
Sudah dapat di pastikan Regan tak akan melakukan yang membuat nya menyesal nanti nya, benar saja ia harus menari setelah Yunita ber drama jika baby mereka ingin Daddy nya menari
Jelas saja Regan tahu jika itu bukan keinginan sang bayi memainkan keinginan sang ibu yang ingin mengerjai sekaligus balas dendam pada diri nya
Setelah kini tubuh nya berkeringat lantaran merasa panas harus menari berkali kali tanpa henti, Regan kini merebahkan diri nya di atas ranjang, tepat nya di samping istrinya, Ia pun mendapatkan wajah nya pada perut sang istri seraya mengecupnya dengan lembut
“Astaga baby, Daddy benar benar lelah..” ucap nya mengelus lembut perut Yunita saat ini
Yunita pun hanya bisa menahan senyum melihat bagaimana sengsara nya Regan ketika ia hamil, sama seperti keinginan nya dulu yang ingin menjahili suami nya dengan menggunakan bayi yang ada di dalam kandungan nya
“Makanya Daddy jangan jahat sama mommy.” jawab Yunita seraya menirukan suara anak kecil, hal itu sontak membuat Regan kini menoleh pada nya, bingung dengan ucapan Yunita, memang ia melakukan apa hingga di sebut jahat?
“Memang apa yang ku lakukan?” tanya Regan kemudian, Yunita pun kini memalingkan wajah nya dari Regan lantaran merasa kesal
Walaupun hal ini bukan kesalahan Regan namun tetap saja ia merasa kesal dengan suaminya itu meskipun ia tak tahu apa alasan nya
“Karena dokter itu?” tanya Regan
Yunita pun menoleh seraya mencebik, dia tahu sejak awal tentang hal yang menjadi masalah bagi Yunita namun ia masih saja bertanya
Regan hanya bisa menggeleng bingung dengan tingkah istri nya, padahal ia merasa tak melakukan apapun yang bisa membuat Yunita merasa kesal pada nya
“Salah ku dimana? aku bahkan tidak menatap nya?” ucap Regan kemudian
Memang benar saat berada di ruangan Adhistia, Regan bahkan tak menatap nya lebih dari satu detik lantaran ia memang tak berniat untuk melakukan kontak mata dengan wanita itu, terlebih karena kini ia sadar jika kini ia sudah memiliki istri yang sangat ia cintai
“Tapi dia menatap mu!” ucap Yunita kemudian
Regan hanya bisa melongo, lalu dimana letak kesalahan nya jika dokter itu yang menatap nya? kenapa ia yang menjadi sasaran kemarahan istri nya itu?
__ADS_1
“Dia yang menatap ku tapi aku tidak menatap nya lalu dimana kesalahan ku?”
Yunita tampak diam, mungkin kini ia juga tengah mencari kesalahan Regan agar marah nya tetap berlanjut hingga ia merasa tenang
“Pokoknya ini salah mu!” ucap nya menarik selimut dan menutupi tubuh nya
Regan hanya bisa diam menatap istri nya yang kini membelakangi nya, menjelaskan nya juga percuma lantaran Yunita kini masih dalam keadaan marah, ia pun memilih untuk ikut berbaring di samping Yunita seraya memeluk tubuh wanita itu dari belakang
“Baiklah maaf kan aku, katakan aku harus apa?” ucap nya lembut lalu mengecup pundak Yunita dengan lembut
Yunita hanya diam berpura pura jika kini sudah terlelap, ia hanya tengah berpikir kenapa ia bisa merasa kesal pada suami nya padahal Regan tak melakukan kesalahan apapun pada nya, namun hati nya benar benar menolak untuk berbaikan dengan Regan
Tak terasa seiring dengan lamunan nya ia pun masuk ke dalam alam mimpi nya saat ini, begitu pun dengan Regan yang ikut masuk ke dalam mimpi nya menyusul sang istri
.
.
.
Ia benar benar tak menyangka jika akan bertemu dengan pria itu lagi bahkan ia juga bertemu dengan istri yang tengah mengandung calon anak mereka, entah mengapa hati nya terasa berbeda mengetahui Regan sudah menikah saat ini
Bahkan Regan terlihat sangat mencintai istri nya mengingat bagaimana lembut nya ia memperlakukan istri nya yang cantik itu.
Tak lama terdengar deringan dari ponsel nya, Adhistia segera mengambil ponsel nya yang berada di laci meja nya, ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di layar ponsel nya my daughter
Adhistia pun mengangkat telepon nya kala melihat Putri nya yang melakukan panggilan video saat ini
“Halo baby.” sapa Adhistia dengan senyuman manis, seketika ingatan nya lupa pada Regan dan Yunita kala melihat wajah Putri nya yang sangat cantik
__ADS_1
“Mama masih lama pulang nya?” tanya Gresia putri dari Adhistia, Adhistia melirik jam di tangan nya lalu menggeleng
“Sebentar lagi mama pulang.”
Mendengar itu Gresia pun tersenyum lebar, profesi mama nya sebagai seorang dokter membuat diri nya dan mama jarang memiliki waktu untuk berdua, ia benar benar kesepian lantaran tak memiliki seorang papa
Gadis kecil 8 tahun itu bahkan sering bertanya pada sang mama kemana sang papa namun tak pernah di jawab oleh mama nya, entah apa alasan nya ia pun tak tahu namun mama nya sangat melarang dirinya untuk membahas pria yang berstatus sebagai papa nya
“Baiklah, Gresia tunggu di rumah ya.” ucap Gadis kecil itu yang berparas bule, memiliki manik mata biru dan berambut pirang
Adhistia mengangguk lalu memutuskan sambungan telepon nya setelah itu ia seger membereskan semua peralatan nya dan segera pulang dari rumah sakit
Ya, Adhistia sudah memiliki anak dan juga suami, suami nya adalah pria bule yang menjadi selingkuhan nya saat tinggal di luar negeri
Mereka menikah karena Adhistia mengandung Gresia 3 bulan, tak ingin melahirkan anak yang tak mempunyai ayah, Adhistia pun meminta pertanggungjawaban dari pacarnya
Meski sempat di tolak namun akhir nya mereka menikah setelah pria mendapat ancaman dari keluarga Adhistia, namun dia saat usia kandungan Adhistia yang ke 5 bulan, pria itu justru kabur meninggalkan Adhistia dalam keadaan mengandung
Hingga sekarang Gresia berumur 8 tahun ia tak pernah mengetahui siapa papa nya lantaran tak ada yang memberitahu nya meskipun ia sudah sering bertanya
Di dalam mobil Adhistia lebih banyak melamun memikirkan bagaimana jahat nya ia dulu menduakan Regan yang sudah setia pada nya
“Mungkin ini balasan untuk ku karena menyia-nyiakan pria baik seperti regan.” ucap nya
Mengingat wajah Regan yang semakin tampan membuat Adhistia tanpa sadar tersenyum, lalu seketika ia menggeleng kepala ketika menyadari jika Regan sudah memiliki seorang istri yang bahkan tengah mengandung
“Astaga Clara dia sudah menjadi suami orang!” ingatnya pada diri sendiri lantaran tak ingin jika nanti nya ia berpikir untuk menjadi seorang perusak rumah tangga orang
“Sadar lah hubungan kalian itu sudah lama berakhir!” ucap nya seraya memijit pangkal hidung nya lalu kembali fokus pada jalanan yang kini ia melewati
__ADS_1