Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Canggung


__ADS_3

"Kamu serius??" Ucap Natasya sendu.


Nathan yang berada di belakang tubuh Natasya pun menaruh wajahnya di leher putih Natasya. Lalu menjawab dengan suara berat. "Yes, I'm very serious!".


Natasya melepas pelukan itu, dan menatap Nathan bimbang. "Please, jangan begini. Aku belum siap Nath" Ucapnya canggung.


Nathan tersenyum teduh, membuat Natasya terpesona untuk ke beberapa kalinya. "Perfect" Setelah mengucapkan kata kata Manis itu, ia segera menutup mulutnya sendiri.


"Yayaya, Suamimu ini memang sangat tampan" Dengan pedenya Nathan mengatakan hal itu.


Membuat Natasya melenggang masuk ke dalam kamar Mandi.


"Heii, kamu mau kemana?" Tanya Nathan sedikit lantang. Natasya mendelik malas.


"Memangnya kenapa?, Aku cuma mau mandi dan mengganti baju saja" Ujar Natasya, dan melanjutkan tujuan awalnya.


"Boleh ikut gak?" Goda Nathan, membuat Natasya yang hendak menutup pintu, kembali menatap wajah yang di penuhi seringai itu. Sangat berbanding terbalik, sebelum mereka menikah.


"Jangan harap!!" Pekiknya, dan menutup pintu itu dengan sangat keras. Tak lupa menguncinya juga.


.


.


"Ini gak bisa di biarin, gue khawatir" Ucap Ara lirih. Dengan cepat ia meraih Ponselnya lalu memencet tombol bertulisan Panggil.


Tuttt tuttt.


Panggilan pertama tidak di angkat, kemudian panggilan kedua akhirnya di angkat.


"Haloo"


"Emm, halo. Ini Arabear teman kak Natasya ya??" jawab seseorang di sebrang telefon.


'What Arabear!!!, Natasya kasih nama kontak gue Arabear'Batin Ara dengan kesal.


"Halo!!"

__ADS_1


"Eh,, nama gue Ara. Gue Bestai nya Tasya. Emm Tasya nya ada?" tanya Ara penasaran.


"Owh Sory deh. Kenalin gue Bianca, adek iparnya Natasya," Yang mengangkat telefon ternyata adalah Bianca. kebetulan tadi HP Natasya tertinggal di kursi yang kebetulan ada Bianca di sana.


"Whatt Adik iparr!!" Pekik Ara tanpa sadar. Membuat Bianca dengan refleks menjauhkan Ponsel Natasya dari telinganya karena suara cempreng milik Ara.


"Aduhh suara kakak kece abis deh, ampe kuping gue rasanya mau Meledak tau. Iya, gue adik iparnya, emang kenapa??"


"Lo serius, kok bisa. Natasya kan anak tunggal, masa punya adik ipar" Ara tak percaya.


"Ya iya lah, gue kan sepupu dari suaminya. Upsss" Ucap Bianca keceplosan lalu menutup mulutnya.


'Aduh mampus gue, ini mulut gak bisa di filter dikit apah'Batin Bianca meruntuki dirinya sendiri.


"J-jadi, N-natasya u-udah nikah m-maksud lo. Dan dia punya s-suami??" tanya Ara gagap


"Ee..enggak gitu" Bianca frustasi, ia bingung harus berkata jujur atau bohong.


"Ehhh" Pekik Bianca terkejut, karena tiba tiba ada seseorang yang merebut HP milik Natasya di tangannya.


"Ini HP Natasya, kok elo yang pegang?" tanya Nathan.


"Halo, halo" mendengar suara Dari Handphond Natasya. Nathan langsung saja menaruh handphond itu ke telinga.


"Halo, ini siapa?" tanya Nathan dengan suara Bass nya. Yang membuat Ara terpesona. Padahal ia pun punya pacar.


"Eh, kok cowok?" Respon Ara membuat Nathan mengerutkan keningnya.


"Ada apa ya,, ini Handphond Cewek gue!" Ucap Nathan dengan tegas


Ara melongo tak percaya. Bagaimana bisa Natasya tidak memberitahunya kalau Natasya sudah jadian dengan seseorang, mana suaranya Khas cowok banged lagi. Pasti Gentel. Pikir Ara.


"Lo cowoknya Natasya, kenapa dia gak ada bilang apa-apa sama Gue" Walaupun suaranya saja bisa menggoda iman Ara, tetap saja Ara khawatir, takutnya Handphond Natasya di maling.


"Ceritanya panjang. Natasya nya lagi mandi, Soo nanti biar gue bilang kalo ada telefon dari temannya" Jawab Nathan Asal asalan.


Tanpa ia sadari kalau jawaban yang barusan ia kasih, malah membuat Ara panas dingin.

__ADS_1


pip.


Nathan mematikan sambungan telfon secara sepihak.


Ara sekarang sedang bengong di tempatnya. Ia masih berfikir, tadi itu nyata atau bukan si. Kenapa ada yang ngaku jadi adik ipar, terus bilangnya Natasya dah punya suami. Terus cowok tadi ngakunya jadi Cwoknya Natasya. Kenapa gak ngaku jadi Suami aja coba, biar Clear. Dan Yang bikin Ara geleng geleng kepala itu, cwok tadi bilang kalo Natasya lagi mandi. ***Mereka habis ngapain Coba!!.


Pikiran Ara tidak bisa di kondisikan Mon Maap Mas. Aduhhh makin kliengan palanya.


"Masa sih, Natasya udah nikah. Kapan coba Nikahnya. Kok gue gak di undang. Jan jangan si Ulet bulu di undang. Ahh ga mungkin. Nanti malem gue harus pastiin ini semua!!!" Ucap Ara menggebu gebu.


Padahal ia sudah siap sedia untuk jalan bersama Pacarnya. Tetapi karena pembiacaraan tadi, membuat Mood nya hilang seketika di telan bumi***.



Padahal sayang gue sama dandanan gue yang udah cantik begini. Tapi apa boleh buat. Gue udah ga Mood jalan. Mending gue tidur Full ampe malem.


.


.


"What Mah, Natasya mau ngapain pake baju beginian" Dumel Natasya pada Sang Mamah. Yang menyuruhnya memakai Dress cantik.


"Kita mau Hangout, Ala keluarga sayang, udah deh nurut aja oke. Kamu jangan lupa pakai heels. Babay" Pamit Mamah Dira.


Dengan perasaan kesal, Natasya masuk ke Wall in Closet untuk mengganti baju.


Saat keluar, Ia merasa aneh, tetapi tiba tiba ia tersenyum ketika melihat penampilannya sendiri.



"Kenapa Hangout bajunya ribet gini si" Natasya melunturkan senyumnya sambil mengomel pada dirinya sendiri


"So Beautifull!" Ucap Nathan tanpa Sadar.


.


.

__ADS_1


Skip √


__ADS_2