
Di dalam mobil, hanya ada keheningan. Ara menyetir mobil dengan serius dan Natasya yang masih terdiam, dan merasa bersalah.
"Maaf ya Ar. gue buat lo nunggu lama tadi. gue lupa tadi" Ucap Natasya.
"Dasar lu, gue nunggu lo sampe kesemutan di dalam mobil." Gerutu Ara.
"Ya gue kan lupa. Emmm gue bakal lakuin apapun buat lo, janji" Mengangkat tangannya.
Ara memberhentikan mobil Natasya ke pinggiran jalan. "Loh, kenapa berhenti Ra??" tanya Natasya heran.
Ara menatap Natasya dengan tajam. "Gue mau jalan sama cowok gue. Gue harap, lo jangan balik sebelum gue ngechat lo. biar mamah gua gak curiga. itu hukuman buat lo" jelas Ara dan keluar dari mobil.
"Ahhh, Ara kurang ajar. Gue kemana dong habis ini" Ujar Natasya bingung.
Natasya mengetuk ngetuk pelipisnya. "Ow iya. Gue kangen sama Menu Cafe N. Andara. Yaudah lah gue kesana aja" Natasya berpindah posisi. Dari Sebelah kemudi menjadi di tempat kemudi.
.
.
Sesampainya di Cafe N. Andara.
"Makasih mba" Ucap Natasya pada mba Resepsionis.
"Wahh!! Menunya ngangenin" sambungnya dan memakan makanan itu dengan lahab.
"Lo ngapain di sini" pekik seseorang mengagetkan Natasya.
Natasya mendongak dan menatap intens wajah orang itu dengan seksama.
__ADS_1
"Lo yang ngapain di sini" bukannya menjawab Natasya malah bertanya balik.
Orang itu menggertakkan giginya kuat, dan ikut duduk di meja yang sama dengan Natasya.
"Eh eh,,, lo ngapain duduk di sini!!!" pekik Natasya tak terima.
Orang itu dengan santainya menatap Natasya dengan sinis. "Memangnya kenapa??, masbuloh(masalah buat lo)" Jawab Orang itu.
"Ini kan meja gue,,,, duduk tempat lain coba!!" Natasya mengaduk minumannya dengan kekesalan.
"Bodo!!!" semakin Hari Nathan semakin seenaknya saja kepada Natasya.
Tiba-tiba Gadis cantik bernama lusi itu datang, yang tak bukan adalah Lusi mantan sahabat Natasya itu.
Ia mengenakan hont pants pendek, dengan kaus bergaris putih biru.
'Mampus lo, di tempelin uler keket, makasih Lusi. Lo datang tepat waktu'Di dalam hatinya Natasya berterimakasih pada Lusi.
"Ada Natasya juga rupanya, Pakabar?" tanya Lusi sok akrab.
'cih, baru ketemu dua hari lalu. Udah kaya gak ketemu berbulan bulan'gerutu Natasya dalam Hati.
'Sial, ni cewek deketin gue lagi. Susah lepasnya, nempel kek ulet bulu'geram Nathan melihat sikap lebay yang Lusi miliki.
"Baik kok. Gue duluan ya Lus, Ada yang harus gue urus" Pamit Natasya.
Dengan cepat Nathan menarik pinggang ramping Natasya. Seketika Natasya refleks mengikuti gerakan ayunan tangan Nathan.
__ADS_1
Dan duduk di pangkuan Nathan dengan mesra, Lusi yang melihat itu, langsung tersulut emosi. Dan memaki maki Natasya dalam hati.
Bisa di pastikan kalau tidak ada Nathan di sini ia sudah menjambak rambut panjang mantan sahabat dekatnya itu.
Nathan menatap Netra mata Natasya dengan lekat. ia juga memperhatikan Pakaian yang di pakai Natasya.
Hoodie dengan celana hitam. Sangat simple bukan. Saat tadi Natasya berkunjung ia tidak terlalu memperhatikan.
"Cantik" gumam Nathan.
Natasya tersadar dengan kebodohan nya. ia langsung berdiri dan berlari dengan cepat meninggalkan cafe. Sebelum itu ia menuju resepsionis dan memberikan sejumlah uang.
Nathan berniat mengejar Natasya tanpa memperdulikan Makhluk satu itu,
"Mau kemana nath??" tanya nya bingung.
"Refreshing , gue gak betah dekat-dekat sama uler,,,,,getel" Balasnya dan berlalu pergi begitu saja.
Lusi menunjuk dirinya sendiri dengan linglung, rasanya ia akan akan mati saat itu juga. Karena tubuhnya yang mendadak kaku.
"Gue ๐, uler" Masih dalam keadaan bingung.
"Nathan jahat" Ucapnya menganga lebar, tak percaya setelah mengerti arti dari omongan Nathan tadi.
Skip.
Maaf Author gak sempat up di sini. Lagi fokus sama Novel baru Uthor.
__ADS_1
Jangan Lupa Baca Penakhluk hati sang cupu.
Di jamin beda dari yang lain. ๐