
"Kalian sudah pulang ya??" Nafisa menyapa Natasya Dan Nathan yang baru saja turun dari Mobil.
"Iya tan"
"iya Mom"
Ucap mereka bersamaan, menghadap ke arah Nafisa yang berada di taman.
"Sini, kalian duduk di samping Mommy!" Ucap Nafisa.
Mereka pun menurut apa yang di perintahkan oleh Nafisa.
"Ada apa ya tan" Tanya Natasya mengawali pembicaraan.
"Kamu panggil Mommy aja ya , jangan panggil tante lagi"
"Iya tan, eh iya Mom"
.
.
"Jadi gini, Mommy mau kalian saling membantu. Dalam hal apapun, saling melindungi satu sama lain. Dan yang paling penting! saling menyayangi" Ucap Nafisa, membuat keduanya bingung.
"Maksudnya bagaimana Mom?"Tanya mereka bersamaan.
Lima detik mereka saling tatap, dan detik ke enam mereka membuang muka secara bersamaan.
"Mommy mau?, kalian saling mencintai sebagai sepasang kekasih. Mommy gak akan memaksa kalian, tapi Mommy hanya berharap suatu keajaiban, yang bisa membuat kalian memiliki perasaan yang lebih dari teman.
__ADS_1
Ada suatu hal yang membuat kalian harus di persatukan. Mommy mohon kalian harus berusaha menyatukan cinta kalian. Dan mendapatkan Cinta sejati " Mohon Nafisa dengan sedikit terisak.
Melihat Mommy nya yang hampir menjatuhkan Air mata. Membuat Hati Nurani Nathan bergejolak, ingin menjawab iya, Aku akan berusaha melakukannya.
"Mommy jangan sedih ya, Tasya sama Nathan akan berusaha sebaik mungkin" Ucap Natasya menenangkan.
Ia pun merasakan rasa yang sama seperti Nathan. Natasya tidak tega melihat wanita yang sangat baik kepadanya Menangis, karena penolakan yang ia lakukan. Ia tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
"Iya Mom, Nathan akan melakukan apapun. Asalkan Mommy gak sedih lagi" Ucap Nathan sambil berlutut di depan Nafisa.
'Owh manis banget'batin Natasya terhura! Eh ralat Terharu, melihat sikap Nathan yang terlihat sangat Menyayangi Mommy Nafisa.
"Makasih Ya, kalian sudah mau berusaha untuk kami semua" Ucap Nafisa Tulus.
"Ini juga keinginan Orang tua Tasya Mom?" Tanya Natasya sedikit terkejut.
"Iya, Itu keinginan kami semua sayang" Ujar Nafisa sambil mengelus rambut panjang Natasya yang terurai indah.
Dan segera memeluk mereka berdua dengan penuh kasih sayang.
"Mommy percaya sama kalian" Katanya Seraya tersenyum simpul, dan meninggalkan mereka berdua, agar bisa saling berbagi cerita.
Sebelum jauh, dia kembali menghadap ke arah mereka dan berkata "Kalian harus saling support," Ucapnya dan berlalu pergi.
Mereka saling pandang. "Lo tenang aja, gue ngelakuin ini cuma demi Bonyok gue" Kata Natasya ketus.
"Lo pikir gue gak begitu. Gue juga? karena gue, gak mau liat nyokap kesayangan gue nangis!" Balas Nathan sinis.
"Oke, Fine. Ini semua demi orang tua kita. Kita harus bikin mereka bahagia, Bagaimana pun caranya"
__ADS_1
"Gue setuju. Tapi cinta itu gak bisa di paksa, asal elo tau itu!" Nathan memperingatkan.
"Kita bikin drama aja, kalo di hadapan mereka. Kita harus memperlihatkan kalau kita baik-baik saja, begitu pun sebaliknya. Kalau kita gak di hadapan mereka, kita bisa bersikap seperti biasa" Jelas Natasya panjang lebar.
"Oke, gue setuju. Tapi gue harap, lo gak menaruh perasaan ke gue" Sindir Nathan.
"Tenang aja. Karena gue gak akan rela, punya pangeran kasar kya Elo" Natasya bersedekap menatap Nathan dengan sinis.
"Liat aja Nanti, siapa yang akan tunduk di antara kita!" Sambungnya.
"Hah!, gue gak akan tunduk sama lo. Sampai kapan pun!!!" Balas Nathan tak kalah sinis.
.
.
Satu Minggu berlalu.
Orang tua Natasya sudah pulang. Dan menjemput Natasya di Rumah Nathan.
Drama mereka berjalan dengan baik, Mommy Nafisa And Daddy Nicho percaya kalau hubungan mereka baik-baik saja.
Tetapi dengan syarat tidak memberitahukan kepada siapapun, termasuk Rendy. Ia tidak tahu hubungan mereka berdua. Karena memang mereka bersikap seperti seorang teman.
kecuali sedang berduaan, mereka seperti Tom And Jerry yang tidak pernah akur.
"Masuk Dirr?" Ucap Nafisa mempersilahkan Nadira(Mamah Natasya) masuk ke dalam rumah nya.
"Thanks fiss, kamu gak pernah berubah" Balasnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdua mengobrol mengobati rasa rindu, yang telah lama di pendam. ini adalah pertemuan ke dua, setelah Hari dimana Nafisa datang ke rumah Nadira.
Flashback on