Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Kesedihan Mommy yang terpendam


__ADS_3

Keheningan. Iya, kehangatan Tidak terasa pada makan malam kali ini. Sebab Mommy Nafisa yang masih saja berfikir buruk tentang kucing kesayangan nya Lauren.


"Mommy kenapa?" tanya Natasya dengan hati-hati.


Nafisa tidak bergeming sedikitpun. Bahkan untuk makan, ia sangat tidak berselera saat ini.


"Mom, Ada apa?" tanya Rendy, seakan ia tidak tahu.


Nafisa masih diam.


"Sayang??, kamu kenapa hmm" Ucap Daddy Nicho sambil mengusap pipi Nafisa dengan hidung mancungnya.


"Uncle selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan" Cibir Bianca merasa iri melihat perhatian Uncle pada Aunty nya.


"Sirik aja" Balas Nathan dengan nada mengejek.


"Bilang aja kalo situ yang sirik. Gak usah ledekin aku" Bianca mengalihkan.


"Buat apa gue iri, gue aja bisa ngelakuin itu sama Istri gue" jawab Nathan mengalihkan pandangannya pada Natasya.


Natasya yang merasa di bawa-bawa, hanya bisa mendelik kesal pada sang suami.


"Kak!, jangan mau kek gitu sama Nathan. Dia tu playboy, sama tukang Modusss!" Kompor Bianca pada Natasya.


"Dia gak bakal mau dengerin omongan lo!!" Nathan tersenyum puas.


"Udah, kalian jangan ribut!" Tegas Natasya, sebelum Bianca membalas Ucapan Nathan.


"Yank, ayo makan dulu" Nicho berusaha membujuk Nafisa.


Ia menyodorkan sesendok nasi, dan mengarahkan pada Nafisa.


"No, i'm no hungry" Ucap Nafisa lesu, dan berjalan menuju kamar. Diikuti Nicho.


Krikkk...kriikk


"Kita makan aja. Unty sama Uncle tidak makan, jadi kita harus makan" Ucap Bianca memecah keheningan.


"Eitsss, kak Rendy mau kemana?" serkahnya tiba-tiba ketika melihat Rendy yang hendak beranjak dari duduknya.


"Aku ada kerjaan" Kata Rendy seraya tersenyum manis.


"Em. Jalan ajah bro. Gak usah ladenin bocah teungil inni" Ledek Nathan lagi, sambil mengunyah.


Bianca tiba-tiba memukul lengan Nathan, sehingga membuat sang empu berjingkat kaget.


"Mampus!!"


"Awas lo ya" Nathan yang hendak berdiri menghampiri Bianca langsung di cegah oleh Natasya.


"Kamu makan dulu, gak usah banyak tingkah!!" Galak Natasya mengerutkan kedua bibirnya, sambil menunjuk wajah Nathan dengan sendok sayur.

__ADS_1


Glukk


Glukk


Glukk


Nathan menelan salivanya dengan susah payah. Melihat wajah gemas Natasya, bukan karena takut dengan ekspresi istrinya itu. Tapi ia ingin mengecup pipi gembul itu seperti tadi.


"Duduk!" Tegas Natasya lagi, membuat kaki Nathan yang akan berdiri, langsung melemas dan segera duduk di kursi.


"Rendy, duduk" ucap nya dengan nada sedikit lembut, Rendy pun menurut.


'Apa apaan dia, kenapa biacaranya lembut sama Rendy'batin Nathan menatap tajam pada Rendy.


"Sayang, turunkan tatapanmu" Selidik Natasya, ketika sadar dengan tatapan Nathan yang tidak bersahabat.


'Woah, hubungan mereka sangat lancar, dasar Rendy bodoh'batin Rendy, meruntuki dirinya sendiri karena masih suka berharap dengan yang tak pasti.


"Hmmh" Gumam Nathan dengan malas.


"Aku punya usul. Apakah ada yang ingin mendengar kannya??" Kata Natasya, di jawab dengan tatapan heran dari semuanya.


"Usul apa kak?" Tanya Bianca kepo.


Natasya membenarkan Posisinya. "Bagaimana kalau Kita membeli Kucing yang sama persis dengan Lauren??, agar Mommy tidak curiga"


"Memangnya Lauren kenapa?" tanya Bianca dengan wajah cengo.


Nathan menepuk jidatnya dengan kasar. "Lo gak tau nasib kucing kesayangan Mommy, pacarnya kucing gue" Ucap Nathan dengan emosi.


"Gara-gara Lauren meninggal, Leo jadi galau sekarang. Dia seperti tidak punya tujuan hidup" Sambung Nathan menundukkan wajahnya.


"Jadi Leo sekarang jomblo??. Hahaha kasian banget dehh" Bianca tertawa, mengejek.


Nathan berdiri dari duduknya, dan menggebrak meja.


Brakkk


Natasya dan Rendy terkejut.


"Lo, Gak usah ngolok Leoo!!, gue gak suka ya. Awas sekali lagi lo Bikin ulah!!" Gertak Nathan tiba-tiba. Membuat air mata Bianca mengalir dengan sendirinya.


"Nath!!!" Pekik Natasya dan Rendy bersamaan ketika melihat perubahan raut wajah Bianca.


"Rendy, lo bawa Bianca ke kamar nya sekarang. Biar gue tenangin Nathan dulu" Ucap Natasya, di angguki Rendy. Rendy juga terlihat Shock, melihat emosi Nathan yang tidak biasa.


Natasya pun menggandeng lengan Nathan dan menarik Nathan, ke kamar mereka.


Sesampainya Di kamar, Nathan kembali menangis. Rupanya Kemarahan Nathan di luar tadi, hanyalah luapan dari kesedihan nya.


Natasya menangkup kedua pipi Nathan "Hey,, sekarang kamu terlihat seperti anak kecil yang sedang menangis karena permennya di rebut" Mengusap Air mata Nathan dengan hidung, mengikuti gerakan Daddy Nicho tadi.

__ADS_1


'Shitt'


Nathan menarik pelan tengkuk Natasya Andddd......


Cup


Satu kecupan mendarat tepat di bibir Natasya.


Blushhhh


'Pipi gue panas'batin Natasya.


Gadis itu menjauh, Ia begitu malu sekarang. Pipinya pun memerah bak tomat busuk.


"Kamu yang duluan sayang!!" Nathan berkata di belakang telinga Natasya dengan suara serak, sehingga membuat tubuh Natasya meremang.


"Ehmm...Maaf!" Ucap Natasya dengan menunduk. Berusaha menyembunyikan wajah merahnya.


"Tidak, jangan begitu. Aku menyukainya" Goda Nathan, kembali mendekatkan wajahnya andddd....


Skip skip.


Aaaa Uthornya belum siappp!!!!


Dikamar Bianca


"Bia, Jangan nangis terus okay" Ucap Rendy sambil memeluk tubuh Bianca.


"Hiks hiks. Kak, Nathan membentakku tadi" Adu Bia.


Rendy mengelus puncak kepala Bianca dengan sayang.


"Bukannya kamu sudah biasa debat sama dia. Kenapa kali ini harus menangis!"


"Biasanya Nathan hanya mengejek, tidak membentak seperti tadi" Ucap Bianca mengendus dada Bidang Rendy.


'Dia sedang bersedih, gue sangat paham, kalau Nathan sangat mengutamakan Leo bagaimana pun juga. Seperti Mommy yang selalu mengutamakan Lauren' Batin Rendy.


"Kak Rendy. Kenapa Nathan harus semarah itu, hanya karena aku mengejek Leo?" Tanya Bianca menatap Rendy dengan penuh harapan.


Rendy terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan.


"Kamu tau kan, Kalau Aunty sangat menyayangi kucing nya yang bernama Lauren??. Begitu Pula dengan Nathan. Dia pun sangat sayang dengan Kucing persia nya itu. Mereka berdua selalu memenuhi kebutuhan peliharaan mereka. Tetapi??? Karena meninggal nya Lauren tadi siang, Membuat Leo, kucing Nathan itu menjadi mogok makan"


"Entah apa sebabnya, aku juga gak tau Biaa. Intinya Setelah kepergian Lauren, Leo menjadi lebih diam dan tidak banyak tingkah, seperti biasanya"


"Mungkin itu, yang membuat Nathan semakin sedih. Mommy pun begitu. Padahal saat ini dia belum tau kalau Lauren sudah di kubur di belakang Rumah"


Jelas Rendy panjang kali lebar kali tinggi


"Iya. Aku paham sekarang" Bianca kembali tersenyum, sambil mengelap air matanya.

__ADS_1


"Good Girls" Menepuk pelan Kepala Bianca.


Skip√


__ADS_2