
Tak main main dengan ucapan nya,Yunita kini benar benar datang ke kantor Regan, mengantar makan siang untuk suami tercinta nya,Dress nude sederhana menambah kecantikan Yunita di waktu menjelang siang hari ini
Tak hanya Regan,Yunita juga pertama kali mendatangi kantor suami nya,jelas ia tak mengenal orang orang di sana,ia bahkan tidak tahu di mana ruang kerja suami nya
Yunita masuk ke kantor dengan tatapan mata yang berbeda beda dari orang orang di perusahaan itu,ada yang menatap kagum akan kecantikan Yunita,ada juga yang menatap tidak suka pada nya,termasuk resepsionis yang ia sedang tanyai saat ini
“Permisi mbak,ruangan pak Regan ada di mana ya?” ucap Yunita sopan,namun berbeda dengan resepsionis cantik itu yang justru menatap tajam pada Yunita,ia menelisik penampilan Yunita dari atas sampai bawah,jelas Yunita merasa tak nyaman akan hal itu
“Ada keperluan apa ya? kalau gaada yang penting penting amat gausah ketemu lah!” ucap nya ketus
Yunita menautkan kedua alis nya, terkejut dengan respon ketus dari resepsionis cantik itu,jelas ia tahu jika wanita itu tidak suka pada nya,namun apa salah nya? ia bahkan baru pertama kali berkunjung namun sudah mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan di sana
“Saya mau nganterin makan siang buat..”
“Mbak siapa nya pak Regan? pembantu nya? pembantu dandanan seperti Putri raja,mau godain pak Regan ya?” sambung satu karyawan yang sudah terlihat judes dari wajah nya
Yunita menghela nafas,tadi pagi boneka Sabrina sekarang boneka Annabelle,jika tidak mengingat ia kini tengah mengandung mungkin sekarang wanita itu sudah tersungkur di lantai karena Yunita
“Saya nanya baik baik mbak,ruang kerja pak Regan ada dimana? tinggal jawab aja apa susah nya sih?” ucap Yunita lembut,namun penuh penekanan di setiap kata
Terlihat satu karyawan menghampiri Yunita dan karyawan perempuan tadi,mendadak perasaan nya tidak enak melihat karyawan itu menghampiri nya dengan sombong,kedua tangan nya terlipat,wajah nya sedikit dongak
“sombong banget sih mbak,jadi pembantu pak Regan aja udah belagu,ngarep jadi istri nya ya? di sini itu banyak perempuan yang lebih cantik dan berpendidikan tinggi,enggak seperti mbak yang cuma seorang pembantu!” sahut karyawan itu
Yunita menarik sebelah sudut bibir nya, ingin sekali rasanya ia berteriak mengatakan jika ia adalah istri sah dari pemimpin mereka,namun permainan nya tidak akan seru jika Yunita mengaku secepat itu,ia terbiasa bermain main seperti ini sejak dulu
“Iya mbak saya emang pembantu pak Regan,tapi seperti nya kalian tidak akan bisa mendapatkan lak Regan meskipun pendidikan kalian tinggi,karena attitude lebih penting dari pendidikan,sia sia pendidikan kalian tinggi tapi minim attitude!” ucap Yunita tersenyum menyeringai
__ADS_1
Jelas saja kata kata yang ia lontarkan sukses memancing kemarahan para karyawan itu,dan hal itu menjadikan kepuasan tersendiri bagi Yunita
“Belagu banget loh!” ucap Resepsionis tadi menarik rambut Yunita dari belakang,jelas Yunita terkejut lantaran mendapat serangan tiba tiba
Semua orang menertawakan Yunita yang kini sedikit berantakan akibat ulah resepsionis tadi,jelas Yunita tidak terima dan membalas serangan resepsionis tersebut,jika urusan bertengkar ialah ahli nya,tak sedikit orang yang menjadi korban nya sejak dulu
Melihat ada keributan disana,para karyawan yang tidak terlibat membantu untuk melerai kedua wanita itu,tak sedikit juga yang membela Yunita lantaran memang Yunita tidak bersalah dalam hal ini
Tak lama Regan datang dengan tergesa gesa setelah mendapat laporan jika ada seorang perempuan yang bertengkar dengan beberapa karyawan di sana,sontak pikiran nya tertuju pada Yunita mengingat istri nya itu mengatakan akan mendatangi kantor nya untuk membawa makan siang nanti
Benar saja Yunita kini tengah duduk di kursi yang terbuat dari besi di dampingi oleh beberapa karyawan yang terlihat mengusap pundak Yunita dengan lembut
Regan sontak berlari menghampiri istri nya yang terlihat kacau,pikiran nya tertuju pada calon bayi mereka yang masih ada dalam kandungan istri nya itu
Regan bertekuk lutut di hadapan Yunita yang kini tengah tertunduk lemas,ia lupa jika diri nya tengah mengandung saat ini, meskipun hanya saling menjambak namun sudah membuat nya merasa sangat lelah
“Kau tidak apa apa kan?” ucap Regan,Yunita menggeleng tanpa mampu menjawab pertanyaan dari suami nya
“Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Regan pada semua karyawan yang ada di sana,semua orang diam tanpa ada yang berani berbicara
“Wanita ini mengganggu ketenangan kantor pak.” ucap salah satu karyawan yang sempat bertengkar dengan Yunita
“Mengganggu? mengganggu bagaimana maksudnya?” tanya Regan bingung,tidak mungkin istri nya tiba tiba datang lalu mengganggu karyawan di sana tanpa sebab
“Dia..”
“Buk Agnes berbohong pak, justru mbak ini datang baik baik,dia juga sopan saat bertanya pada buk Sinta di mana ruangan bapak,tapi mereka justru menghina mbak ini.” ucap satu karyawan yang menenangkan Yunita tadi
__ADS_1
Regan kini menatap karyawan yang tengah tertunduk takut itu,sorot mata nya begitu tajam mendengar pengakuan dari salah satu karyawan tadi,berani sekali mereka mengganggu istri nya,tentu ia tidak akan diam saja pada karyawan yang kurang ajar seperti mereka
“Siapa saja yang mengganggu mu?” tanya Regan pada Yunita, Yunita pun menatap ketiga wanita yang tadi sangat berani pada nya
“Dia,dia dan dia.” ucap Yunita menunjuk Agnes,Sinta dan Mika
Regan kemudian menatap ketiga karyawan nya,lalu meminta mereka untuk segera menghadap nya di ruangan kerja nya nanti
“Ayo kita ke ruangan ku.” ucap Regan membantu Yunita berdiri,namun bukan nya berdiri Yunita justru menangis membuat Regan kembali bertekuk lutut demi menyamakan tinggi mereka
“Kenapa lagi? kenapa menangis?” tanya Regan lembut serasa menyeka air mata Yunita
“Makanan nya.” ucap Yunita menunjuk ke arah lantai dimana makanan yang tadi ia bawa terbuang sia sia,padahal ia sudah memasak nya dengan susah payah berharap suami nya nanti akan memakan masakan nya dengan lahap
Namun semua itu sia sia lantaran makanan yang ia bawa justru sudah tidak layak di makan,jelas ia sangat sedih saat ini,tak peduli dengan tatapan heran dari orang orang di sana, Yunita tetap menangis di dalam dekapan Regan
Semua orang menatap aneh,merasa jika ada hubungan spesial antara bos dan Yunita,mereka terlalu percaya dengan tuduhan ketiga wanita tadi pada Yunita
“Nanti kita makan di tempat lain saja,jangan menangis besok kau bisa masak lagi,ya?”
Sebisa mungkin Regan berusaha untuk membujuk istri nya itu lantaran tak hanya karena tidak suka istri nya merasa sedih,ia juga tak ingin jika bayi mereka juga akan merasa sedih bersamaan dengan Yunita
Yunita mengangguk saja lantaran tangisannya juga tidak bisa mengembalikan makanan yang sudah kotor itu,Regan pun mengangkat tubuh Yunita ala bridal style tentu hal itu membuat semua karyawan terkejut
Baru akan melangkah,namun Yunita mengatakan sesuatu yang membuat Regan menghentikan langkah nya. “Mereka mengira aku pembantu mu.” bisik Yunita di telinga Regan
Regan jelas terkejut sekaligus marah mendengar hal itu,bisa bisa nya mereka menganggap istri nya itu sebagai pembantu padahal pakaian Yunita jelas menunjukkan ia bukan seorang pembantu seperti yang mereka katakan
__ADS_1
“Untuk semua nya,perkenalkan wanita cantik ini adalah istri saya,jadi tolong bersikap sopan lah pada nya!”
Deg!