Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Merasa Dilema


__ADS_3

"Maaf ya Mommy agak lama" Ucap Nafisa sambil duduk di kursi resto tempat Nathan dan rendy duduk.


"Iya tidak apa-apa Mom" Balas Rendy dan Nathan bersamaan seraya tersenyum manis kepada Mommynya itu.


"Ayo Cantik duduk! " Perintah Mommy Nafisa.


Natasya dan Ara pun menurut apa yang di perintahkan oleh Mamah dari Nathan. Dan mereka segera memesan makanan.


.


.


.


Selesai Makan.....


"Emm, Tante Tiara kayaknya gak bisa lama-lama deh. Soalnya Tiara udah janji sama Mamah mau pulang Sore," Ujar Ara meminta izin.


"Yaudah kalo begitu kamu pulang di Antar Rendy ya? " Usul Nafisa.


Ara segera menggeleng pelan. "Gak usah repot-repot tan, Ara pesen Taksi online...."


"Tante tidak terima penolakan!!!" Potong Nafisa.


Ia segera menatap Rendy dengan tatapan tajam setajam silet.


Rendy meneguk salivanya dengan keras dan akhirnya mengangguk meng'iyakan perintah Nafisa. Ia segera menyalimi Mommy Nafisa begitu pula dengan Ara.


"Yaudah Tante kita pamit dulu ya. Assalamualaikum!! " Ucap Ara


"Waalaikumussalam"


"Mom!!! Nathan ikut Rendy antar Cewek itu ya? "Tawar Nathan ingin ikut dengan Rendy dan Ara. Karena ia malas kalau terus bersama dengan Natasya.


"Kayaknya ada yang lupa, kalau mau nemenin Mommy jalan seharian!!! " Nafisa kembali mengingatkan Janji yang Nathan buat kemarin.


Skakmat..... Nathan terdiam seribu kata.


'Sial... kenapa gue lupa'

__ADS_1


.


.


"Tasya kamu lagi sibuk nggak??" Tanya Nafisa.


"Nggak juga sih tan, Sore ini jadwal Tasya kosong. Memangnya kenapa tan?? "


Nafisa menatap Tasya dengan lembut. "Kamu ikut ke rumah tante ya?? " Pinta Nafisa.


Natasya membeku mendengar Ucapan Nafisa barusan. Masa gue harus ke rumah cowok gila itu. Pikir natasya gelisah.


Melihat Natasya terdiam, Nafisa berniat untuk meyakinkan nya.


"Ada hal yang Sangat penting ,Yang harus tante bicarain sama kamu"


Mendengar kata-kata Penting, Akhirnya Natasya meng'iyakan keinginan Tante Nafisa.


"Makasih sayang" Ucap Nafisa sambil memeluk Natasya girang.


'Apaan sih Mommy, meluk-meluk cewek gila yang gak jelas itu!!! ' Kesal Nathan di dalam batinnya.


"Iya Mom. Kalau gitu Nathan pesen dulu sekalian tunggu di depan Mall"


"Kalau udah kamu Telfon Mommy. Mommy mau temenin Tasya dulu cari barang yang dia mau beli"Ucap Nafisa di balas anggukan singkat dari Nathan.


.


.


.


.


Selesai Membeli


"Kamu cuma mau beli liptint ke sini?? "


"Hehehe iya tan" Jawab Natasya sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

__ADS_1


Nafisa hanya mengaggukkan kepalanya sekilas. Tetapi dengan cepat ia mengangkat salah satu alisnya dan menatap Natasya dengan horor.


"Kamu cuma beli satu????" Tanyanya heran.


Natasya kembali menatap kantung kresek yang berisi kotak liptint itu lalu mengangguk dengan polosnya.


Mendengar jawaban dari gadis cantik itu Nafisa menepuk jidatnya. Yang tambah membuat Natasya bingung.


"Sayang, kalau mau beli liptint, lip glows, lipstik atau yang lainnya. Kamu beli aja ya, nanti biar tante yang bayarin". ujar Nafisa terheran heran melihat gadis yang datang ke toko terkenal dan mahal, Tapi hanya membeli satu buah liptint.


Bukannya meragukan kekayaan yang di miliki Natasya. Tapi untuk gadis SMA biasa tidak mungkin mampu membeli beraneka Make Up di toko itu, walau mengumpulkan uang sakunya. Jadi Nafisa berniat membayar Make Up yang Natasya inginkan.


"Eumm... Makasih tante atas tawarannya. Tapi Natasya cuma ingin membeli liplint keluaran terbaru ini saja. Kalau Natasya ingin yang lain, Nanti Natasya beli sendiri saja Tante tidak usah repot-repot" Balas Natasya sambil tersenyum manis.


Nafisa pun hanya membalas dengan senyum terbaiknya. Ia senang karena ternyata Natasya bukan Cewek matre seperti kebanyakan cewek, termasuk dirinya sendiri.


Tetapi Karena senyum yang di berikan Natasya itu mampu memikat siapapun orang yang melihatnya. Tiba-tiba seseorang memujinya.


"Cantik bangett!!! " Gumam seorang cowok yang sedang menemani Pacarnya melihat Keluaran Make Up terbaru.


Plakkk!!!


"Dasar Mata keranj*ng" Ujar Pacar Cowok itu dan berlalu pergi.


Dengan segera cowok itu pun mengejar pacarnya yang sudah berlari jauh dari tempat mereka berada sekarang.


'Salah gue bukan!! ' batin Natasya di buat Dilema dengan Drama yang sering ia liat beberapa waktu lalu. Setelah ia tersenyum.


"Udah sayang, jangan di pikirin. Kamu memang terlalu cantik, makannya kaya gitu" Ucap Nafisa seketika merasa Flashback kejadian berpuluh-puluh tahun lalu.


"Iya tante"


Flashback


.


.


.

__ADS_1


Next √


__ADS_2