Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Bienvenue beau


__ADS_3

Sesampainya Di Parris, Dua N yang tak lain adalah (Natasya and Nathan) Mengikuti perintah Orang Suruhan orang tua mereka.


"Wahh, Aku dah lama gak kesini!!" Ucap Natasya menatap sekeliling dengan wajah berseri. Sambil menggerakkan renda gaun pendeknya.



Nathan yang melihat itu hanya tersenyum simpul. Karena Nathan masih jarang menampakkan senyum tampannya pada semua orang. Secara....dia kan masih kulkas.


Cowok tampan dingin itu mengenakan kemeja putih polos, dan jeans pendek.



Sesampainya di Hotel ternama Paris, Di Paris sekarang masuk pukul 3 pagi.


Pria itu menunduk Hormat menghadap ke arah Nathan.


"C'est l'hôtel, mesdames et messieurs. Et c'est la clé" Ucap Pria itu dengan bahasa prancis sembari memberikan kunci kamar.


"Merci" Jawab Nathan segera mengambil Kunci yang berada di tangan pria itu.


"A votre avis, quel est le numéro de la chambre ?" (kira kira kamarnya nomor berapa?) tanya Nathan.


"La chambre est au numéro 68, au dernier étage monsieur" (Kamarnya berada di Nomor 68, di lantai paling atas tuan) jawab Pria itu diangguki Nathan.


"Et en voici une autre, il y a les clés d'une des voitures de M. Nicho dans cet hôtel. Si le jeune maître veut l'utiliser, il suffit de demander à la réceptionniste de l'hôtel". (*Dan ini satu lagi, ada kunci salah satu mobil milik tuan Nicho di hotel ini. Jika Tuan muda ingin menggunakannya, tinggal bertanya pada Resepsionis Hote***l**) sambung Pria itu kembali merogoh saku bajunya, dan memberikan kunci Mobil milik Daddy Nicho. Nathan menerima dengan senang hati.


Tetapi Natasya ia hanya memicingkan matanya bingung. Ia berharap Nathan memberinya kejelasan sehabis drama yang Natasya tak tahu permasalahannya.


"Pars s'il te plait. Si votre tâche est terminée !!". (Silahkan pergi. Jika tugasmu sudah selesai!!) Ucap Nathan Dingin.


Pria itu mengganguk lalu tersenyum dan kemudian berkata. "Excusez-moi monsieur. Bonne journée!" (Permisi Tuan. Semoga harimu menyenangkan!)

__ADS_1


"Merci. Et merci pour votre coopération" (Terimakasih. Dan terimakasih atas kerjasamanya) Ucap Nathan sewajarnya.


Setelah Pria itu pergi, Natasya menatap Nathan dengan tatapan yang sulit di artikan. "Pourquoi, mon cher??" (kenapa sayang??)


"Aku tidak tahu kamu berbiacara apa. Sudahlah. Kamu sangat menyebalkan!" Gerutu Natasya, di senyumi Nathan. Sebenarnya Nathan sedikit lega karena Istrinya itu tidak tahu arti dari ucapannya barusan.


"Tidak ada apa-apa. Ayo kita masuk, aku sudah tahu di mana Para orangtua kita memesankan kamar untuk kita" Jawab Nathan menggandeng lengan Natasya yang menurut.


.


.


Bienvenue!


**Bienvenue!


Bienvenue!


Begitulah sapaan Para pekerja Hotel wanita yang melihat Nathan.


Nathan hanya mengangguk, karena sebelumnya ia sudah sering menginap di hotel ini, sampai para Pekerja hotel ini sangat mengenali pemuda tampan yang tengah berjalan sembari menggandeng seorang wanita.


Hotel ini Siap Sedia selama 24 jam. Karena Sering lebih ramai saat Malam hari.


"Mengapa mereka terlihat sangat tidak asing denganmu!" Bisik Natasya tepat di telinga Nathan.


"Mungkin karena suamimu ini sangat tampan" Bisik Nathan kembali. Di hadiahi cubitan kecil di pinggang Nathan.


"Kita harus naik Lift!" Bisik Nathan menarik lengan Natasya lembut menuju Lift.


Ting...

__ADS_1


Lift membawa dua N itu sampai di lantai paling atas, Tinggal mencari Nomer kamarnya saja.


Nathan Celingukan mencari nomor kamar itu, tapi tiba tiba seorang Wanita sekitar 20 tahunan berbaju Rapi nan anggun menghampiri keduanya.


"Excuse-moi!! Êtes-vous M. Nathan et Mlle Natasya ??" (Permisi!! Apakah anda tuan Nathan dan Nona Natasya??) Natasya mendengar namanya di panggil, langsung menatap Wanita itu dengan salah satu alis yang terangkat.


"Oui, d'accord" (Ya, benar) Jawab Nathan.


"ensuite, je vous montrerai les chambres de Mr et Miss Andara" (kalau begitu, saya akan menunjukkan kamar tuan dan nona Andara) ujarnya mengode agar Natasya dan Nathan mengikutinya. Awalnya keduanya saling pandang, lalu mengikut.


Beberapa meter kemudian, Wanita itu menunjuk salah satu kamar bertulisan numéro 68.


Nathan merogoh kantung celananya, untuk mengambil kunci, lalu membuka Kamar itu. Setelah terbuka lebar Pasutri baru itu pun masuk, diikuti wanita itu.


"Veuillez entrer" (Silahkan masuk) ucapnya membuntuti keduanya.


"Ehmm...Apakah tuan dan nona bisa berbahasa indonesia?" tanya Wanita itu ragu.


"Tentu saja!!" jawab Natasya cepat, karena ia sudah sangat jengah mendengar ucapan wanita tadi. pasalnya ia tadi tidak mengerti sama sekali.


"Baiklah. Kalau begitu saya akan menjelaskan semuanya dengan bahasa Indonesia" Ucapnya sambil berjalan mengelilingi kamar hotel luas itu sambil menjelaskan kegunaan setiap ruangan.


Sampai tibanya mereka di kamar yang sudah di dekor dengan sangat indahnya. Harum lilin menyeruak di ruangan itu, ranjang yang di hias berbentuk hati dengan kelopak mawar, serta handuk yang di bentuk seperti sepasang angsa yang berada di tengah mawar itu. Tak lupa pula balon balon berbentuk hati yang menempel di setiap sudut ruangan dengan rapi.


Benar benar Sangat Romantissss, bagi pasangan yang melihatnya.


"Ini adalah Ruang khusus untuk Tuan dan nona. Kata Nyonya Nafisa ini kamar untuk........."


Skip√


Hayooo Mbk nya mau ngomong apa??

__ADS_1


__ADS_2