Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Cafe N. Andara


__ADS_3

Sesampai nya di Cafe terdekat yang bertuliskan CAFE N. ANDARA, mereka langsung memesan makanan di minuman pada whaitres. sambil berbincang-bincang.


"Eh,, gue denger-denger ni. Cafe ini baru beberapa bulan di bangun. Tapi peminatnya udah banyak banget" Ucap Tiara memulai Gosip. yang beredar di area Sekolah.


"Serius lo, gue baru denger soalnya" Balas Natasya.


"Iya. Gue aja denger dari kelas sebelah!" Tiara Mengaduk-ngaduk Minumannya.


"Gue gak heran sih. Soalnya tadi kita hampir gak dapat tempat duduk gara-gara banyak orang yang datang ke sini"


"Betul banget. Sangat Betul!!" Ara menganggkat kedua jari jempol nya.


"Ouw iya. Btw gue nanti mau ketemuan sama Pacar gue dulu, biasalah Malming" Ucap Ara.


"Jadi, lo ngajak jalan malam ini, dengan alasan main ke rumah gue. Buat itu" Natasya menatap Ara malas.


"Hehehe, lo kan tau sekarang gue udah gak jomblo lagi" Ara menyengir kuda.


"Terus,,,,lo pake baju sekeren ini buat liatin ke pacar lo!" Dumel Natasya kesal.


"Nggak juga, Ini buat semua orang. Biar pada tau, kalau seorang Tiara Saputri itu cantik. Gak ada duanya" Ucap Ara tersenyum Pede. Mangpede dulu yekan, pikirnya.


Natasya memutar bola matanya malas, sampai ia melihat sesuatu yang mengalihkan perhatian nya.


"Lusi?" Gumamnya lirih.


Saat Natasya sedang menatap Lusi, Tiba-tiba saja Lusi juga ikut menatap Natasya, seperti tau saja sedang di perhatikan.


Ia tersenyum Centil. Dan berdiri, ia sedikit berbincang dengan seseorang yang bersamanya. Lalu berjalan Anggun ke Arah Natasya.


'Ngapain dia kesini'batin Natasya.


"Hellow, can i join?" Sapanya.


Ara menyiritkan dahinya melihat kedatangan Lusi. Yang tiba-tiba datang seperti jaliangkung.

__ADS_1


"Hey, can you hear me?" (Hay, apakah kalian bisa mendengarku?) Melambaikan tangan di depan wajah mereka.


"Ngapain lo kesini?!!" Bukan karena tidak bisa berbahasa inggris, tetapi Ara sudah sangat emosi melihat Kepolosan Lusi yang terlihat sok Akrab kepada dirinya dan Natasya.


"Gue cuma mau gabung sama kalian, apakah Kamu keberatan." tanya Lusi sembari duduk di bangku kosong sebelah Natasya.


"Iya!, sangat keberatan. Kaya gak ada tempat lain aja!" Ucap Ara ketus.


"Hmmm. kayaknya lo gak suka banget ya liat orang cantik!" Jelas Lusi menatap Ara yang terlihat seperti orang kebakaran jenggot.


Nafasnya Naik turun seperti ingin mengeluarkan asap api dari mulutnya.


Lusi Andini POV


Hari ini hari sabtu dan pastinya malamnya malam minggu, di mana waktunya anak muda nongkrong.


Aku sudah memaksa Nathan untuk malam mingguan bersamaku, tapi tetap saja dia menolak dan bersikap dingin padaku. Dasar Batu Es.


Dari dulu di London dia selalu menyueki aku. Padahal kurang apa coba aku tu. Udah cerdas, cantik, Royal!!. Lengkap tauuu. Tapi tetep aja dia gak tertarik sama aku.


Aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan Sahabat yang selalu ada untukku. Tapi karena ia juga punya perasaan sama Nathan, jadi lebih baik aku tunda dulu.


Aku dan Laura memutuskan untuk nongrong di Cafe yang baru di buka beberapa bulan lalu, dan beritanya Cafe itu sangat banyak peminatnya. Jadi, kita coba lah dari pada penasaran.


Sudah setengah jam aku duduk dan menikmati hidangan di sana. Tiba-tiba tatapanku berpapasan dengan Natasya, Mantan Sahabatku. Ia menatapku dengan datar.


Aku sadar, kalau aku sudah mengibarkan bendera perang padanya dari dulu. Tapi ia sama sekali tidak melawan, aku jadi merasa bersalah. Ahh sudahlah, jangan fikirkan itu lagi!!.


Merasa bingung dengan temannya yang satu itu, dia selalu berada di samping Natasya, kapanpun dimana pun. Aku menghampiri mereka dan menyapa?, tetapi Natasya tidak merespon apapun yang aku katakan, malahan aku berdebat dengan temannya.


Atau, aku sudah keterlaluan ya.


"Idih, lo cantik?. Cantik dari mananya!" Ucap temannya itu padaku dengan sinis.


"Gue memang cantik kok. Buktinya? banyak Anak sekolah, yang ngedeketin gue" Ucapku jujur dan santai.

__ADS_1


"heh....Di deketin buaya kok bangga!. Buktinya lo Jomblo ngenes kan, Cuma omongan doang!" Sindirnya padaku, tapi kali ini aku masih sabar.


Karena aku memperhatikan Natasya yang tersenyum sendiri. Aku yakin kali ini dia sedang menghayal tentang pangeran impiannya.


"Sya, lo Lagi ngehalu ya, kok diem aja" Ucapnya sambil menggoyangkan lengan Natasya pelan.


Aku melihat ada raut kekhawatiran di wajahnya. Langsung saja aku menepuk pundak Natasya pelan.


puk


"Apaan sih lo?" Teriaknya sambil mrnyingkirkan tanganku.


"Gue cuma mau bantuin lo nyadarin Natasya kok!" Ucapku tulus. Walaupun Natasya memiliki keanehan pemikiran tentang Pangerannya. Aku tidak pernah menyinggungnya sedikitpun.


"Ayo? masukin dia ke mobil gue. Gue yakin dia butuh ketenangan sebentar!" Ucapku sedikit panik.


Ketika aku mengalihkan pandangan menatap Mejaku dan Laura. Ternyata dia sudah jalan duluan menemui Doi nya. Huu dasar bucin.


"Gue sama Natasya bawa mobil, jadi gue gak butuh bantuan lo" Teman Natasya itu memanggil Whaitres dan membayar pesanan mereka.


Sebelum Mereka beranjak, aku memanggil.


"Heyy tunggu dulu. Gue tau, kalian pasti bawa mobil sports kan. Jadi, karena mobil sports itu sempit, lebih baik kalian sementara Naik Mobil Avansa gue." Tawarku.


Terlihat teman Natasya itu berfikir dan akhinya ia setuju.


"Gue setuju. Tapi ingat! ini semua, karena Natasya, gue bakal lakuin apapun demi kenyamanan sahabat gue!!"


Deg...... Sahabat. Jadi mereka sahabat.


"Oke" Jawabku lesu.


Pada akhirnya aku Dan tem- eh Sahabat Natasya itu menuntun Natasya sampai mobilku.


Padahal waktu dulu, aku yang selalu menggandeng dan menuntunnya. Tapi sekarang bukan cuma aku ternyata 😊

__ADS_1


POV End


__ADS_2