
"Loh, kok pada peluk pelukan!!!!! " Pekik seseorang di balik tangga.
Seketika mereka melepas pelukan itu, dan menatap orang yang sudah mengganggu aktivitas mereka.
"Kok gak ajak bia sih" Ucap Bianca kesal. Iya yang datang itu adalah Bianca.
"Apaan sih bi, main ikut ikut aja" Kesal Nafisa.
"Gapapa lah. Soalnya Bianca mau lebih akrab sama kak Tasya" Ucapnya santai sambil menarik tangan Natasya agar ikut bersamanya.
Natasya pun hanya menurut, sedangkan Nafisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Bianca. "Tante Tasya ikut Bianca!!" Teriak Natasya di sela-sela langkahnya.
'Anak itu, kalau udah liat orang cantik dikit aja. pasti langsung di serbu'Batin Nafisa.
Kamar Bianca
Bianca melepas genggaman nya dari lengan Natasya.
Kamar bernuasa Pink, dengan berbagai hiasan cantik.
"Kak Tasya ini kamar ku, Kalau tinggal di rumah Aunty" Jelas Bianca dengan gembira.
Mata Natasya menggerilya ke seluruh penjuru Kamar Bianca. "Bagus banget kamar kamu bi" Ucap Natasya sambil tersenyum.
Bianca senang mendengar pujian Natasya kepada kamar miliknya.
__ADS_1
"Makasih loh kak. Btw ini semua aku yang rekomendasi" Ucap Bianca dengan bangga.
"Kakak minta nomor telfon nya dong??" Pinta Bianca.
"Ini!, ketik nomor kamu disini. Terus biar kakak yang telfon" Kata Nafisa sambil memberikan handphond keluaran terbaru milik nya.
Mata Bianca terbelalak Melihat handphond yang sangat mirip dengan milik Saudaranya. Yang berbeda hanya cassing, dan warna.
Ia membolak balik handphond itu. Setelah selesai mengetik nomornya ia segera memencet tombol hijau, tanda memanggil.
Cringg.... Beautifull (Nada dering handphond Bianca).
"Oke udah aku SV kak. Kakak SV Back ya"
Ucapnya.
"Kak Handphond kakak, mirip sekali dengan milik Nathan" Ucap Bianca dengan terus mengamati handphond Natasya.
Natasya kembali menatap Handphond nya. "Masa sih??" tanya Natasya tak percaya.
"Iya. persis sekali. Tapi orangnya beda, kalau kakak orangnya asik, tapi kalau dia itu ngeselin" Adu nya.
"Hahaha kamu bisa aja deh" Natasya tertawa.
"iya serius kak. Masa dia tu bla bla bla.................................................................."Setelah itu mereka bercerita hingga sampai jam 4 sore.
Adzan Ashar Di kumandangkan, suaranya terdengar sangat jelas. Karena Masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Nathan.
__ADS_1
"Udah Ashar, kamu ada mukenah. Aku mau pinjam?" Ucap Natasya.
"Ada kak, tapi di kamar sholat. Ayo kak kita sholat sama-sama" Ajak Bianca.
Walau dia anaknya manja dan sedikit nakal, tetapi dia tidak pernah meninggalkan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
.
.
Saat mereka memakai mukenah, di sana terlihat Dua pria yang sedang sholat di dalam. Natasya sempat kepo, Tetapi karena lebih baik sholat tepat waktu. Akhirnya Natasya memilih untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu bersama Bianca.
Setelah sholat ternyata kedua pria itu masih setia di tempat shaf, sambil berdzikir. Membuat Natasya terpana. Ia berfikir ternyata masih ada orang yang rajin beribadah.
Mereka beranjak dari kamar besar itu, dan berjalan menuju dapur. Karena itu memang perintah dari Nafisa yang menyuruh mereka ke dapur setelah selesai sholat.
Di jalan menuju dapur, Natasya mengajak Bianca berbicara. "Bi???" Panggilnya.
Bianca menoleh dan menganggat satu alisnya. yang artinya ada apa.
"Yang sholat di shaf paling depan tadi, siapa?? "Tanya Natasya penasaran sambil terus berjalan.
Bianca berfikir dan mengingat. "Owh. Itu kak Rendy sama Nathan, Walaupun mereka rada-rada kek gitu. Tapi rajin sholat kok" Jelas Bianca.
"Owh begitu" Natasya menganggukkan kepalanya.
"Lo masih di sini?? " Kata seseorang
__ADS_1
Next√√