
Kelas
tringg.......(suara bel masuk kelas )
kreatt...... (suara kursi bergeser)
"waaaaaaaaaaaaaa.......... " teriak ara , kaget. Dan seperti biasa mulutnya itu langsung di bekap oleh tasya. "hmphphph.....? " Setelah ara tenang baru di lepas olehnya.
"ih siapa sih lo,? " ara berbalik. dan di sambut oleh senyuman natasnya.
seketika ia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
"ish lu kenapa sih, nyuekin gua kek gitu? " natasya bertanya.
"gapapa! " ucap ara sedikit ketus.
"lu tadi di apain sama kepsek? "
"gue gak di apa apain! " lagi-lagi ia menyueki natasya. yang natasya sendiri pun tidak tahu alasannya.
"lu kenapa sih ar, cuek banget ma gua. seharusnya gua yang marah sama lu, gua nungguin lu lama tadi di koridor arah ke kantin, sampai waktu istirahat hampir habis. dan akhirnya gua makan sendirian di kantin! " sambil mengarahkan wajah ara agar menatapnya.
"apa??? lo yakin sendiri! " ucap ara tidak percaya, sambil mengarahkan matanya ke arah lain.
"iya kok, gua sendiri. jangan ngomong gue-Lo lah kayak biasa aja ra, " natasya memelas sambil menggenggam tangan ara.
"terus si Lusi! "
'kok dia tau ya'natasya melamun
"nah kan udah gue duga, lo lebih milih dia kan dari pada gue! " ucap ara menahan tangis.
"gak ra, gua tadi gak anggep dia. tadi udah gue larang, tapi katanya mau bicara penting! jadi dia ngikutin gua? "
"lo serius dengan ucapan lo ini? " sambil mengelap air matanya yang hampir membasahi pipi mulusnya.
"iya dia cuma mau kasih gua ini ar, kata dia satunya buat partner gua, lu mau kan jadi partner gua ra? " natasya memelas, sambil memperlihatkan undangan ulang tahun Lusi
"iya gua mau, tadi gua marah sama lu itu karena, gua belajar masak tadi, mau suruh lu icipin, tapi lu malah jalan sama dia! " ara cemberut.
"mana coba gua liat, lagian gua gak kenyang, malah eneg gua liat muka penghianat kaya dia! jadinya makannya buru-buru"
Ara pun langsung mengambil kotak bekal makanan yang ia masak bersama mamahnya.
"hehehe tapi di bantuin mamah si" ara menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
"Maklumin lah baru belajar? "
"Ehmm.. tapi dari tampilannya, gak buruk juga kok! " natasya menghirup aroma nasgor dingin itu.
"iya memang, kan di bantuin mamah. Coba lu icipin sya! " tanpa basa basi natasya langsung memakan nasi goreng itu dengan lahab, hingga nasi itu tinggal setengah.
Dan langsung tersedak saat ara berbicara "lu bagi-bagi kek! " yang menghentikan aktifitasnya itu.
"uhuk.... uhuk......uhuk! " ara langsung memberikan air mineral untuk natasya.
"makannya jangan serakah jadi orang, gak mau bagi-bagi, kesedak kan lu?, kan tadi gua bilang icipin bukan habisin! " ucap ara menahan tawa,dengan pura-pura ngambek terhadap natsya.
"Elu sih ngagetin banget, jadi tersedak kan gua! sapa suruh main kasih, dah tau juga kan kalo gua itu laparnya pake banget? " sambil mengelap bibirnya.
"sory-sory makannya bagi gua dung, aaaaa? " sambil mangap berharap di suapi oleh natasya.
"aaaaa" tepat sasaran, hap.
.
.
.
.
ketika masuk jam pelajaran terakhir.
"Permisi Semuanya? " ucap seseorang di depan kelas.
Satu kelas yang ribut itu pun langsung, beralih melihat ke depan.
"Kenalin gue Lusiana andini! "
"salken ya, " ucap teman satu kelas. kecuali tasya dan ara.
"okey gue di sini mau kasih kalian masing-masing dua undangan ulangtahun gue, malam minggu besok. satu untuk kalian satunya untuk parter kalian, di mohon berpasangan ya, jangan cewek sama cewek cowok sama cowok. kan jadinya gak serasih! "melirik natasya, sambil membagikan undangan itu ke semua teman satu kelas ara dan natasya.
Tiba saatnya membagikan kepada ara. "di mohon datang ya, bawa partnernya, jangan lupa. nama lo siapa? " lusi bertanya kepada ara.
"nama gue Tiara saputri! "
"ok ini buat lo, satunya buat partnernya. kalau partner nya udah dapat, tolong tetap di bawa ya undangan yang tersisa. soalnya harganya mahallll! " tetap santai melewati natasya, karena natasya yang paling pertama ia kasih. Dan lusi belum tau siapa ara/tiara sebenarnya.
__ADS_1
Ara melihat itu pun hanya memutar bola matanya malas.
"okey semuanya sudah, gue kasih, di mohon kehadirannya. jangan lupa, kalau gak mampu datang aja, anggap saja kalo gue beramal kepada kalian! " tanpa basa-basi ia langsung pergi meninggalkan kelas.
.
.
.
"ish nyebelin banget mantan sahabat lu itu, pen gua tumbuk lama-lama! " ucap ara emosi.
"sabar aja, yang penting habis ini kita buktikan kalo kita bisa lebih baik dari pada dia! " natasya menyemangati ara.
"kalo gitu habis ini kita harus ke salon, terus ke butin tante! " ucap ara semangat.
"itu mah gampang ra, yang susah itu cari parternya. Hmm.... cari di mana ya? "
natasya berfikir keras, sambil mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuk. sampai seketika ara mengusulkan bahwa.
"alah, itu mah paling gampang, tinggal buat siaran di SG pasti bnyk yang mau? " ara tertawa membayangkan para kaum adam mendemo natasya karena berebutan menjadi partner nya.
"lu bukannya kasih saran, malah bawa-bawa gua dalam masalah besar! "
"iya juga yah, tapi apa boleh buat?" ara pasrah.
"ya jangan pasrah gitu dong, cari cara dulu! "
"nah gua dah selesai post. yang mau jadi parner gue ketemuan di taman J pukul 14:30! . beres"
"ah gua gak mau ikutan cara lu! "
"serah lu, habis ini juga mau gua adain rapat, dan pilihan, siapa yang cocok sama gua? "
"udah lah!"
kring..... (bel pulang)
natasya dan ara, membereskan barang-barang mereka ke dalam tas, dan segera keluar kelaa. karena setelah lusi masuk kelas tadi, tidak ada guru yang masuk. Alhasil mereka jamkos.
setelah selesai.
"ayo kita ke Butik tante! " sambil menarik lengan natasya, tetapi natasya hanya menggeleng pelan. dan terus berjalan ke luar kelas
sampai seketika ia berpapasan dengan!!!!!!
__ADS_1
"Hay? " ucap seseorang.
Next»