
Setelah Adegan tangis menangis itu selesai. Kedua sejoli cantik itu mengikuti pelajaran dengan baik.
Sampai tiba-tiba di pertengahan pelajaran, Natasya kembali mengingat Claudia, Mantan bohay Nathan. Yang membuatnya tidak fokus.
'Asya, Ayolah. Fokus-fokus!!! Claudia sialan. Gue jadi gak fokus belajar'
Kreat
"Bu Saya Izin ke toilet!" Ucap Natasya.
"Yasudah Pergilah, jangan lama-lama"
Natasya mengangguk, lalu berjalan meninggalkan kelas.
Dia kenapa lagi sih. Aneh banget!! OMG gue lupa nanya soal adik iparnya yang angkat telfon gue. Sama Cwo yang ngaku jadi Cwonya. Hmmmm Gue harus selidiki.
Ara melamun. Kemudian mejanya di gebrak oleh guru.
Brakk..
"Tiara Saputri, jelaskan pengertian tentang Monohibrid pada tumbuhan?"
Ara gelagapan. Lalu ia berdiri dari duduknya. "Emmm...Monohibrid adalah, Saya kebelet perimisi bu!!" Ara ngebirit keluar kelas. di iringi Seruan teman sekelas.
__ADS_1
"Sial. Baru kali ini gue gak bisa jawab pertanyaan dari Guru" Gerutu Ara di sepanjang jalannya.
"Loh ngapain si uler keket, sama Tasya??"
"Wah gak beres nih. Harus di samperin" .
Ara menyempil di tengah di antara Natasya dan Lusi. "Ngapain lo??" tanya Ara pada Lusi yang menatap sohib Natasya itu dengan sinis
"Bukan urusan lo!!!, gue tu urusannya sama Natasya, napa lo ikut campur. Emmm keknya lo memang suka ikut campur urusan orang deh!" Ceplos Lusi.
"Heh Enak aja lu begee!!!, urusan Sohib gue berarti urusan gue juga" Ucap Ara dengan kesal.
"Heleh, lo mah cuma sok-soan doang,bilang aja kali kalo elo kepooo....dasar tukang nguntitt"
Natasya yang melihat hal itu hanya menatap dengan datar. Ia merasa tidak ada semangat dalam dirinya itu. Apa lagi mengingat Nathan yang semalam tak mengajaknya bicara sedikitpun.
Flashback On.
Setelah makan malam yang di persiapkan Para Mamah Kece. Pasutri itu pun akhirnya istirahat ke kamar.
Di dalam kamar, keduanya hanya diam. Tidak ada yang berniat mengajak berbicara. Nathan pun tidak berniat membujuk Natasya.
Natasya yang melihat Nathan dengan santai masuk kamar mandi itu pun, hanya pura-pura asik sendiri dengan ponselnya.
__ADS_1
Sampai Akhirnya, Nathan yang baru selesai mandi, melihat Sang Istri sudah tertidur cantik di ranjang.
'Istriku benar-benar cantik. Dan lihatlah desain kamar ini, sangat terlihat seperti kamar tuan Putri. Apakah impiannya menjadi seorang Princess. Aku harap begitu, agar aku bisa berubah menjadi pangeran berkuda putih untuknya. Ahaha ngayal aja kamu Nathan-Nathan'
'Bahkan sekarang dia tengah marah padaku karena Claudia. Hmmmm aku bahkan sering mengajak Claudia ke hotel itu dulu. Maaf kan aku Sya, aku gak bermaksud'Nathan menunduk, lalu perlahan mengecup Kening Natasya yang masih terlelap.
Nathan pun tidur sambil menatap punggung istrinya itu.
.
.
Kira-kira Pukul 00:00 , Natasya terbangun dari tidurnya. Yang paling pertama ia lihat adalah wajah Babby face Nathan ketika tidur. Yang menghadap ke arahnya.
Membuat jantungnya berdegup kencang. Ia buru-buru meminum air putih yang berada di atas nakas dengan rakus.
'Yaampun, aku tidak bisa melihatnya terlalu lama. Hatiku sangat sakit melihat dia tertidur nyaman seperti ini. Sangat mengganjal'
Kemudian Natasya pun bangkit dari duduknya menuju kamar mandi.
Menyelupkan tubuh Mungilnya ke dalam Bath Up, sambil membiarkan Shower yang mengalirkan Air dingin itu membasahi seluruh tubuhnya, yang masih tertutup dengan Pakaian.
"Sangat Nyaman" Perlahan menutup matanya menikmati aliran air yang terus mengalir tiada henti.
__ADS_1
Skip√