
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
Benar kata orang,menemani wanita berbelanja adalah hal yang paling menakutkan di dalam kehidupan rumah tangga,itu juga yang kini di rasakan oleh kakak beradik yang tengah menemani istri nya belanja
Selain uang mereka terkuras,energi mereka pun juga lantaran harus membawa barang belanjaan istri mereka,baru saja keluar dari toko pakaian kini para wanita itu sudah masuk ke dalam toko tas branded
Jika tahu begini tentu saja para pria itu lebih memilih duduk manis di rumah tanpa harus melakukan semua itu,mereka yang awal nya mengira jika kedua wanita itu akan pergi ke tempat yang banyak terdapat laki laki brengsek pun tentu saja khawatir dan meminta ikut
Nyata nya bukan ke tempat banyak laki laki brengsek, melainkan banyak barang barang branded
Bisa saja mereka memilih istirahat dan membiarkan kedua wanita itu bergerak sendiri,hanya saja melihat tatapan beberapa laki laki mengarah kepada para wanita itu membuat kedua pria itu mengurungkan niat nya untuk istirahat
Siapa yang tidak melirik pada dua orang wanita cantik yang terlihat masih muda, memiliki tubuh yang sempurna dan pesona yang menarik, mungkin salah satu mereka juga tidak akan keberatan menjadi pembinor jika mereka tahu kedua wanita itu sudah memiliki cincin pernikahan di jari manis mereka
Bahkan Regan sempat mendengar jika ada pria yang ingin mengajak berkenalan wanita yang mengenakan pakaian berwarna hijau dengan manik mata coklat yang sangat cantik,Regan hampir saja melayangkan bogem mentah pada laki laki itu lantaran yang ia maksud adalah Yunita
Beruntung Ryan menghalangi nya dengan mengatakan jika mereka tengah berada di tempat umum,Regan pun tak ingin mempermalukan diri nya,untuk pertama kali nya ia menuruti perkataan sang kakak
Akhir nya setelah memakan waktu yang lama berbelanja,Yunita dan Sindy pun akhir nya merasa kelaparan dan kelelahan juga,mereka akhir nya memutuskan untuk mampir di cafe yang berada di sana untuk menghilangkan penat
Regan dan Ryan menghela nafas,mengatur oksigen yang kini berhembus masuk dan keluar dengan buru buru,lelah? tentu saja,mereka harus mengikuti langkah kaki para istri mereka yang tidak mengenal lelah
Ryan yang sebenarnya paling berat lantaran harus membawa belanjaan Sindy dan juga menggendong Darrel yang sesekali sudah menguap lantaran merasa mengantuk
“Makanya jangan kecepatan punya anak.” Ledek Regan yang tak ada habis habis nya,usai bertengkar dengan Darrel,kini ia malah mengajak ayah anak itu untuk bertengkar
Sedangkan Ryan tak punya tenaga untuk membalas ucapan Regan,ia hanya berharap pesanan mereka cepat sampai lantaran sudah kehilangan banyak tenaga
Regan yang duduk di samping Yunita kini menatap Yunita yang tengah memukul mukul betis nya Lantaran merasa kebas
__ADS_1
Tak tega,Regan akhir nya meraih kedua kaki istri nya dan di letakkan di atas pangkuan nya hingga membuat wanita itu tersentak kaget
“Eh eh.” ucap Yunita memberatkan kedua kaki nya
“Diam lah.” ucap Regan kini memijat kaki Yunita dengan lembut,padahal kaki nya juga tak kalah lelah,namun ia juga tak tega melihat istri tercinta nya merasa kelelahan
“Besok besok pesan online saja,atau hubungi butik terkenal untuk datang kerumah,tidak perlu kau yang keluar rumah untuk belanja.”
Bukan hanya demi kebaikan sang istri,tapi juga demi menyelamatkan diri nya dari suruhan istri nya yang meminta untuk menemani atau membawakan belanjaan nya lagi,jika tidak ikut maka itu akan sama saja memberi kebebasan pada pria lain untuk mendekati istri cantik nya itu
Yunita menatap Regan tersenyum,sikap yang sangat jarang Regan tunjukkan tapi mampu membuat nya bahagia,memang ia dingin di luar,tapi di dalam hati nya sangat hangat,itulah yang Yunita rasakan selama bersama Regan
“Bukan kah kau juga lelah?”
Jelas Yunita bertanya lantaran ia masih ingat jika tadi suami nya itu harus rela mengikuti nya sambil membawa barang belanjaan nya
“Arghh, berat Yunita. Aku masih lelah.” Seketika Regan memekik kala Yunita yang tiba tiba duduk di pangkuan nya,tentu saja ia protes lantaran tubuh nya masih begitu lelah tapi sudah di bebankan oleh tubuh istri nya itu
“Hehe,kau bilang tadi tidak apa.”
Yunita hanya menyengir menampilkan gigi gigi putih nya,lalu segera turun dari pangkuan suami nya,ia meraih tangan Regan lalu memijat nya dengan lembut
Regan hanya menghela nafas,bisa bisa nya Yunita membuktikan nya dengan duduk dipangkuan Regan,nyata nya pria itu hanya tidak ingin terlihat lemah di hadapan pasangan lain nya,namun ia lupa jika istri nya itu sedikit somplak dulu
“Sudah enakan?”
Tanya Yunita yang melihat Regan kini terasa lebih rileks dari sebelum nya,ia sedikit bangga karena pijatan nya bisa mengurangi rasa lelah suami nya.Namun wajah nya berubah cemberut kala Regan mengatakan pijatan nya bahkan tidak berasa
“Tidak berasa.”
__ADS_1
Yunita mendengus kesal,ia pun menambah tenaga nya dengan emosi seperti tengah membalaskan dendam tersembunyi ia memijat tangan Regan,tentu saja pria itu meringis
“Astaga Nit! kau punya dendam pada ku atau bagaimana?” kesal Regan yang kembali membuka mata setelah menerima pijatan tidak ikhlas dari istri nya
“Salah sendiri!”
Yunita pun menghentikan gerakan nya lantaran pelayan yang sudah datang membawa pesanan mereka, Seperti orang yang sudah tidak bertemu makanan Yunita makan begitu lahap nya
Bahkan Regan beberapa kali menyeka sekitar mulut Yunita dengan tisu lantaran Yunita yang sibuk dengan makanan nya
Sindy dan Ryan hanya saling pandang melihat adegan di depan mereka,sedikit terkejut dengan sikap hangat Regan pada Yunita yang jarang bahkan tidak pernah mereka lihat
“Apa dia orang nya memang hangat seperti itu?” tanya Sindy sedikit berbisik pada suami nya
“Setahu ku tidak,dia bahkan tidak peduli jika ada yang kecelakaan di depan mata nya.”
Bukan asal bicara,namun memang begitu lah Regan dulu yang begitu tidak peduli dengan keadaan sekitar nya,menurut nya jika tidak terjadi pada nya atau orang yang ia sayang untuk apa ambil pusing
Sindy bahkan masih ingat dengan jelas dulu ada siswi yang mengejar Regan lantaran ingin memberikan sesuatu sebagai tanda suka nya pada Regan,ia mengejar pria itu hingga terjatuh namun Regan jangan kan membantu,menoleh saja tidak
Namun Regan yang kini berada di hadapan mereka sungguh berbeda,ia kini menjadi hangat meskipun hanya pada Yunita
“Cinta memang benar benar bisa merubah seseorang.”
...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰...
...Mohon dukungan untuk karya ku ya, dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...
...Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏...
__ADS_1