
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
setelah drama kepanikan di siang hari lantaran Yunita yang panik saat Regan mengatakan miliknya kemungkinan robek,akhirnya Yunita bisa bernafas lega lantaran hal tersebut tidak benar ada nya, meskipun masih merasakan perih tapii sekarang sudah terasa baikan setelah di olesi salep oleh Regan
bayangkan saja betapa malu nya Yunita saat Regan meminta nya untuk membuka kaki saat akan mengolesi salep,dan Regan juga tak kalah payah,lantaran ia harus menahan hasrat nya ketika berhadapan dengan sarang burung milik nya
Yunita dan Regan keluar kamar di sore hari,mereka memutuskan makan siang di kamar saja lantaran Yunita yang malu untuk keluar kamar, beruntung kakak dan kakak ipar nya sudah pulang ke mansion mereka jadi ia tak akan mendengar ejekan dari mereka
Brasmayanto dan istri nya pun memaklumi hal tersebut,setelah pagi semalam mereka melihat ada sedikit ke cekcokan antara putri dan menantu nya itu, akhir nya pagi ini mereka menunjukkan tanda tanda jika mereka sudah berbaikan
Di kediaman Adiwijaya kini Ryan dan Sindy benar benar tidak bebas untuk berduaan lantaran Darrel yang terus saja mengajak Ryan untuk bermain,tak salah jika Darrel begitu lengket pada papa nya lantaran selama ini ia terpisah jauh dari sang papa
tak hanya di siang hari,bahkan di malam hari pun Darrel selalu merengek agar bisa tidur bersama papa nya,hal itu membuat Ryan dan Sindy tidak bebas dan harus menunggu Darrel tidur terlebih dahulu baru mereka bisa menghabiskan waktu berdua
“sampai kapan kita akan kucing kucingan seperti ini?” bisik Ryan setelah ia berhasil memindahkan Darrel yang awal nya berada di tengah mereka kini pindah di tepi ranjang,begitulah drama mereka setiap malam
“Sampai Darrel mau tidur di kamar nya sendiri.” ucap Sindy terkekeh,ia sebenarnya tidak masalah jika Darrel selalu meminta tidur bersama mereka,hanya saja ia juga kasihan pada Ryan yang tak bisa bebas berduaan dengan nya
“Apa kalau kita bilang bikin adik untuk nya dia akan menurut tidur di kamar nya sendiri?” Sindy tampak berpikir,ia tak begitu yakin dengan ide Ryan, bagaimana jika Darrel malah meminta ikut membuat adik untuk nya?
“coba saja, mungkin dia akan menurut.” ucap Sindy tak mau ambil resiko jika nanti Darrel malah marah pada nya.
sebenarnya mereka masih bisa melakukan hubungan suami istri meskipun Darrel bersama mereka,karena mereka melakukan nya di sofa demi menghindari Darrel yang terbangun dari tidur nya
tapi sudah dua malam mereka melakukan nya di sofa dan itu sangat sangat tidak nyaman dan tidak bebas lantaran sofa tersebut tidak begitu luas
__ADS_1
“Besok kita bicarakan,ayo tidur.”
ucapan tak sesuai dengan perbuatan,nyata nya mereka tidur menjelang pagi lantaran Ryan yang tiba tiba menyerang Sindy secara mendadak,beruntung Darrel tidak terbangun oleh guncangan gempa kecil di ranjang mereka
“Selamat pagi.” sapa Ryan begitu Sindy membuka mata nya lantaran terik sinar matahari yang menusuk indera penglihatan nya
tak seperti nya yang masih dalam keadaan polos,Ryan kini sudah rapi dengan pakaian kasual nya,entah kapan ia mandi yang jelas kini tak ada raut kelelahan di wajah nya, berbeda sekali dengan Sindy yang saat ini merasa tubuh nya sangat remuk
“Dimana Darrel?” tanya Sindy,bukan nya membalas sapaan Ryan ia malah menanyakan keberadaan Darrel yang pagi pagi sudah hilang dari kamar nya
“Di kamar nya.”
“Hm?” Sindy terlonjak mendengar ucapan suami nya,maksud nya Darrel kini berada di kamar nya? bagaimana bisa? ia sangat ingat dengan jelas jika Darrel menolak keras untuk masuk ke dalam kamar nya bahkan hanya untuk mandi saja,tapi hari ini ia berada di kamar nya? sebuah keajaiban menurut Sindy
“Aku sudah menjelaskan pada nya,jika ia menginginkan seorang adik maka ia harus belajar tidur sendiri di kamar nya.”
“Semudah itu?” tanya Sindy masih tak percayaa
jujur saja sebenarnya tak semudah yang Ryan ucap kan lantaran ia harus menuruti keinginan putra tampan itu terlebih dahulu seperti meminta mobil mobilan dan mainan lain nya,belum lagi Darrel yang meminta untuk bermain di tempat dimana Yunita dan mama nya mengajak nya dulu
Semua Ryan setujui tanpa berpikir lebih panjang,yang penting Darrel bersedia tidur di kamar nya,itulah yang Ryan pikir kan sekarang
Di tempat lain kini Yunita dan Regan tengah bersantai di ranjang,bukan melakukan olahraga malam lagi,murni hanya bersantai sambil menonton televisi,jujur saja Regan masih candu dan menginginkan hal itu hanya saja mengingat kondisi Yunita masih masih merasakan perih membuat nya menahan hasrat nya terlebih dahulu untuk malam ini
Berbeda dengan Regan yang mati Matian menahan diri untuk tidak menyentuh istri nya,Yunita malah sengaja menggoda Regan dengan menggesekkan kaki nya di kaki Regan,tak hanya Regan tapi Yunita juga merasa candu sekarang, meskipun sudah merasa masih sedikit perih entah kenapa tubuh nya hati nya masih menginginkan kan hal itu
__ADS_1
“Jangan begini Nit!” Protes Regan kala merasakan kaki Yunita kini merambat naik ke paha nya
“Kenapa? kau tidak menginginkan nya?” kesal Yunita kini cemberut lantaran Regan menolak sentuhan dari nya
Regan melongo mendengar ucapan Yunita padahal hari ini ia mati Matian menahan diri lantaran takut jika istri nya itu masih merasakan sakit,tapi Yunita justru malah bertanya seolah olah Regan tak menginginkan nya
“Bukan begitu! aku hanya..”
“terserah lah! aku mau tidur!” secepat kilat ia menenggelamkan tubuh nya ke dalam selimut lalu berbaring membelakangi Regan
Regan hanya menatap punggung istri nya yang kini berada di hadapan nya,ada apa dengan istri nya itu? apa ia benar benar menginginkan hal itu? bukan kah sebelum nya menolak lantaran takut? pikir Regan
jujur saja sebenarnya Tadi sore Yunita sempat menonton film dewasa,niat nya untuk mencari cara menyenangkan suami di ranjang tapi ia malah di rekomendasikan film dewasa,tanpa ragu ia membuka video itu lalu melihat adegan adegan yang baru tadi malam ia lakukan bersama Regan
belum habis menonton video tersebut,ia sudah merasakan panas di tubuh nya,berharap malam ini Regan akan kembali menyentuhnya namun harapan nya justru berbanding terbalik dengan realita lantaran suami nya itu bahkan tidak berniat bermesraan dengan nya
wanita mana yang tidak kesal saat di tolak oleh suami nya padahal ia tengah menginginkan hal tersebut,rasa nya ingin sekali ia mengikat tubuh suami nya dan ia yang akan bergerak, pikir Yunita
tak lama ia merasakan sesuatu kini tengah menyentuh perut nya,ia yakin jika itu adalah tangan Regan,pura pura tak peduli adalah jurus andalan Yunita,ia segera menepiskan tangan kekar Regan hingga membuat Regan membalikkan tubuh nya dengan paksa
“Kau marah? seharusnya aku marah! aku menahan hasrat ku karena tak ingin membuat mu kesakitan!” ucap Regan akhirnya menjelaskan
Yunita hanya diam tanpa merespon ucapan Regan,tak tahan dengan sikap diam sang istri,akhirnya regan menaut kan bibir mereka yang begitu candu bagi nya,rasa kesal Yunita mendadak hilang dan dengan senang hati ia membalasnya hingga malam itu terjadilah pergulatan untuk kedua kali nya
Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka,dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰🙏
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏