MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 72


__ADS_3

Jika sebelum nya Yunita merasa takut dan khawatir maka lain hal nya dengan sekarang,setelah di jelaskan berulang kali oleh suami nya akhir nya ia kini paham dengan hal yang terjadi pada nya, menyesal rasa nya dulu sering tidur di kelas hingga tidak memperhatikan guru saat menjelaskan


Berbeda dengan Regan yang memang seorang dokter,ia jelas paham dengan hal itu,itulah sebab nya ia lebih peka dari awal dari pada Yunita


Setelah memberi tahu tentang kehamilan nya pada keluarga besar mereka termasuk keluarga Regan tentu Yunita merasa di ratukan saat ini oleh keluarga nya begitu pun dengan mertua nya,bahkan mertua nya lebih posesif sekarang


Tak henti henti nya mertua nya itu memberi peringatan pada Regan untuk menjaga Yunita dengan baik,ia juga memberi saran jika nanti Yunita mengalami morning sickness,ia tak tahu saja yang tengah mengalami hal itu adalah putra nya bukan menantu nya


Tak terasa siang berlalu begitu cepat,kini gelap nya malam yang menemani kedua pasangan muda itu yang tengah duduk di balkon kamar nya,memang tidak baik bagi ibu hamil duduk di luar di cuaca yang dingin seperti saat ini


Namun Regan pun tak bisa melarang lantaran Yunita kini selalu beralasan keinginan bayi nya,entah memang benar ada nya atau hanya alasan dia saja yang jelas Regan tak ingin jika nanti Yunita marah pada nya


Dengan baju hangat mereka duduk di balkon tepat nya di sebuah ayunan gantung berbentuk bulat mereka duduk berdua sambil berpelukan,Yunita tak henti henti nya mengelus perut nya yang masih datar,sungguh ia benar benar tidak sabar untuk melihat perut nya yang akan membuncit nanti


“Sayang,nanti perut nya kelihatan di bulan ke berapa?” tanya Yunita


“3-4 bulan sudah mulai kelihatan.” ucap Regan menatap perut Yunita,ada rasa bahagia ada juga rasa kesal lantaran ia yang menanggung rasa mual dan ngidam


“Nanti kalau aku gendut kamu ilfeel gak?” Sengaja bertanya dengan wajah sesedih mungkin bahkan kini bibir nya sudah maju beberapa centi


Regan menghela nafas,pertanyaan menjebak sebenar nya lantaran ia jelas tahu jika salah jawab maka akan menimbulkan peperangan antara suami istri,Ia memilih diam sambil menatap langit gelap yang dihiasi banyak bintang


Yunita menatap wajah tampan Regan yang kini tengah menatap ke atas,Suami nya terlihat sangat sempurna bagi nya,tentu bagi wanita lain juga sama,apa Regan akan tetap bersama nya jika nanti tubuh nya berubah? pikir Yunita

__ADS_1


Pikiran nya sudah kemana mana padahal ia jelas tahu suami nya itu benar benar mencintai nya dengan tulus,bahkan ia tak pernah melirik wanita mana pun


“Kenapa tidak di jawab? kamu takut aku marah?”


Unfaedah sekali pertanyaan Yunita,jelas ia sudah tahu jawaban nya tapi masih nekat bertanya,apa ia lupa jika perempuan seperti nya adalah spesies yang paling sulit di mengerti?


“Jangan menanyakan sesuatu yang akan membuat mu badmood.” ujar Regan datar


Yunita hanya terkekeh ia tak menyangkal lantaran apa yang suami nya katakan adalah benar,ia sendiri yang bertanya namun ia juga yang akan merasa kesal sendiri nanti nya


“Sudah larut,ayo masuk.”


Belum terlalu larut sebenarnya namun ia tak ingin jika nanti Yunita bisa sakit di tambah kini ia tengah mengandung tentu ia tak ingin hal itu terjadi


“Langsung tidur kan?”


Dia bertanya tapi raut wajah nya seperti mengharapkan sesuatu,Regan jelas paham maksud ucapan Yunita,namun mengingat usia kandungan Yunita yang masih muda ia tak ingin mengambil resiko pada bayi mereka


“Hm,aku lemas seharian muntah.”


Jawaban yang tak terduga bagi Yunita,padahal ia sangat mengharapkan akan terjadi sesuatu malam ini,entah mengapa ia begitu menginginkan nya,namun ia hanya bisa meneguk Saliva lantaran harapan nya tak terpenuhi


Namun ia juga tak ingin memaksa lantaran memang seharian ini Regan muntah muntah bahkan sekarang wajah masih terlihat pucat

__ADS_1


Yunita pun berjalan menuju ranjang mereka,berusaha tersenyum seperti tidak terjadi apapun karena tak ingin nanti Regan merasa tidak enak pada nya, meskipun ia ragu jika Regan akan merasa hal demikian pada nya


Meskipun hadapan nya tak terpenuhi namun hal itu tak menghalangi nya untuk cepat tidur,baru beberapa menit ia berbaring kini dengkuran halus terdengar dari mulut Yunita


Regan tak langsung tidur,ia memilih untuk berkutat dengan laptop nya mengecek email dari calon asisten nya,lusa sebenarnya adalah hari dimana ia akan memulai karir nya sebagai seorang pengusaha,untuk itu lah ia kini mulai mempelajari hal yang harus ia pelajari untuk menjadi seorang pengusaha


“Tumben sekali jam segini aku sudah mengantuk.” ucap nya bermonolog pada diri nya sendiri lantaran tak biasa nya ia merasa mengantuk secepat ini,mungkin karena seharian muntah jadi ia merasa kelelahan pikir nya


Regan menoleh ke arah Yunita,ia tersenyum menatap wajah cantik alami dari istri nya itu. “Cantik nya aku.” ucap nya mengecup pipi Yunita yang terlihat menggemaskan


Cukup lama Regan berusaha untuk tidur namun nyatanya usaha nya sia sia,Berbeda dengan Yunita yang tidur begitu nyenyak nya,Regan justru sejak tadi terlihat risih,segala posisi sudah ia coba namun tetap saja ia merasa tak nyaman


“Dia yang hamil tapi kenapa aku yang merasa kan susah nya?” ucap nya membatin kala melihat Yunita tidur dengan tenang, sedangkan ia kini tidak bisa tidur sama sekali


Regan menatap perut Yunita,entah mengapa ia merasa jika hal yang terjadi pada nya di karenakan oleh calon bayi mereka. “Apa dia merasa kesal padaku karena aku pernah meminta untuk menunda memiliki seorang anak?” ucap nya membatin namun mata nya masih saja menatap perut Yunita


Ia mendekat kan wajah nya pada perut Yunita lalu berbisik. “Kau marah sama Daddy? Daddy minta maaf ya,tolong jangan hukum Daddy dengan berat,yang tipis tipis aja lah,oke?” ucap nya bernegosiasi pada bayi nya seolah olah sang bayi akan menjawab permintaan nya


Entah mengapa ia merasa jika itu adalah alasan nya merasa kesulitan hari ini


Tak lupa ia mengecup perut Yunita yang di balut oleh piyama. “Daddy tidur di samping adek boleh ya?” lagi ia berucap meminta izin pada sang bayi yang bahkan belum memiliki bentuk itu


Entah mengapa hati nya tergerak untuk tidur di dekat perut Yunita dengan posisi kepala yang sejajar dengan perut Yunita, meskipun sedikit sulit namun akhir nya ia tertidur dengan posisi itu

__ADS_1


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,SEMOGA READERS SUKA DAN JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN DENGAN LIKE, KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI DENGAN PENILAIAN READERS,TERIMA KASIH🥰🙏


__ADS_2