Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Bertemu


__ADS_3

Di Dalam Mobil Hanya ada keheningan sesaat, Nathan masih mendiamkan Rendy. Sedangkan Nafisa hanya menghela nafas kasar melihat panas api yang belum reda berada di depannya.


Nafisa duduk di jok belakang, sedangkan Nathan di tempat kemudi dengan Rendy di sampingnya.


Mobil terus berjalan dengan arahan yang di tunjukkan oleh Nafisa.


"Stooopp!!, berhenti di sana" Ujar Nafisa mengode Nathan agar berhenti di salah satu MALL baru di kota itu yang baru di buka beberapa bulan yang lalu.


Nathan pun hanya menurut. Karena itu merupakan janjinya, yang akan menemani Mommy nya seharian penuh.


Akhirnya mereka turun dari mobil, Nathan dan Rendy terus berjalan mengikuti langkah Nafisa kemanapun Mommy nya pergi. Seperti Kucing yang mengekor pada induknya....... Yaiyalah Mereka kan memang anaknya wkwkwk


Nafisa menghampiri Tempat Jual sepatu branded, yang ada di dalam mall. "Ayo kita masukkk!!" Girang Nafisa menyuruh Kedua putranya untuk mengikuti nya.


Nathan dan Rendy hanya diam melihat Nafisa yang sedang asik memilih berbagai bentuk dan macam² sepatu. Dari sepatu olahraga, sepatu jalan, dan lain-lain. Biasalah Cewek.


"Kalian tidak memilih beberapa sepatu??. Sepatunya bagus-bagus loh!!, Nyesel kalau tidak di beli" Tawar Nafisa. Yang sedikit lupa, kalau kedua anaknya sedang bertengkar.


Keduanya hanya menjawab dengan gelengan kecil. Yang membuat Nafisa hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.


"Belilah kalau kau mau, Nanti biar gue yang Bayar" Kata Nathan sambil menatap Rendy yang masih terdiam mencerna ucapan Nathan.


"Gue gak mau. Lagian sepatu gue juga masih Bagus" Jawab Rendy seperlunya.


"Yaudah" Balas Nathan singkat.


20 Menit Kemudian


"Mommy Sudah selesai. Mommy akan membayarnya terlebih dahulu di kasir, kalian tunggu di mobil saja" Ucap Nafisa.


"Mom!!, Biar Nathan saja yang membayar. Mommy dan Rendy tunggu saja di luar sambil mencari tempat yang lain. Ini tidak akan lama kok" Cegat Nathan menghentikan kegiatan Mommy nya. Karena ia ingin membeli sesuatu yang tidak ingin di ketahui oleh kedua orang didepannya.


"Baiklah..Ayo Rendy kita jalan kedepan beli Es Krim" Ucap Nafisa. Tanpa aba -aba langsung berjalan menggandeng Rendy yang belum sempat menjawab ajakan Mommy.


Nathan berkeliling toko itu sebentar sambil menenteng belanjaan sepatu yang Mommy nya beli. Setelah menemukannya ia langsung berjalan ke arah Meja Kasir, Dan segera membayar semuanya.


...........


"Yeyy akhirnya sampai juga" senang Tiara.


"Ayo kita langsung ke butik yang belum lama di resmikan di sini, Ow iya katanya baju di sana bahan dan modelnya bagus-bagus loh" usul Natasya.


"Letss Gooo" Teriak Ara tanpa memperdulikan suasana sekitar yang sekarang sedang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan aneh.


'Duhh.......Ara bikin malu aja, Gue kan jadi gak Pede'Batin Natasya. Dan segera mengikuti langkah Ara.


Mereka berdua segera berjalan ke dalam MALL dengan menaiki lift. Kedua sahabat itu lebih memilih menaiki lift karena disana itu tidak terlalu ramai seperti di bagian tangga berjalan (entahlah namanya apa, author juga gak tau).


Ting...


Di sepanjang jalan Natasya dan Ara berjalan menuju butik itu dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Wah bener kata elu, Banyak banget bajunya.Bagus-bagus juga" Mata Ara menggerilya melihat pemandangan yang setiap hari ia mimpikan.


"Iya lah ini kan butik Tante Anggun sahabat mamah" Jelas Natasya.


Ara mengganggukkan kepalanya mengerti. "Pantesan lu tau" Melirik Natasya dengan tatapan mengentimidasi.


"Hehehe iya gua tau dari nyokap gue, beberapa minggu lalu bilang ke gua" Balas Natasya sambil cengengesan.


"Yaudah ayo masukk" Ara menarik tangan Natasya untuk mengikuti nya kemana ia mau, agar bisa saling memberi pendapat tentang baju yang akan mereka beli. Dan sesekali berpencar.


.


.


.


.


.


"Ikhhh. Nathan kemana sih, Lama banget. capek tau Mommy diam terus di sini" Ujar Nafisa menggerutu karena putranya yang dari tadi belum datang menghampiri nya.


"Mungkin ada sedikit hambatan, jadi Mommy sedikit bersabar ya" Ucap Rendy dengan dagdigdug jantung berdisko, karena ia takut kena semprot Mommy Nathan ketika sedang marah.


"Huh kesel!!!!!, Apa yang anak itu buat ??lama betul" Lagi² Mommy menggerutu tepat di telinga Rendy. Yang membuat Jantung Rendy kembali berdisko ria , Bahkan lebih parah.


'Duh sial gue, Mommy Nafisa ini mana mau nurutin apa yang gue suruh. Alhasil gue cuma bisa pasrah deh kena semprot'Batin Rendy.


" Ehmmm Sory Momm, Nathan tadi taruh barangnya di mobil dulu" Ucap Nathan sambil ngosngosan.


"Ikhh ganteng banget, apa lagi kalo keringetan gitu. Ahh gak kebayang deh" Bisik Orang berlalu lalang ketika melihat Nathan yang ngosngosan.


"Iya GG banget woyyy" Balas Heboh temannya.


Mommy hanya menganggap itu semua angin lewat, ia tidak mempermasalahkan orang yang memuji anak tampannya. "Iya² Mommy maafin, Sebagai tebusan permintaan maaf Kamu, Carikan Mommy butik terbaru disini. Yang kualitasnya bagus". Kata Nafisa.


Nathan berfikir sejenak sambil mengingat ngingat, Dan akhirnya dia tau di mana Butik terbaru dan yang bagus di Mall ini. Karena ia pernah di suruh Daddy nya untuk meneliti Mall ini seminggu yang lalu, Setelah beberapa hari di Negara kelahiran.


"Nathan Tau Mom!!.Di sini ada satu Mall baru yang di bukanya kira-kira baru beberapa minggu sebelum Nathan datang" Ujar Nathan memberi tahu.


"Yaudah di mana???. Tunjukkan" Perintah Mommy.


Alhasil Nathan berjalan di depan sedangkan Rendy dan Nafisa berjalan sejajar, Karena Nafisa tidak mau Rendy merasa tersendiri . Atau merasa tidak memiliki keluarga.


"Wow bagus banget butiknya?? Mommy suka banget, Bagus-bagus gaunnya" Mata Mommy langsung tak sadar kalau dia masuk tanpa mengajak kedua putranya. Yang ia liat hanya gaun-gaun dan gaun 😂.


Melihat Mommy nya lengah, Nathan segera menarik Rendy ke tempat yang lumayan jauh dari butik itu.


"Gaunnya bagus bangettt!!. Daddy pasti suka kalau Mommy pake di Acara kantornya Lusa" Ucap Nafisa lirih sambil tersenyum senyum sendiri.


Ketika tangan Nafisa sudah setengah sampai,hendak mengambil Gaun warna Maroon indah yang tergantung di hanger, Ia pun melihat Tangan mulus yang sudah bertengger terlebih dahulu di hanger gaun tersebut.

__ADS_1


Refleks Nafisa menurunkan tangannya dan menatap gadis remaja yang ingin mengambil gaun impiannya itu. Tetapi Seketika Gadis itu pun ikut melepaskan tangannya dari Hangger karena terkejut.


"Eh Kakak mau beli gaun itu ya?? " tanya gadis itu pada Nafisa. Nafisa yang di panggil kakak pun hanya tersenyum karena merasa senang dilihat tidak terlalu tua.


"Jangan panggil kakak, Panggil tante saja. Soalnya tante juga punya anak yang seumuran sama kamu" Balas Nafisa ramah.


"Oh gitu ya kak. Eh tan-tante maksudnya" Tutur Gadis itu gugup.


"Kamu sangat menginginkan Gaun ini?? " Tanya Nafisa lembut.


"Hmmm tidak juga sih tan, Tasya hanya ingin melihatnya lebih dekat. karena warna itu kelihatan cocok dengan Mamah Tasya" Jelas Gadis itu, yang bernama Tasya.


"Yaudah itu buat Mamah kamu saja sayang" Nafisa mengalah karena tadi yang menjangkau gaun itu terlebih dahulu adalah Tasya.


"Terimakasih tante, Tapi itu lebih baik untuk tante saja. Tasya lihat warna itu lebih cocok kalau tante yang pakai" Kata Tasya sambil memikirkan gaun itu setelah di pakai Nafisa.


"Ah kamu yang benar saja" Nafisa tersipu.


"Iya tan, Tasya serius. Warna kulit tante akan lebih sesuai kalau menggunakan model dan warna Gaun itu"


"Beneran nih buat tante??? "


"Iya tan, lagian Mamah Tasya juga sudah pesan yang lain di butik ini" Balas Tasya tersenyum manis.


'Wah cantik banget anak ini, lemah lembut lagi. pasti kalau Nathan liat bakalan kesemsem' Batin Nafisa.


"ow iya tan, kenalin Nama aku Natasya biasa di panggil Tasya" Ucap Natasya sambil mengulurkan tangannya.


"Nama kamu Natasya. Jadi Tasya panggilan singjatnya?? "menyambut tangan Natasya. setelah itu Natasya mencium punggung tangan Nafisa


"iya tan, itu nama panggilan biar gak ribet sih katanya hehehe" balas Natasya sambil cengengesan.


Iya yang bertemu Nafisa itu Natasya ya, ingat itu.


'Walau cengengesan tetep cantik, aduh deg degan nih kalau ketemu mamahnya.' Pikir Nafisa sambil berangan angan.


"Kalau gitu kita cari baju sama-sama yukk" Ajak Nafisa sambil tersenyum yang sangat di usahakan agar terlihat cantik di hadapan Natasya.


'wah tante ini ramah banget, cantik pula. Anaknya siapa ya mendadak kepo'Batin Natasya.


"Boleh tan, ayo kita ke sana" Natasya menyetujui.


.


.


.


.


Skippppp√

__ADS_1


Maaf up nya lama.


__ADS_2