
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘
Yunita memberontak namun Harlan semakin mengeratkan pelukannya. “Aku mencintaimu Yunita!” kembali Yunita memberontak setelah mendengar pengakuan dari Harlan,jujur jantung nya kini berdegup kencang namun bukan karena merasa bahagia melainkan takut melihat Harlan yang kini menatap tubuhnya yang berpakaian sedikit terbuka
Dengan segera ia membuka pintu mobil namun ia kalah cepat dari Harlan yang telah mengunci pintu mobil nya. “Buka Harlan! Aku ingin keluar!” pekik Yunita dengan suara gemetar menahan takut. “Kenapa kau ingin keluar? Apa kau igin menemui pria itu?” sentak Harlan membuat Yunita semakin ketakutan,kenapa Harlan menjadi kasar seperti itu?
Ketakutan Yunita semakin menjadi kala Harlan berusaha mengikis jarak di antara mereka hingga sebuah ketukan keras,ralat bukan ketukan lagi bahkan kaca jendela mobil Harlan hampir retak kala dipukul Regan dari luar, Melihat Regan berada diluar mobil membuat Yunita sedikit lega beruntung ia sempat shareloc pada Regan
Tak kunjung dibuka,Regan mengambil sebuah batu berukuran besar yang akan ia benturkan pada kaca mobil Harlan. “Shit!!! Dia gila atau bagaimana?!” Harlan pun membuka pintu mobil membust Yunita segera keluar dari mobil, beruntung Regan belum sempat memecahkan kaca mobil Harlan saat itu
“Regan!” pekik Yunita segera memeluk tubuh Regan dengan erat,Regan pun membalas pelukan Yunita dengan erat,ia menatap Harlan dengan tatapan tajam setelah merasakan tubuh Yunita yang gemetaran. “Kau tidak apa apa?” tanya Regan setelah Yunita melepaskan pelukannya
Yunita menggelengkan kepalanya,ia menangis karena ketakutan sejak tadi. “Dia memeluk ku..” ucapnya tertahan masih takut kala mengingat bagaimana Harlan memeluk nya dengan erat padahal ia sudah memberontak minta di lepaskan
“Shit!! Brengsek kau!!” Regan segera melayangkan bogem bertubi tubi di wajah Harlan,Harlan pun sama namun ia masih kalah pada Regan yang membabi buta menghajarnya hingga menarik beberapa perhatian orang orang disana kala Yunita berteriak meminta tolong
__ADS_1
Beruntung beberapa orang datang dan melerai mereka meskipun kini Harlan babak belur dan Regan sedikit luka setidak nya tidak semakin parah karena berhasil di leraikan. “kau tidak apa apa?” bukan nya menjawab pertanyaan Yunita,Regan malah fokus pada pakaian Yunita yang sedikit terbuka karena outwear yang tidak di kancing
Segera Regan mengancingkan outwear tersebut,sedangkan Yunita hanya diam tak memberontak ia paham maksud Regan agar orang orang tidak melihat perut nya. Regan membawa Yunita masuk ke dalam mobilnya, saat melewati Harlan ia sempat melayang kan tatapan tajam pada pria yang kini tak berdaya
“Pak, tolong bawa pria ini kerumah sakit,saya akan membayar biaya rumah sakit nya dan saya akan memberi imbalan pada bapak.” masih berperikemanusiaan ia juga sebenarnya tak tega melihat keadaan Harlan,tapi itu kesalahan Harlan karens berani menyentuh wanita nya
Jika berbicara tentang uang,Regan sendiri bukan berasal dari keluarga sederhana,sama seperti keluarga Adiwijaya keluarga Regan Maheswara juga keluarga terpandang bahkan memiliki beberapa rumah sakit besar seperti rumah sakit yang saat ini Regan bekerja adalah milik nya, sebenarnya bisa saja ia tak perlu repot repot bekerja sebagai dokter disana karena memang rumah sakit itu telah menjadi miliknya namun karena tak ingin menyia-nyiakan ilmu yang ia dapatkan selama ini,ia pun memilih menjadi dokter disana
Itulah sebab nya banyak dokter dan perawat muda yang tergila gila pada Regan bukan hanya karena ketampanan dan kepintaran nya,tapi juga karena mereka tahu bahwa Regan adalah pemilik rumah sakit itu
“Re-gan berhenti kan mobilnya sebentar.” diluar dugaan Yunita mengira bahwa Regan tidak akan memperdulikan ucapan nya namun sekejap itu Regan menghentikan mobil di jalanan yang jarang di lewati oleh kendaraan. “Kenapa? Apa kau berubah pikiran dan ingin menemui pria breng-sek itu lagi?” tanya nya masih dengan wajah datar namun sorot matanya sangat tajam
“Ti-dak aku hanya ingin mengobati wajah mu.” ucapnya gugup melihat sorot tajam dari mata Regan. “Apa aku meminta nya?” Yunita menggelengkan kepalanya,memang Regan tidak meminta untuk mengobati luka nya namun bukankah Yunita juga berhak bertanggung jawab atas kesalahan nya?
“Tapi aku ingin mengobati luka mu.” ucap Yunita tertunduk sedih, Regan menghela nafas perlahan,jujur saja ia masih marah dengan Yunita yang sembarangan menerima ajakan dari pria lain. “Apa kau benar benar merasa bersalah?” tanya Regan menatap Yunita yang masih tertunduk tanpa berani menatap nya,kembali Yunita mengangguk. “Aku minta maaf.”
__ADS_1
“Tatap aku jika kau sedang bicara Yunita!” tak suka jika lawan bicara nya tak menatap wajah tampan nya itu,Regan pun mengangkat dagu Yunita hingga tatapan mereka bertemu,mata Yunita berembun ketika kembali melihat wajah Regan yang lebam membuatnya kembali merasa bersalah
“Sudah lah jangan menangis,aku tidak suka ada raut kesedihan di wajah cantik mu.” Yunita melotot mendengar gombalan yang keluar dari mulut Regan,jujur saja ini pertama kali nya Regan mengatakan bahwa diri nya cantik. “Apa?” tanya Regan melihat Yunita yang menatap nya sambil tersenyum
Senyum yang tadi nya mengembang kini memudar,apa dia tak menyadari ketika mengatakan Yunita cantik? Atau dia lupa? Benar benar tidak asik sekali pria dingin ini! Yunita pun memalingkan wajahnya dengan wajah ditekuk merasa kesal karena Regan tak benar benar menyadari ucapan nya
Melihat wajah Yunita yang ditekuk membuat senyum tipis di bibir Regan,bukan ia tak menyadari ucapan nya hanya saja ia ingin menggoda calon tunangan nya ini,Regan mendekat kan wajah nya pada wajah Yunita,ia pun menarik dagu Yunita agar wanita itu menatap nya. “Kau sangat cantik sayang.”
Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Yunita,hanya sekilas karena memang Regan tak ingin jika nanti nya mereka akan berbuat lebih sebelum hari pernikahan mereka,namun di luar dugaan Yunita menarik tengkuk Regan lalu mengecup ***** pria itu, Melihat keberanian Yunita Regan pun ******* bibir Yunita,suara decapan pun memenuhi seisi mobil mereka
Regan tersenyum kala mereka menyudahi ****** tersebut karena kehabisan oksigen,Regan nengusao bibir Yunita yang basah akibat ****** panas yang mereka lakukan,Yunita pun menutup wajah nya merasa malu karena menyadari betapa berani nya ia ****** bibir pria terlebih dahulu,menyadari kini Yunita merasa malu Regan pun mengusap pelan rambut Yunita lalu kembali melakukan kendaraannya membelah jalanan sunyi itu
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ Ya,Terima kasih 🥰🙏
__ADS_1