Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
ticket


__ADS_3

Sesampainya di resto. Yang kata para orang tua akan Hangout bersama itu, adalah kebohongan semata, saat mereka sampai, sepasang Suami istri muda itu celingukan dan berpencar kesana kemari mencari keberadaan para Orang tua. Tapi hasilnya nihil! Sama sekali tidak ada, bahkan sampai bertanya pada resepsionis loh!.


"Nath, mereka kemana sih. Jahat banget sama kita" Gerutu Natasya sembari duduk sembarang di salah satu meja, diikuti Nathan yang duduk berhadapan dengannya.


"Biar aku coba telfon Mommy dlu!" Ucap Nathan meraih ponselnya dan menghubungi Mommy Nafisa, Daddy Nicho, Mamah Dira, dan Papah Galang secara berturut. Tetapi sepertinya Couple orang tua itu sengaja mematikan ponsel mereka dengan serentak.


"Gak aktif!" ucap Nathan pasrah.


Natasya menghela nafas panjang. Tiba tiba ada seorang pelayan menghampiri mereka.


"Maaf kak?, ada yang mau di pesan!" Katanya sambil memberikan buku menu.


Nathan dan Natasya memesan beberapa makanan untuk mereka. Karena tadi mereka fikir akan makan bersama para Bonyok, jadi belum sempat makan di rumah.


"Kalo aja aku tau bakal kayak Gini! gak sudi aku pake baju ribed begini" Omel Natasya mencincing sedikit bajunya karena merasa gerah.


Nathan melirik, dan memberikan Hoodie yang sengaja ia bawa. Natasya menyiritkan dahinya. "Buat apa??" tanya Natasya tak paham.


"Kamu pake aja!, dari pada gerah kan" ujar Nathan.


"Owh,, thank Nathan. Perhatian juga kamu ternyata" Natasya segera meraih Hoodie Nathan dan berjalan tergopoh gopoh ke toilet saking tidak sabarnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Natasya datang menghampiri Nathan yang terkejut melihat penampilannya.


Dengan santai Natasya mendekat ke arah Nathan sambil menenteng Paperbag yang berisi gaun ribetnya tadi.


Beberapa kali Nathan meneguk salivanya susah payah. "Maaf ya, agak lama. Makanannya belum Sampe?" tanya Natasya celingukan. Sedangkan Nathan berusaha memalingkan wajahnya yang terasa panas.



'Apaan dia ga pake celana kah! Banyak yang tersenyum liat penampilan dia!' Batin Nathan cemas, ia pun berpindah tempat duduk menjadi di sebelah Natasya. walaupun itu menyiksa dirinya. Apa lagi harum tubuh Natasya itu sangat sangat menggoda.


"Ngapain pindah?" tanya Natasya.


"Misi kak!" Ucap pelayan itu memberikan pesanan mereka.


"Makasih mba" Ucap Natasya.


Setelah itu mereka makan makanan itu hingga tandas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Nathan habis ini kita ngapain!" ucap Natasya mengambil tisu lalu mengelap bekas makanan di bibirnya.


"Gi mana kalau kita pulang aja, lagi pula kita besok pasti sekolah" Ucap Nathan melambaikan tangannya pada pelayan untuk meminta tagihan.


"Iya, aku juga sudah sangat lelah" Ucap Natasya merenggangkan punggungnya yang sedikit pegal karena kelamaan duduk.


Nathan membulatkan kedua matanya melihat tagihan itu, yang sebenarnya bukan tagihan melainkan ticket Ke Prancis.


"Mba salah kasih kan?, saya minta tagihan bukan ticket penerbangan" Nathan mengembalikan ticket itu tetapi di tolak oleh pelayan.


"Ini benar buat kakak. Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai pelayan. Kalau begitu saya permisi" Pamitnya.


Nathan cengo, ia yakin pasti ini ulah Mommy Nafisa. Lalu setelah ia melihat wajah Natasya yang sangat penasaran, akhirnya ia memperlihatkan Ticket itu pada Natasya.


"Wow, ini asli. Buat kita Nath??" tanya Natasya membolak balik Ticket itu tak percaya.


"Sepertinya kita sudah di kerjai!" Ujar Nathan tersenyum seram. Tetapi senyum Nathan sama sekali tidak membuat Natasya takut.


"Ayo kita pulang....besok pagi kita akan terbang ke Paris!" Ucap Natasya menarik lengan Nathan keluar dari resto.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Hahaha lagi lagi gue sendirian...." seseorang tertawa sumbang


Skip


__ADS_2