
Sejenak Adhistia dan Regan saling bertatapan hingga akhirnya Regan memutuskan kontak mata itu lantaran tak ingin terlalu larut menatap wanita yang pernah melukai nya dengan begitu dalam
“Ada apa?” tanya Regan ketika Yunita sudah berada di hadapan nya saat ini
Yunita menatap Regan sejenak lalu kini beralih menatap Adhistia yang berada di belakang nya, aneh nya wanita itu masih saja menatap ke arah nya, ralat sepertinya bukan dia melainkan suaminya yang tampan itu
“Benar benar tak tahu diri!” gerutu Yunita seraya menatap tajam pada wanita itu, beruntung sekali Zabrina sudah tidak terlihat sejak hari dia menumpang di mobil mereka saat itu, jika tidak maka rintangan Yunita akan semakin berat saja
Regan merangkum rahang istri nya yang terlihat menoleh ke belakang, tentu ia tahu kemana arah pandangan istri nya itu, Regan menatap Yunita dengan sangat lekat, ia tahu jika wanita itu kini merasa takut jika Regan akan berpaling dari nya
“Jangan memikirkan hal yang bisa merusak suasana hati mu, kau paham?” ucap Regan lembut
Yunita mengangguk, namun hati nya jelas tak menuruti ucapan suami nya, bagaimana mungkin ia tak memikirkan hal yang tidak tidak jika benih benih pelakor kembali berdatangan
“Ayo kita menyelamati mereka dan segera pulang.” ajak Regan pada Yunita, Yunita menurut saja lantaran ia juga merasa tak ingin berada di sana lebih lama lagi setelah mengetahui jika Adhistia juga berada di sana
Regan dan Yunita pun akhir nya menyalami kedua pengantin, tak lupa mereka mengucap kan terima kasih pada Regan dan Yunita lantaran Sudi untuk datang meskipun jarak rumah mereka terbilang jauh
Setelah menyalami kedua pengantin, Regan dan Yunita pun turun dari pelaminan dan berjalan menuju liar gedung itu, tekad mereka sudah bulat ingin pulang saja
Terutama Regan ia benar benar tak sanggup jika harus menghadapi kemarahan istri nya lagi lantaran ia yang akan menjadi sasaran jika istri nya merasa cemburu
Baru saja akan melangkah kan kaki keluar gedung, langkah Regan dan Yunita harus kembali terhenti kala mendengar seseorang yang menyebut nama Regan
“Regan!” Teriak Marcel teman seangkatan Regan
Regan dan Yunita pun menoleh ke sumber suara, sedetik Yunita terpana kala melihat sosok tampan yang berjalan menghampiri mereka
__ADS_1
Menyadari jika kini istri nya melirik pria lain jelas saja Regan tak terima, ia sedikit menyikut Yunita agar tak menatap teman nya itu terus menerus
“Mata!” ucap Regan seraya membulatkan kedua mata nya ke arah Yunita, Yunita sedikit mencebik mendapat tatapan tajam dari suami nya, padahal ia hanya melirik tidak menggoda, pikir Yunita
“Hai bro!” ucap Marcel kala berada di hadapan Regan seraya mengulurkan tangan nya untuk berjabat dengan teman nya itu
Regan menyambut uluran tangan teman nya itu namun mata nya masih saja melirik pada istri nya yang kini tersenyum manis menunggu giliran nya untuk berjabat tangan
“Hai.” ucap Regan seadanya
“Apa kabar? sudah lama sekali tidak bertemu.” ucap Marcel memulai percakapan
Pasalnya ia dan Regan memang sudah lama sekali tidak bertemu lantaran setelah lulus SMP Marcel harus mengikuti keinginan kedua orang tua nya yang meminta nya untuk melanjutkan sekolah di luar negeri
“Baik baik, kau bagaimana? kapan kau kembali?” tanya Regan lantaran ia tak tahu jika teman nya itu kembali ke negara asal nya
“Sebulan yang lalu, aku kehilangan kontak mu dan aku juga tak tahu alamat mu, padahal aku ingin sekali bertemu dengan mu.” ucap Marcel lirih
“Ah iya, aku memang sempat pindah saat SMA.” ucap Regan kemudian
Marcel kini menatap wanita cantik yang berada di samping Regan, jika dilihat dari tubuh nya seperti nya wanita itu tengah mengandung, dan dapat di pastikan jika wanita itu ada istri dari teman nya itu
“Diaa..?” tanya Marcel sedikit melirik Yunita
“Dia istri ku.” ucap Regan memperkenalkan, lalu tak lama Yunita mengulurkan tangan pada Marcel berharap bisa berjabat tangan dengan pria tampan itu
“Yunita.” ucap Yunita, namun Marcel justru tak langsung menerima uluran tangan istri teman nya itu, ia lebih memilih melirik Regan seperti akan meminta izin untuk menyambut uluran tangan nya
__ADS_1
Regan pun mengulur kan tangan nya pada Marcel sebagai perwakilan dari istri nya
“Nama nya yunita.” ucap Regan mengulurkan tangannya, Marcel sedikit terkekeh melihat tingkah teman nya yang terlihat posesif pada istri nya itu, dapat di pastikan jika Regan benar benar mencintai istri nya
Tanpa pikir panjang Marcel pun menyambut uluran tangan Regan dan mereka pun berjabat tangan untuk yang kedua kali nya, sedangkan Yunita kini merengut kesal dengan hal itu
“Kau benar benar mencintai istri mu ya?” ucap Marcel sedikit berbisik pada Regan namun masih terdengar oleh Yunita
Regan menggelengkan kepala, mana mungkin ia akan mengiyakan ucapan teman nya itu lantaran itu akan merusak citra nya yang sejak dulu di kenal sebagai pria dingin terhadap wanita
“Dia yang mencintai ku, kau tahu? dia mengejar ku dulu.” ucap Regan santai sedangkan Yunita kini mendelik karena merasa dijadikan bahan gibahan
“Bukan kah aku dulu sudah menjauhi nya dan dia yang mendekati ku sampai mengajak ku menikah hanya karena mencium ku di depan banyak orang? huh dasar gila!” umpat Yunita yang tentu saja hanya bisa di ucap kan di dalam hati nya
“Benarkah?” tanya Marcel sedikit terkejut, namun bukan karena Yunita yang mengejar Regan melainkan karena Regan yang menerima cinta Yunita Lantaran ia tahu jika Regan tipe pria yang tak akan menerima cinta wanita yang mengejarnya mati Matian
Regan mengangguk, ia tak berbohong tapi ia juga tak sepenuh nya jujur lantaran ia yang tak mengatakan jika ialah yang mencintai Yunita lebih dahulu dan mengejar Yunita di saat saat terkahir
“Dan kau menerima cinta wanita yang mengejar mu? wahh terdengar aneh.” ucap Marcel
Yunita kini semakin kesal lantaran di abaikan oleh kedua pria tampan itu, mereka tertawa dengan begitu keras sedangkan Yunita kini diam seperti seorang bodyguard,ingin sekali rasanya ia segera menarik tangan suami nya dan segera pulang
“Kau tidak bilang kalau kau mengajak ku menikah hanya karena sebuah ciuman?!” ucap Yunita kemudian lantaran merasa tak tahan melihat diri nya di nistakan oleh sang suami
Marcel kembali membulatkan mata kala mendengar ucapan Yunita, pasalnya suara istri teman nya itu begitu keras bahkan tak hanya dia melainkan semua orang di sana bisa mendengar jelas ucapan Yunita
Sedang kan Regan kini hanya bisa menahan malu seraya menutupi wajah nya mendengar ucapan sang istri yang begitu keras nya, tak ingin semakin malu ia pun membawa istri nya keluar dari gedung itu
__ADS_1
“Seperti nya sudah terlalu malam, hawa dingin malam tak baik untuk baby kita, Ayo pulang.” ucap Regan seraya menarik tangan Yunita
Sedangkan Marcel hanya bisa menahan tawa melihat wajah teman nya yang sedikit memerah