
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
“Jangan pernah sekalipun mengucapkan kata itu.”
ucap Regan setelah mengecup bibir Yunita sekilas,Yunita memberontak mendorong tubuh Regan menjauh dari nya
“Lalu kau ingin aku tetap diam setelah kau mengkhianati ku begitu?” ucap Yunita
“Ikut aku dulu maka nanti kau akan paham.” ucap Regan berusaha membujuk Yunita,namun hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada Yunita,ia masih kekeh dengan permintaan nya untuk pulang
Yunita tak menghiraukan ucapan Regan lalu melangkah meninggalkan Regan di sana,dengan cepat Regan menarik tangan Yunita lalu menggendong nya seperti karung beras
“Turunkan aku!” ucap Yunita memukul bahkan mengigit pundak Regan dengan keras namun pria itu hanya meringis sedikit tanpa berniat menurun kan Yunita dari gendongan paksaan nya
Hingga Regan membawa nya bertemu pada para pekerja di sana,ada satu orang yang telah menunggu di sana mungkin mandor
“Kenalkan dia pak Harto. Dia lah orang ketiga yang aku maksud.” ucap Regan memperkenalkan Yunita pada pak Harto
Yunita melotot memandangi Regan yang kini terlihat biasa saja,wanita itu tentu bingung dengan ucapan suami nya yang tak masuk akal,apa maksud nya mengatakan jika orang ketiga yang ia maksud adalah seorang laki laki? apa Regan punya kelainan? pikir Yunita
Ia masih menatap Regan dengan aneh,menelisik Regan dari rambut hingga kaki Regan,masih tak percaya jika suami nya itu memiliki kelainan seperti yang ia pikirkan
“Astaga aku lupa,orang ganteng demen nya sama yang ganteng.” gumam Yunita namun masih di dengar oleh Regan
Jelas saja Regan mengerutkan kening nya mendengar ucapan sang istri,ia juga merasa malu jika pria yang lebih tua dari nya yang kini tengah berdiri di hadapan mereka mendengar ucapan istri nya itu
“Buang pikiran kotor mu.” ucap Regan sedikit berbisik
“Nyonya, perkenalkan saya pak Harto,saya mandor dalam pembangunan rumah kalian.”
lagi dan lagi Yunita melotot mendengar ucapan pria tua di hadapan nya itu, pembangunan rumah kalian? maksud nya rumah nya dan Regan? pikir Yunita yang masih bingung
__ADS_1
Yunita yang bingung hanya bisa menatap Regan meminta jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang kini berada di pikiran nya,jika tak mengingat ada orang di sana mungkin Yunita sudah mencekik Regan lantaran membuat nya kebingungan
“Silahkan di lanjut kan pak,kami permisi sebentar ada yang harus di bicarakan.” ucap Regan menarik tangan Yunita membuat wanita itu hanya menurut saja
“Sekarang kau paham kan?” tanya Regan menyeka sisa sisa air mata yang berada di sekitar mata dan pipi Yunita
Yunita menggelengkan kepala nya lantaran memang benar benar belum paham dengan situasi itu,bahkan ia menjadi semakin bingung sekarang
Regan menghela nafas pelan lalu menuntun Yunita untuk duduk di kursi besi yang berada di bawah pohon besar itu,Ia menggenggam tangan Yunita lalu mengecup nya pelan
“Sebenar nya aku berbohong,Aku tidak selingkuh sayang.” ucap Regan tulus
Yunita setia dengan diam,ia masih mematung mendengar kan dengan menatap mata Regan seraya mencari kebohongan di sana,namun yang ia temukan hanya lah ketulusan
“orang ketiga yang ku maksud adalah pak Harto,kau tau kenapa aku mengatakan ia akan menjadi orang ke tiga beberapa bulan ke depan?” tanya Regan kembali
Yunita menggeleng tanpa berucap satu patah kata pun,entah mengapa ia tak ingin berbicara melainkan ingin mendengar penjelasan Regan saja
Yunita termenung beberapa hari ini ia begitu mencurigai suami nya lantaran selalu fokus pada laptop dan ponsel nya padahal Regan tengah menyiapkan kejutan besar untuk nya
Yunita menampilkan wajah sedih nya lalu tiba tiba memeluk Regan dengan sangat erat,air mata nya tumpah seiring tangisan nya,ia begitu merasa menyesal telah menuduh suami nya yang tidak tidak
Namun itu bukan sepenuh salah nya lantaran Regan juga sengaja tidak menjelaskan semua itu dari awal hingga membuat nya menjadi salah paham
“Kenapa tidak memberitahu ku lebih dulu?” tanya Yunita mengusap wajah suami nya lembut lantaran ingat jika beberapa hari ini ia begitu kasar pada suami nya itu bahkan tadi ia sempat mengigit bahu suami nya
“Kalau ku beri tahu bukan kejutan nama nya.” ucap Regan menoyor kepala Yunita namun wanita itu tak protes sedikit pun lantaran tengah merasa bahagia,bahkan jika Regan menoyor kepala nya berkali kali ia tak akan protes
“Maaf.” ucap Yunita manja mengalungkan kedua tangan nya di leher Regan sambil mendarat kan kecupan di wajah Regan berkali kali hingga membuat pria itu merasa risih lantaran merasa wajah nya kini basah
“Jangan disini,nanti saja kita check in hotel.” ucap nya mengedip kan mata nya membuat Yunita tersipu malu
__ADS_1
“Ayo lihat rumah kita,aku ingin tahu dimana letak kamar kita nanti.” ucap Yunita menarik tangan Regan
Regan menurut saja lantaran tujuan nya mengajak Yunita kesana adalah karena ingin menunjukkan dan menjelaskan setiap inci sudut rumah nya
Hari yang cerah kini berganti jingga lantaran sudah sore,tak terasa Regan dan Yunita menghabiskan waktu di lingkungan dimana nanti nya mereka akan tinggal menghabiskan hidup mereka di sana bersama anak anak mereka nanti nya
“Ayo pulang,sekalian nanti mampir di resto,pasti lapar kan?” tanya Regan melihat Yunita yang sedari tadi memegangi perut,ia tahu jika istri nya itu akan kembali merasakan lapar minimal 2 jam setelah ia makan,itulah sebab nya ia mengajak istri nya itu makan meskipun sebelum nya Yunita sudah memakan beberapa roti yang Regan beli di kota
Yunita mengangguk lantaran memang benar ia tengah merasakan lapar,beberapa roti saja hanya bisa mengganjal perut nya namun tak bisa membuat nya kenyang
Regan pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedikit tinggi,jika tadi cuaca sangat panas maka sore nya cuaca menjadi gelap,dapat di pastikan jika sebentar lagi akan turun hujan
Benar saja tak lama kemudian hujan pun turun,rasa lapar Yunita kini kian menjadi lantaran cuaca menjadi dingin,beruntung kini mereka sudah sampai di kota hingga dengan mudah mencari restoran untuk mereka singgahi
“Di sana saja.” ucap Yunita menunjuk satu restoran yang cukup ramai, mungkin karena hujan jadi orang orang mampir untuk berteduh
Regan segera melajukan mobil nya di area restoran tersebut,setelah memarkirkan mobil nya mereka pun segera masuk ke dalam restoran
Mereka memilih meja yang berada di pojok dekat jendela lantaran Yunita ingin melihat hujan yang turun dari langit,setelah memesan makanan Regan sibuk dengan ponsel nya sedangkan Yunita kini memandangi luar jendela yang basah lantaran terkena rintikan hujan
“Regan? kau Regan kan?” ucap seorang wanita cantik yang tiba tiba menghampiri Regan dan Yunita
“Siapa?” Tanya Regan menautkan kedua alis nya,sedangkan Yunita kini menatap suami dan wanita yang kini berada di hadapan nya secara bergantian
“Zabrina.”
Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku 🥰
*Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga sangat berterima kasih jika readers memberikan rate pada cerita readers sesuai penilaian kalian semua, Terima kasih🥰🙏*
__ADS_1