengos begitu saja, membuat Rendy mengelus dadanya.


Kenapa Natasya sekarang berubah ke gue, apa gue punya salah sama dia. Pikir Rendy gundah. Karena Sang pujaan Hati sudah tak se Welcome pertama kali bertemu. Apakah sudah ada yang mengisi hatinya. Atau cuma perasaan Rendy saja. Apakah Raka, atau Nathan Sohibnya.

__ADS_1


Skip√ Love love. buat yang setia baca sampe sini. Lope you buat Readers kuu😘


__ADS_2