Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Drama Nafisa


__ADS_3

Melepas rindu yang terpendam terhadap orang yang sangat kita sayang itu sangat berat rasanya.


Seperti itu lah yang Anggun rasakan saat ini kepada orang yang masih setia berpelukan dengannya. Begitu pula sebaliknya.


Anggun mendongak dan melihat wajah orang yang membuat nya menitihkan air mata kebahagiaan.


"Na-nafisa" panggilnya ragu.


Nafisa kembali menatap Anggun dengan tatapan yang begitu mendalam, yang mengisyaratkan bahwa ia enggan melepaskan pelukan rindu yang selama ini ia harapkan.


"Biarkan begini saja sebentar Ngun" Ucap Nafisa dengan sedikit terisak.


'Duh ada apaan ya ini'Batin para penonton setia. awokawok 😂


Setelah sama-sama merasa tenang, Akhirnya Sahabat lama yang sedang melepas rindu itu pun segera melepas pelukannya.


Dan mengelap sisa-sisa air mata yang membuat make up mereka sedikit berantakan. Entah dari eyeliner yang sedikit bengkok, blush on yang sudah pudar, dan jangan lupa alis dan eyeshadow yang sudah tak terbentuk seperti semula. Karena terkena air mata, dan sedikit tergesek.


"Ehmm... toilet di mana ya? " Ucap Nafisa memecah keheningan.


"Masuk ke toilet pribadi ku aja yuk! "Ajak Anggun.


Nafisa menoleh dan melirik ke arah semua penonton drama tangisnya bersama Anggun untuk meminta persetujuan. Dengan mata yang berharap di berikan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama sohib lamanya itu.


Saling menatap melihat dan peka terhadap keinginan Mommy Nafisa dengan niatan untuk meng'iyakan keinginannya. Tapi mereka sama sekali tidak berniat mengikuti saran Mommy Nafisa yang pertama, kalau tidak ada Nafisa.


Akhirnya Rendy mengangkat bicara. "Mommy ke toilet aja bareng tante ini, nanti biar Rendy sama Nathan yang antar Natasya dan Tiara pulang dengan selamat" Ucap Rendy. Sampai-sampai ia lupa tujuan awal ingin menemani Mommy Nafisa kemanapun ia mau.


'yah kan masih mau cari Liplint'Batin kedua manusia cantik itu ketika ingin di antar pulang.


"Em... gak usah repot-repot Ren, kita pulang sama supir gue aja. Lagian gue sama Ara mau ambil pesanan Mamah gue dulu terus mau beli sesuatu juga"Terang Natasya.


"ah...... " Ucapan Ara tercekat


"Jadi kalian belum mau pulang kan, kalian tunggu tante bentar yah. Habis dari toilet kita makan siang dulu, terus tante ikut kalian beli sesuatu yang kalian bilang tadi.... Pasti urusan cewek kan? " Sambung Nafisa.


Natasya dan Ara menganggukkan kepalanya setuju, karena yang ingin mereka beli hanya sejenis serum yang di pergunakan untuk bibir. Jadi bukan berarti hal buruk, dan tidak boleh di ketahui.


"Yasudah kalau begitu kalian ke Resto ***, Mommy akan segera menyusul. (Semua menatap Nafisa ragu). Janji deh gak akan lama-lama " Ucap Nafisa menunjukkan jarinya berbentuk V dan berjalan mengikuti Anggun.


Anggun berbalik sejenak dan berkata "Ambil dulu pesanan mamah kamu??. Jangan lupa ya". Ucapnya dan melanjutkan langkahnya menuju ruang Pribadinya.


Natasya berfikir sejenak. "Kalian duluan aja, nanti gue nyusul setelah ambil pesanan Nyokap gue" Ujarnya.


Dengan cepat Ara menggelengkan kepalanya tanda tak setuju dengan usul sahabatnya itu. "No no no......Gue bareng elo aja, Biar mereka yang duluan' Lah-" Tolak Ara sambil menunjuk Rendy yang masih setia mendengarkan, dan Nathan yang ternyata sudah berjalan cukup jauh dari butik Tante Anggun.


"Kapan jalannya tu orang??? " sambung Ara terheran heran.


Rendy mengikuti arah pandang Kedua manusia di depannya lalu berkata. "Biasa dia tu, tiba-tiba Ngilang gitu aja gak bilang-bilang" Katanya santai.

__ADS_1


Natasya menatap Rendy dengan tatapan tak percaya. "Lo gak ada niatan buat nemanin dia gitu??? " Natasya di buat bingung.


Rendy menggeleng "Buat apa?? " bukannya menjawab Rendy malah bertanya kembali.


"Lo kan saudaranya, masak gak nemenin sih? "


"Gue Sohibnya, bukan saudaranya" Jelas Rendy.


"Bodo Amat!!!, mau saudaranya kah, Sohibnya kah, Adiknya, Kakaknya. Kita gak perduli! yang jelas lo harus susul dia, Nanti Tante Nafisa salah paham gi mana??? " Ucap Ara ngegas. Ia bingung dengan sifat ketidak pekaan Rendy.


"Bawel lo!! " Elaknya.


"Cepett be*oo!!"


"Iyeiye" Akhirnya Rendy nyerah dan pergi menyusul Nathan.


.


.


.


Setelah selesai mengambil Pesanan Mamah Natasya Mereka menyuruh supir Untuk mengambil barang itu dan membawa nya pulang.


.


.


.


Yeye hari libur waktunya jalan-jalan, Aku senang sekali bisa Shooping bareng Ara, udah lumayan lama gak shooping bareng.


Kata Mamah ada butik baru milik tante Anggun di Mall, jadi aku mengajak Ara untuk membeli beberapa baju couple untuk kita berdua setelah jogging tadi pagi.


Dengan tidak sengaja aku bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik sampai-sampai aku kira di kakak-kakak. Dia ramah sekali, Baik, dan pokoknya paket komplit buat jadi Mamah mertua xixixi.


Tapi ternyata anaknya tak sebaik Mamahnya, malahan ia adalah musuh baru ku si SMA. Kesel banget melihat muka tampannya yang sangat menjengkelkan.


Jujur! Aku memang mengakui akan ketampanannya, tapi ketampanan itu bukan segala nya. Yang aku lihat itu dari cara memperlakukan ku seperti seorang putri, Seperti di mimpiku itu.


Tapi ternyata Rendy juga anak dari Tante Nafisa, walaupun waktu ku bilang si cowok gila itu saudaranya, dia mengelak bahwa dia hanya sahabat. Yang terpenting dia dekat sama tante Nafisa, Sapa tau jodoh hahahh.


"Ra kita nyusul mereka sekarang kah? " Kataku saat kita berdua sudah selesai menaruh barang tadi untuk di bawa supir Papah tadi.


Ara sedikit berfikir "Atau kita nunggu tante Nafisa aja ya?? " sambungnya.


Belum sempat aku mengucapkan kata-kata untuk menjawab Ara, Tante Nafisa sudah Berada di belakang tubuh kami.


"Eh... tante ngagetin aja" Ucapku sambil mengelus dadaku yang berdetak karena kaget.

__ADS_1


"Kalian gak kesana duluan?? " tanya Tante Nafisa padaku dan Ara.


"Tadi urus pesanan mamah dulu tan makannya kita masih di sini, kalau mereka berdua udah duluan kesana tan" Jelasku agar tante Nafisa tidak berfikir yang buruk².


"Baru kita mau kesana, Eh tante juga udah beres" Ucap Ara memberi penjelasan


"Kalau begitu kita ke sana yuk" Ajak tante Nafisa sembari menggandeng lenganku juga Ara, dengan wajah yang sudah di berikan sedikit Make Up simple. Yang sangat terlihat Natural ketika di lihat orang. Apa lagi kulit Tante Nafisa berwarna putih asli.


"Iya tan" Jawabku dan Ara bersamaan.


Author POV


"Nath???" panggil Rendy


Nathan menengok dengan satu alis naik ke atas.


"Lo gak pesen sesuatu gitu? " tanya Rendy agak aneh, karena ia masih berfikir Nathan menjauhinya.


"Gue nunggu Mommy aja lah" Balas nathan berusaha Santai.


"Kenapa lo jadi diem-diem mulu dari tadi? " Rendy masih penasaran.


"Lo tau kan, Gara-gara ada cewek gila itu Mood gue seketika berubah" jawabnya sedikit tersulut emosi. (padahal bukan gara-gara itu wkwkwk)


"Jangan gitu, tetep aja kan Mommy suka sama dia. Jadi biarin aja lah" Ucap Rendy


"Serah lo!!, belain aja terus" sewot Nathan


"Gak usah baikan sama gue sekalian?!!! " sambungnya.


Rendy terkejut mendengar ucapan Nathan yang menurutnya sama sekali tidak nyambung itu. "Gue gak bela Natasya, gue cuma ngebela Mommy nyuk. Jangan baperan???. Masak di gituin baper giliran di gombalin cewek bule gak ada baper-bapernya sama sekali" Goda Rendy menyangkut pautkan mantan Nathan yang bertebaran di Luaran sana.


"Jangan bawa-bawa mantan gue yang pada gak jelas itu!! " Tegas Nathan.


"Oke-oke santai boss" Rendy tertawa garing


"Dari pada elo kan, cuma punya dua mantan!!" Ledek Nathan.


Rendy menatap Nathan dengan sinis "gak usah sombong!!!!, mantan aja di banggain"


"ya bangga lah, kan banyak yang suka. Secara gue kan ganteng" Bangga Nathan.


"Cih.....Mendingan gue banyak yang suka tapi gak pernah nerima! dari pada elo??? Semuanya di terima" Menatap Nathan dengan ekspresi di buat geli.


Nathan membolakan kedua matanya "Gue nerima juga milih-milih kali nyet, kalo lumayan ya gue terima, apa lagi kalo jadi bunga sekolah. Walaupun gue gak suka sama sekali" Jelas Nathan, tak terima di anggap Welcome ke semua cewek yang menyatakan cinta padanya secara terang terangan. Entah di terimanya karena kasian atau apa, hanya Nathan yang tau.


"eleh lu mah "


"......"

__ADS_1


Skip√


__ADS_2