MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 18


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘


Besok adalah Hari pertunangan Yunita, meskipun di adakan secara sederhana tetap saja butuh persiapan,disaat semua orang melakukan persiapan untuk pertunangan nya,Yunita malah duduk bersama Yoonia menikmati Drakor sambil menyomot cemilan yang berada di dalam toples


Jujur saja sebenarnya Yunita malas jika menonton bersama Yoonia, bukan karena takut jika nanti kakak nya memerintah nya seenak jidat seperti makan malam kemarin,tapi jika Yoonia sudah menonton maka apapun adegan yang menguras perasaan maka akan Yoonia lampiaskan pada dirinya


Seperti saat ini ia merasa kesal dengan pemeran drama itu tapi malah Yunita yang ia Jambak bahkan ia gigit,salah nya sendiri memang padahal sudah di ingatkan oleh kakak ipar nya untuk tidak menonton dengan Yoonia namun ia tetap kekeh karena drama itu adalah drama kesukaan nya


Namun sekarang Yunita merasa menyesal karena tak mendengar nasehat kakak ipar nya,alhasil sekarang ia lah yang menerima imbas nya. “Astaga kak! Bisa bonyok aku lama lama!” pekik nya saat Yoonia kembali menggeram pada nya. “Habis nya ibu ibu itu ngeselin banget,mulut nya lancip banget kaya hidung kakak ipar mu!”


Yunita mengerutkan kening nya mendengar ucapan Yoonia yang sedikit aneh di pendengaran nya,bukan karena pertama kali mendengar istilah hidung lancip,hanya saja kakak ipar nya berhidung lancip? Ia akui hidung kakak iparnya mancung tapi tidak lancip juga! Namun kembali ia tak menghiraukan ucapan kakak nya “Mungkin bawaan bayi.” batin nya lalu kembali fokus menatap televisi


Hari ini tak ada yang istimewa bahkan Regan pun tidak sempat membalas pesan nya, mungkin banyak pasien dirumah sakit jadi ia lebih sibuk,Yunita terus saja melirik jam berharap malam segera datang karena tadi pagi Sindy mengatakan bahwa akan berangkat ke Indonesia kemungkinan ia sampai besok pagi dan ia sudah berjanji akan menjemput sahabat nya itu di bandara,itu lah sebab nya Yunita selalu melirik jam


aneh sekali padahal kemungkinan Sindy sampai besok pagi tapi kenapa dia cemas nya sekarang


Namun entah kenapa hari ini terasa sangat lama bahkan sudah lama ia duduk menemani kakak nya menonton tapi tetap saja waktu bergerak sangat lambat. “Kenapa waktu berjalan sangat lambat?” Yoonia melirik Yunita sekilas terlihat raut wajah Yunita kini yang kesal. “Lambat apa nya? Ini sudah sore!” ucap nya setelah melirik jam di ponsel nya


“Benarkah? Kenapa waktu di jam tangan ku masih menunjukkan pukul 2 siang?” Yoonia yang mendengar itu pun meraih tangan Yunita. “Astaga jam mu kehabisan baterai Nita!” pantas saja jam nya bergerak dengan lambat ternyata baterai nya habis! Yoonia pun menyentil kening adik nya karena kesal,ia sudah kesal karena drakor yang sedang ia tonton kini Yunita pun menambah kekesalan nya

__ADS_1


“Aw sakit kak!” protes Yunita,kenapa semua orang suka sekali menyentil kening nya,apa tidak ada tempat lain untuk menyentil? “segitu saja sudah mengeluh sakit,bagaimana nanti malam pertama? Pasti kau menangis!” entah apa tujuan nya mengatakan hal itu pada Yunita,yang jelas kini Yunita dibuat penasaran dengan ucapan Yoonia


“memang nya kenapa kak? Apa malam pertama itu sakit?” Tak mau di buat mati penasaran Yunita memilih untuk langsung bertanya saja pada kakak nya. Yoonia pun menatap Yunita dengan senyuman smirk entah kenapa timbul sifat usil nya melihat wajah adik nya yang begitu berharap pada jawaban nya


“Kau tau malam pertama itu sangat sakit,bahkan kau tidak akan bisa berjalan selama seminggu!” Yunita di buat ternganga dengan pernyataan Yoonia,bisa bisanya ia langsung percaya tanpa sedikit pun menaruh curiga pada kakak nya itu


“Hei tutup mulut mu itu,kau menggoda lalat untuk masuk!” Yoonia tertawa setelah puas melihat reaksi adik nya,entah kenapa semenjak hamil ia semakin suka mengerjai adik nya itu. “Kak,kau tidak sedang bercanda atau mengerjai ku kan?” Tanya nya setelah mendapat tepukan dari sang kakak


“Tentu saja tidak! Aku pernah merasakan nya.” memang ia jujur jika rasanya sedikit sakit,tapi ia berbohong jika sampai seminggu tidak bisa berjalan. Yunita pun kembali di buat termenung,jujur saja ia sangat percaya pada ucapan kakak nya mengingat kakak nya itu sudah lebih dulu mencoba


Entah apa yang ia bayangkan hingga bahu nya bergedik,lalu Yunita memilih untuk kembali ke kamar nya saja,dari pada nanti kakak nya kembali menakut nakuti nya tentang malam pertama yang mengerikan


Sesampai nya di kamar ia menghempas kan tubuh nya ke ranjang,masih kepikiran dengan ucapan Yoonia ia pun berniat untuk menanyakan nya pada Regan,namun ia urung karena merasa malu menanyakan hal sefrontal itu padahal mereka belum sah,lalu Regan juga belum tentu tahu karena ia belum pernah menikah


Yunita pun masuk ke dalam kamar mandi,berendam adalah tindakan yang benar menurutnya karena kini ia merasa sangat pusing, mungkin karena bangun ke sorean seperti ini, selesai ritual mandi nya kini ia memeriksa ponsel padahal ia masih mengenakan handuk di tubuh nya,ia buka aplikasi berlogo telepon karena melihat beberapa pesan masuk dari sana


“Kau sedang apa?” isi pesan yang tertera nama Regan di sana. “Astaga kenapa tidak ada romantis nya sama sekali? Ucapin selamat malam dulu atau apalah!” kesal karena mereka sudah mau tunangan tapi Regan masih tidak ada romantis romantis nya


“Baru selesai mandi, aku mau besok pagi aku mau jemput Sindy di bandara, tidak apa kan?” meskipun sedikit terlambat membalas namun secepat kilat centang dua berubah jadi centang Biru.

__ADS_1


“Kenapa harus di jemput? Apa dia tidak mengingat alamat rumah nya?” Astaga pertanyaan macam apa itu? Apa hanya boleh menjemput orang karena orang itu lupa alamat saja?


“Tentu saja tidak! Aku hanya ingin menjemput sahabat ku setelah lama tidak bertemu. Apa itu salah?” dengan perasaan kesal ia membalas pesan dari Regan


“Tidak salah tapi sangat merepotkan.” astaga apa hatinya juga membeku? Kenapa dia yang repot padahal Yunita yang pergi tapi kenapa dia yang merasa di repot kan?


“Aku yang menjemput tapi kenapa kau yang merasa kerepotan?” lagi ia membalas pesan Regan dengan kesal bahkan lebih kesal dari sebelumnya


“Tentu saja,karena aku yang akan menemani mu.” what? Apalagi ini? Ia mau menemani Yunita tanpa Yunita minta? Haruskah Yunita merasa bahagia atau kesal? Tapi apa yang mau di bahagiakan? Melihat dari bahasa nya saja ia terlihat sangat tidak ikhlas menjemput Sindy


“Apa aku memintamu untuk menemani ku?” pesan nya terlihat ketus tapi real nya ia sedang tersenyum,lagi lagi Regan membuatnya luluh hanya dengan satu kalimat saja


“Lalu kau mau minta ditemani oleh siapa? Pria badjingan itu lagi?” Yunita mengerutkan kening nya. “Pria bajingan? Siapa? Apa Harlan?” astaga kenapa tiba tiba dia membahas Harlan yang beberapa hari ini tidak di ketahui keadaan nya oleh Yunita


“Apa kau cemburu?”


“Tidak.” singkat padat jelas dan tepat namun mampu menusuk hati Yunita,Yunita yang berharap Regan mengutarakan perasaan cemburu nya kini pupus dengan satu kata saja dari Regan


“Baiklah kalau begitu aku minta ditemani pria badjingan itu saja!” setelah membalas pesan Regan ia mematikan koneksi internet nya,biarkan saja Regan membujuk nya,namun semua itu hanya harapan karena beberapa menit kemudian Regan tak berusaha menelpon nya

__ADS_1


“Dasarrr kutubb!!!!!” pekik nya hampir saja melempar ponsel nya itu,untung saja kesadaran nya masih full jika tidak habis sudah ponsel mahal nya


Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏


__ADS_2