
Di bandara, Natasya Dan Nathan sedang menunggu untuk memberikan Ticket.
"Temenin aku beli jaket. Buat ganti jaketmu yang dulu kamu bilang imitasi itu" Ucap Natasya datar, Tiba-tiba ia teringat dengan Ucapan Nathan yang menuduh dirinya membeli jaket imitasi.
Di Eps 7.
"Sya, jangan ungkit lagi dong!!, Aku gak tau waktu itu!" Jawab Nathan dengan wajah memelas. Sebelumnya Nathan hanya menunjukkan raut wajah itu pada Mommy Nafisa saja.
"Aku gak mau berhutang budi. Apa lagi dengan lelaki seperti mu!!" Celetuk Natasya.
Sebenarnya Gadis itu hanya ingin kejelasan yang tepat. Tapi??, Nathan hanya menyuruhnya untuk tidak salah faham, lalu setelahnya ikutan diam!!!. lelaki macam apa itu!!
"Hey!! ingat? aku suamimu Natasya. Jadi janganlah berfikir bahwa aku adalah orang lain!" Ucap Nathan dengan sedikit keras.
"Owh ya??, bukankah kamu berjanji akan meninggalkan mantan bohay mu!!!???, tapi apa yang ku dapatkan. Pacar Bohay mu mengaku rindu ke kamu, di hadapanku!!!" Jelas Natasya dengan suara naik satu oktaf. Membuat semua orang yang mendengar langsung memusatkan Mata mereka untuk melihat. Walaupun mereka tak tahu apa yang di bicarakan sepasang Manusia itu.
"Dia bukan Pacar aku Tasya!!, dia tu!...." Serasa mencekat di tenggorokan, Nathan menggantung ucapannya. Membuat Natasya tambah overthinking.
"fine, fine. Kamu gak ngaku kan. Udahlah gue cape!, mau cepet-cepet pulang. Sini biar gue yang ngantri!" Merebut ticket yang berada di tangan Nathan.
"Dia mantan aku sya!" Lirih Nathan.
Natasya mendengar, tetapi karena masih kesal, ia menulikan kedua telinganya. Ia sudah terlalu lelah untuk berdebat lagi. Ia fikir setelah pulang bersenang-senang, hubungannya dan Nathan akan terus berkembang.
Tetapi karena kehadiran Claudia membuat semuanya hancur berantakan. Seperti hati Natasya yang terasa hancur berkeping-keping.
Ketika berusaha membuka hati untuk lebih memasukkan nama Nathan, tiba-tiba ada sesuatu yang menahannya untuk masuk.
__ADS_1
Dan retaklah hati itu secara perlahan 💔.
Kretakk....
Banyak hati yang patah...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali lagi kita bersama Tiara saputri!!!.Seorang sales bibir cempreng terkenal di indonesia
Cklek...
"Loh ada Ara, sama Lusi. Eh cowoknya Ara ya!!" Sebut Mamah Dira satu persatu.
"Bukan Unty, Dia Rendy temannya Natasya" Jelas Ara jujur, ia kan tak sudi untuk mengakui Rendy sebagai temannya.
"Apaan si Ra??" Geram Dira melihat lengannya di tarik-tarik.
"Unty, mereka tidak tahu kalau Aunty sekeluarga Liburan ke Prancis. Please Aunty jangan bongkar ya. Bilang aja kalau Tasya lagi sakit, terus di kamarnya" Pinta Ara mengatupkan kedua tangannya
Loh loh, kenapa alasan yang akan di pakai Ara dan saya sama persis ya. Batin mamah Dira.
"Iya, sehabis dari liburan Tasya demam. Jadi dia sedang istirahat di kamar" Ujar Mamah Dira dengan bumbu kebohongan.
Dia langsung kembali mendekat ke arah Lusi dan Rendy. "Halo tante, kangen banget deh udah lama gak ketemu!" Ucap Lusi sembari memeluk Mamah Dira yang sudah tak kaget. Karena itu memang kebiasaan Mereka berdua ketika bertemu.
Meski hubungannya dengan Natasya tak baik. Tetapi dengan Mamah Dira tetap baik baik saja. Malahan mereka berdua kompak menyembunyikan perselisihan mereka dengan Orang tua. Entah orang tua Lusi maupun Natasya.
__ADS_1
Dih sok akrab
Setelah berpelukan, Rendy pun bergantian menyalimi mamah Dira. "Hai Tante. Saya Rendy. Masih ingat kan Cowok yang pakai Masker dan Topi??" tanya Rendy masih dengan wajah kusam, walaupun di paksa tersenyum.
"Yaampun ternyata itu kamu. Tante gak nyangka Aslinya lebih manis dari pada yang pakai masker haha" Ucap Dira tertawa renyah.
"Udah ya kenal kenalannya. Ayo kita masuk. Natasya lagi tidur. nanti jengukinnya pas Udah bangun" Jelas Mamah Dira memegang lengan Rendy masuk.
*Lah lah. Kok Rendy si yang di gandeng!!!!. Batin kedua Cewek cantik itu.
Yaelah Unty mah, bukannya Ara yang di gandeng. Malahan si Rendy.
Yaampun tante, M4s4 sih dia lupa sama Gue. Yang di gandeng cuma Si Rendy, gue nyerobot aja ikut ngebuntut*.
"Awss" Pekik keduanya bersamaan menyentuh lengan atas masing-masing.
"Ngapain lo nabrak gue Ulet bulu!"
"Lo yang dempettin gue mulu. Risih tau!"
"Elah sakit ni lengan gue. Lo mau tanggung jawab?!"
"Ogah, ngapain juga. Dasar kakak Tua!" Lusi menjulurkan lidahnya, dan kabur.
"eh, kurang ajar, maen tinggal aja lu ulet bulu. Awas lo" Dengan gerakan tak kalah Cepat Ara mengejar Lusi.
Dan mereka berdua terlihat seperti bocil yang sedang main kejar kejaran.
__ADS_1
Skip√