Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Makanan paris


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan dirinya. Walau matahari di Prancis tidak secerah di indonesia.


Kedua manusia itu bangun, yang ternyata posisi mereka sudah berubah dengan sendirinya.


Kepala Nathan berbantalan di Paha Natasya.


'What?? posisi macam ap-a ini'gumam Natasya.


Ia langsung berdiri tegang, tanpa memperdulikan kepala Nathan yang terjeduk kuat di kursi.


jduk...


"Awss!!" Pekik Nathan. Meringis sembari mengusap kepalanya sayang. Lalu duduk dengan wajah bantal.


"Aduh kenapa aku bisa kejeduk si?" Gumam Nathan masih terdengar di telinga Natasya.


"Kenapa Nath??" Tanya Natasya sok polos...


"Gak tau. Tiba-tiba kepalaku kejeduk kursi. Padahal pas tidur empuk loh" Jawab Nathan apa adanya. Natasya melotot seakan-akan bola mata itu akan lepas dari tempatnya.


"Kenapa kamu kya gitu?" tanya Nathan tak mengerti.


"Gak papa"


Natasya ngebirit masuk ke dalam kamar mereka, dan segera mengganti pakaiannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang harinya Natasya dan Nathan sepakat akan berkeliling kota Paris.


Di setiap perjalanan Natasya membeli Berbagai macam pakaian serta pernak pernik khas Negara itu.


Setelah jam makan siang di kota itu. Nathan memesankan makanan Khas Paris untuk Natasya yang tidak mengerti apa pun.


Confit de canard 


__ADS_1


and Foie Gras



"Makanan apa ini??" tanya Natasya.


"Makanan Paris. Yang ini terbuat Dari Paha Bebek, dan yang ini dari hati angsa atau bebek"


"Kenapa kamu pesennya dari bebek semua??" tanya Natasya malas.


"Pilihlah, aku menyukai Keduanya"


Natasya mengerucutkan bibirnya malas. Karena ia tidak begitu menyukai Daging bebek.


"Kalau begitu makanlah keduanya. Aku ingin Daging sapi, Pesankan aku!" Rajuk Natasya.


Nathan pun memanggil pelayan.


"que veux-tu commander monsieur?" (mau pesan apa lagi tuan?)


Tanpa melihat menu, Nathan berucap.


"D'accord, plus de monsieur ?" (baiklah, tidak ada lagi tuan)


"non. Dépêchez-vous et préparez-vous Ma femme attend !" (Tidak. Cepat persiapkan Istriku sudah menunggu!) Ucapan Nathan membuat pelayanan itu sedikit gugup, lalu ia kembali ke belakang.


Tak sampai 10 menit makanan itu pun datang. Tentu saja dengan pelayan yang berbeda.


"Amusez-vous" (silahkan menikmati) Ucapnya.


"Merci!" Balas Natasya dan Nathan bersamaan. lalu dengan sombongnya Natasya memeletkan lidahnya pada Nathan.


Beef bourguignon



"Kenapa daging yang seperti ini. kenapa bukan steak saja" Omel Natasya

__ADS_1


"Cobalah dulu, itu sangat lezat" Ujar Nathan dengan santai mengunyah makanan nya.


Dengan malas Natasya mengarahkan sendok berisi Daging sapi itu ke dalam mulutnya.


Dan...


"Hmmmhm...Lezat. Ini sangat berbeda dengan Steak" dengan semangat empat lima, Natasya menghabiskan makanannya seperti anak kecil.


Nathan hanya bisa tersenyum simpul melihat tingkah Natasya.


Sehabis Makan


"Nath, aku ingin membawanya pulang ke hotel. ini sangat enak" Ujar Natasya dengan tatapan memohonnya.


Nathan yang masih belum selesai dengan hati bebek itu, langsung menyodorkan sepotong hati itu di depan mulut Natasya.


"Cobalah dulu"


Dengan pelan Natasya menerima potongan hati sang bebek.


Cap cap cap.


Natasya mengecap. lalu matanya membulat sempurna. "Ini juga enak Nath" Mata Natasya berbinar cerah.


"Makan lagi kalau begitu" Untuk kedua kalinya Nathan memberi potongan bebek untuk Natasya.


Dan tanpa Natasya sadari, kalau sedari tadi ia di kibuli Nathan. Nathan mencari kesempatan untuk menyuapi Natasya.


"Enak bukan suapan dariku" Ujar Nathan saat Natasya menyunyah potongan terakhir.


"Uhuk uhuk uhuk" Natasya tersedak manjah.


Nathan langsung memberinya air minum, dengan Cepat Natasya meminumnya hingga tandas. Tanpa sadar kalau itu adalah minuman milik Nathan.


'Hmm berarti aku dan dia sudah berciuman secara tidak langsung'Batin Nathan terus menatap Natasya.


"Kenapa??"

__ADS_1


Skip√


__ADS_2