
Bugh!
Satu pukulan mendarat di wajah tampan Regan kala ia baru saja memasuki kediaman kedua orang tua nya,pukulan itu ia dapat dari sang papa yang merasa kesal lantaran membuat menantu nya menangis hari ini
“Apa yang kau lakukan pada menantu ku hingga dia menangis?”
Yunita kaget saat suami nya mendapat pukulan dari papa mertua nya,ia kini mengintip dari pintu kamar Regan yang berada di lantai dua,sengajaa ia segera masuk ke kamar setelah mendengar deru mobil milik suami nya
“Apa?” tanya Regan bingung masih memegangi bagian wajah nya yang mendapat pukulan,sedikit sakit namun tak sesakit saat ia mengkhawatirkan istri nya itu
Pertanyaan nya belum di jawab namun ia sudah melihat sang mama yang kini berjalan menghampiri nya dengan sapu di tangan,jelas ia tahu apa yang akan mama nya itu lakukan pada nya,dengan cepat Regan berlari ke belakang Ryan mencari perlindungan
Benar saja,Regan yang berbuat tapi Ryan lah yang mendapat imbas nya,Regan memang sangat cerdik dengan berlindung di balik tubuh Ryan hingga ia tak kembali merasakan sakit dari sapu itu
“Udah mama bilang jangan sakiti menantu mama,masih aja sakitin!” ucap mama Regan seraya melayangkan sapu ke arah Regan namun yang kena selalu Ryan
“Regan gak apa apain dia ma..” ucap Regan membela diri nya seraya menghindari serangan dari mama nya
Ryan yang sudah tak tahan pun kini menahan tubuh Regan agar berhenti berlindung di balik tubuh nya yang hampir remuk saat itu
“Sakit mah.” ucap Regan kini merasakan sakit nya pukulan sapu dari sang mama
“Dasar kakak lucnut!” umpat nya pada Ryan
Ryan mencebik,bisa bisa nya ia yang mengumpat padahal Ryan lah yang awal nya terkena imbas akibat ulah Regan
Setelah di rasa cukup memberikan pukulan pada putra nya,Wanita yang kini memiliki dua putra yang masing masing sudah berkeluarga itu kini duduk di sofa mengatur nafas nya yang kian memburu
Regan yang tak kalah lelah sekaligus sakit itu pun juga duduk di sofa di hadapan sang mama,tubuh nya benar benar remuk saat ini, pukulan yang di berikan oleh sang mama tak main main rupa nya
“Sekarang jelas kan apa yang terjadi? Adik ipar bilang dia melihat mu memeluk wanita di tempat umum.” ucap Ryan kemudian,ia benar benar sudah lelah mendengar tangisan Yunita
Regan terkejut, bagaimana bisa istri nya melihat hal itu? apa mungkin saat ia dalam perjalanan hendak ke rumah Yoonia? pikir Regan
__ADS_1
Nyata nya memang benar Yunita melihat Regan memeluk Zabrina saat akan menuju ke kediaman Yoonia,merasakan sesak di dada nya melihat suami nya yang memeluk wanita lain di tempat umum membuat Yunita urung berkunjung ke rumah kakak nya lantaran tak ingin jika nanti kakak nya itu mengatakan semua pada bunda dan ayah nya
Ia pun memilih untuk ke rumah mertua nya saja lebih tepat nya ia ingin bertemu dengan sahabat nya karena mengira mungkin hanya sindy yang berada di rumah itu bersama Darrel
Namun nyata nya bukan hanya Sindy,melainkan seluruh keluarga kini berada di sana karena baru saja menyelesaikan makan siang bersama,Darrel masih di rumah orang tua Sindy sampai besok karena rindu dengan cucu mereka, keluarga Sindy meminta Sindy untuk mengirimkan Darrel ke sana
Yunita yang datang dalam keadaan sudsh menangis tentu membuat semua keluarga khawatir terlebih saat ini Yunita hanya datang sendirian tanpa Regan,mereka mengira jika terjadi sesuatu pada Regan
“Yunita,ada apa? kenapa kau menangis? dan dimana Regan?” tanya ibu mertua nya saat Yunita memasuki kediaman mereka
Bukan nya menjawab Yunita justru menangis dengan semakin kencang setelah mendengar nama Regan dari mulut ibu mertua nya
“Anak mama jahat,dia peluk wanita lain.” ucap Yunita kemudian
Sontak semua orang terkejut,mereka tahu Regan tipe yang tidak mungkin memeluk sembarang orang apalagi kini sudah memiliki seorang istri dan calon bayi
Mereka juga tahu betapa besar cinta Regan pada Yunita bahkan tanpa malu Regan menunjukkan sikap romantis nya pada Yunita di hadapan semua orang,lalu mana mungkin Regan akan berselingkuh
“Tapi rasanya tidak mungkin kalau Regan..”
Sejak saat itu lah semua orang hanya diam menatap Yunita yang terus saja menangis tanpa mau mendengar nasehat siapapun
.
.
Regan menghela nafas,ia tak menyangka jika ujian kini menghampiri nya dengan sangat cepat,ia menatap kamar kamar yang berada di lantai dua mencari keberadaan istri nya itu
“Dimana dia sekarang?” tanya Regan mengedarkan pandangan nya
“Di kamar mu.” ucap Ryan santai lalu mendapat cubitan di perut nya oleh Sindy seraya membulatkan mata nya memberi isyarat untuk diam
Padahal Yunita sudah dengan jelas mengatakan untuk tidak memberitahu Regan dimana ia berada lantaran tak ingin bertemu dengan pria itu dulu,namun mulut lancip Ryan justru dengan mudah mengatakan hal tersebut
__ADS_1
“Aku lupa.” bisik Ryan yang benar benar lupa dengan permintaan adik ipar nya itu
Yunita yang mendengar hal itu sontak menutup pintu kamar Regan lumayan keras hingga membuat semua orang kini menatap pintu kamar tersebut
Regan pun menceritakan jika ia bertemu dengan klien nya hari ini namun ia tak tahu jika klien nya itu adalah teman semasa sekolah nya yang pernah bertemu dengan diri nya dan Yunita
Sejak awal pertemuan Yunita tidak menyukai wanita itu lantaran wanita itu yang dengan jelas menunjukkan ketertarikan nya pada Regan
Regan yang terlanjur sudah menjalin kerjasama jelas saja tak bisa membatalkan nya,setelah pertemuan berakhir wanita itu justru mengejar nya hingga ia jatuh dan Regan menangkap nya tanpa sengaja
Semua orang hanya ber oh ria menanggapi cerita Regan,mereka tak menyalahkan Regan juga Yunita lantaran mereka memang tidak salah untuk hal ini,namun tetap saja mereka memberi saran pada Regan untuk lebih menjaga perasaan istri nya di saat Yunita tengah mengandung seperti ini
“Hormon perempuan hamil berubah ubah Regan,jadi kau harus ekstra sabar.” ucap Ryan mengingat kan adik nya itu
Regan mencebik menatap Ryan yang seolah olah sangat paham akan hal ini. “Aku pernah menjadi dokter jadi aku lebih paham! Kau bersikap seolah olah berpengalaman padahal kau tidak ada saat Sindy mengandung Darrel.”
Plak!
Satu tepukan mendarat di leher Regan dari sang mama,bisa bisa nya ia berbicara sebebas itu di hadapan Sindy yang kini berstatus sebagai kakak ipar nya
“Mulut nya tajam banget! nurunin siapa?”
Regan memutar bola mata malas,tentu saja menurun mama nya yang juga memiliki mulut yang tajam,namun ia tak ingin memperpanjang masalah,ia ingin segera menemui istri nya
“Mau kemana?” tanya Ryan melihat Regan yang bangkit dari duduk nya
“Ke Mars! tentu saja menemui istri ku!” ucap Regan sebal mendapat pertanyaan dari Ryan
“Jangan dulu,biarkan dia sendiri.”
Enak sekali mulut nya berbicara,apa dia tak tahu bagaimana gelisah nya kehilangan istri selama beberapa jam? pikir Regan
“Sampai kapan aku menunggu? aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk tubuh nya.”
__ADS_1
plak!
Jangan lupa untuk like, komen dan vote🙏🥰