
.
.
"Ngapain lo geleng-geleng?"
Nathan mendongak mencari sumber suara yang mencuri perhatiannya.
"Gue gapapa!" Balasnya sedikit ketus.
"Napa lo?, Sensi amat. Kaya Cewek lagi PMS aja" Kata Rendy sambil memasukkan beberapa roti berukuran kecil ke dalam mulutnya.
"Bawel banget lo!, gue bilang gapapa ya gapapa. Gak usah banyak tanya!" Nathan ikutan mengunyah beberapa roti.
"Idih kenapa lo, tiba-tiba ngegas gitu. Gue nanya baik-baik, bukan ngajak Ribut!!" Rendy menepuk pundak Nathan keras.
Nathan beranjak dari dapur menuju lapangan Basket belakang rumahnya. Yang di desain khusus untuk Papah Nicho berolahraga. Karena itu adalah salah satu hobi Papah Nicho, dan Hobi itu Menurun pada Nathan.
Dug dug dug
Suara Nathan mendrible bola hingga beberapa kali, dan sesekali memasukkannya ke dalam Ring.
And Goall. Tepat sasaran.
Prok prok prok prok
Suara tepuk tangan sangat riuh, memekik di telinga Nathan.
"Wah keren!!" Ucap Dira melihat Nathan yang juga menatap ke arahnya sambil tersenyum.
"Makasih tante" Nathan tersenyum kikuk.
Dira melangkahkan kakinya mendekati Nathan yang berdiri di tengah lapangan sambil merangkul bola basket di pinggangnya.
Dira bersedekap. "Kamu hebat juga mainnya!. Coba sekali kali lawan Om Galang, baru tante percaya kalau kamu beneran hebat" Ujar Dira menunjukkan senyum smirk.
"Boleh tante!. Om galang kapan pulang??" Tanya Nathan.
__ADS_1
Sebelum Natasya menginap di rumah Nathan, Galang selaku papah Natasya menaruh tanggung jawab itu kepada Nathan. Ia meminta tolong kepada Nathan Untuk menjaga princesnya. Nathan pun menyetujuinya, karena merasa tidak enak kalau harus menolak.
Sejak saat itu tanpa sepengetahuan keluarga yang lain, mereka melakukan komunikasi jarak jauh.
"Menurut perkiraan si, Nanti malam pulangnya. Mungkin besok, kamu bisa ajak dia. Soalnya besok Om Galang gak kerja" Jelas Nadira.
Nathan mengangguk setuju. "Nathannn???" Panggil Dira tepat di telinga kanannya.
Bulu kuduk Nathan berdiri tanpa di minta. Ia berdiri tegang, seperti terkena sengatan listrik membuat Nathan kehilangan kefokusannya.
"Ajarin tante main Basket dong?" Sambungnya sembari merebut bola basket yang berada di Rangkulan Nathan.
"Eh.... A-ayok tan" Ucap Nathan setengah sadar. .
.
"Ini di taruh mana lagi Mom???" tanya Natasya.
"Taruh di situ saja!" Nafisa menunjuk bagian yang kosong. Mereka bersama-sama membuat kue kering ala-ala rumahan.
5 Menit kemudian
"Kamu buat apa fiss??" entah dari mana datangnya, tiba-tiba Dira duduk di depan Kursi Nafisa.
"Yaampun!! Dira!! Kamu ngagetin aja" Pekik Nafisa terkejut.
"Mwehehe, habisnya harum banget kue nya" Ucap Dira cengegesan.
"Kali ini aku yakin, Masakanmu gak mungkin gagal" Sambung Dira sambil mengamati Kue kering buatan Nafisa dan Natasya tadi.
"Pasti lah. Ini juga di bantu Asya, makannya cepat selesai" Jawab Nafisa sembari menatap sekeliling. 'Mana sih Nicho, kok gak datang-datang'Batin Nafisa.
"Kenapa sayang??, Kok aku di suruh ke sini" Ucap Daddy Nicho dengan Mendekati Mommy Nafisa yang sedikit terkejut karena kedatangannya.
"Yaaakk. Kamu ngagetin aja. Bisa-bisa aku jantungan, kalau semua orang kerjaannya ngagetin aku mulu" Cicit Nafisa cemberut lima centi.
"Bisa aja kamu yank... Eh! " Mata Nicho menangkap sosok Nadira sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bu Nadi ya??'' Tanyanya.
"Eh kok tau!,"
"Saya Nicho Andara, yang sering pesan Gaun dari Butik anda. Melewati sekertaris saya Amila Yuni" Jelas Nicho.
"Ooh mba Mila?" Ucap Nadira terkejut.
"Iya benar, Senang sekali bisa bertemu dengan pemilik Butik Dewi P Secara Langsung" Nicho menjabat Tangan Nadira.
"Saya juga, senang bisa bertemu dengan Anda Pak Nicho" membalas jabatan Tangan Nicho.
Membuat seseorang memonyongkan bibirnya ke depan. "Kacang-kacang!!!!" Teriak Nafisa karena merasa terabaikan.
"Kamu kok bisa kenal sama Bu Nadi??" Tanya Nicho sambil mendudukkan bokongnya di kursi samping Nafisa.
"Nafisa adalah sahabat saya dari SMA pak Nicho" Ujar Nadira.
"Ouh begitu rupanya" Nicho manggut manggut.
"Tau ah kalian nyebelin. Aku ngambek aja" Nafisa memalingkan wajahnya sambil memakan roti kering itu rakus.
"Bagi dong rotinya fiss. Katanya buat gue" Merebut toples dari Nafisa, sehingga membuat mereka saling tarik menarik toples.
'Apa yang harus saya perbuat kalau begini'Batin Nicho panik.
"Wahhhh Kuee....aaa".
Prankk
Kue kering itu berceceran di lantai. "Yahhh jatoh kan" Bianca mendelik kesal.
Kuenya enak ya 😗😂
skip√
__ADS_1