
Yunita membulatkan mata,pantas saja suami nya itu memekik nama nya berulang kali,ternyata ia kini hanya memakai dalaman saja,tentu suami nya itu tak rela jika ia keluar dengan keadaan seperti ini
“Aku lupa maaf.” ucap nya lalu bergerak menyambar kimono yang berada di dalam lemari Regan,ia pun memakai nya lalu kembali berjalan keluar dari kamar tersebut
Namun lagi dan lagi Regan memekik memanggil nama nya. “Yunita! pakai pakaian mu dulu baru keluar!”
“Oh astaga,meja di luar kamar di dekat pintu bukan? bahkan tidak sampai 30 detik aku di luar!” ucap Yunita kesal
Apa ia harus berdandan terlebih dahulu baru Regan akan mengizinkan nya keluar untuk mengambil kotak P3K itu? pikir Yunita
“dalam 30 detik itu apapun bisa terjadi!”
Mau tak mau Yunita harus memakai kembali pakaian nya dari pada perdebatan mereka akan semakin panjang hingga Regan akan kehilangan banyak darah nya nanti
“Sudah? apa aku boleh keluar sekarang?” tanya Yunita lembut namun penuh penekanan di setiap kata yang ia ucapkan
“Rambut mu di gerai saja,leher mu itu menggoda kau tau?”
Astaga perkara leher kelihatan saja di permasalahkan,Yunita pun kini melepas ikatan rambut nya dan mengibas mengibaskan nya di hadapan Regan
“Puas?”
Regan mengangguk terkekeh melihat tingkah istri nya itu benar benar seperti anak kecil pikir nya, padahal ia lah yang bertingkah seperti anak kecil saat ini. Tangan nya terluka tapi ia lebih mementingkan penampilan istri nya saat ini,bukan kah itu sangat berlebihan?
Akhir nya setelah drama posesif Regan,kini tangan nya selesai di obati oleh Yunita tentu saja ada drama meringis kesakitan yang sangat manja dari Regan,Bahkan Yunita di buat pusing pasalnya ia belum menyentuh luka tersebut tapi Regan sudah menjerit duluan
“Sebenar nya dulu kau itu memang dokter atau pasien?” ucap Yunita setelah ia selesai mengobati luka Regan
“Tentu saja seorang dokter!” sahut Regan kemudian
Jujur luka nya tak begitu sakit,namun ia sengaja berdrama agar Yunita tak mengingat kemarahan nya itu,terbukti Yunita kini tak membahas masalah yang tengah terjadi pada mereka
“Sayang, seperti nya kita sudah lama tidak makan di restoran favorit mu,apa kau ingin makan di sana?” Tanya Regan
Sengaja ia mengajak Yunita makan di sana agar istri nya itu karena ia tahu sebanyak apapun ia akan membujuk maka Yunita tidak akan memaafkan nya dengan mudah selain dengan sogokan kecil seperti ini
__ADS_1
Mendengar makan di luar jelas saja Yunita merasa sangat senang,memang akhir akhir ini ia ingin sekali makan di luar namun selalu tidak tega mengatakan nya pada Regan karena selain jarak rumah mereka yang sedikit jauh dari kota,Regan juga terlihat kelelahan setiap pulang kerja
Padahal jika ia mengatakan nya tentu Regan akan mengutamakan keinginan nya itu dari pada kelelahan nya lantaran lelah nya bisa hilang dengan melihat kebahagiaan di wajah istri nya itu
“Kau mau menyogok ku kan?” cebik Yunita
Ia tahu jalan pikiran suami nya itu,namun ia juga tak menolak karena ia juga menginginkan hal tersebut
“Tapi aku tidak bawa pakaian ganti.” ucap Yunita melihat pakaian yang ia pakai adalah pakaian ia yang sebelum nya
“Tidak apa,kau tetap cantik dengan apapun yang kau kenakan.”
Bukan sekedar pujian namun memang benar ada nya,semenjak hamil aura kecantikan Yunita semakin bertambah di mata Regan, meskipun tubuh nya semakin berisi namun ia tetap menggoda bagi Regan
“Bukan masalah itu,tapi pakaian nya bau.”
Ucap Yunita yang memang mempermasalahkan bau nya yang mulai tercium,tentu saja bau lantaran pakaian itu ia pakai setelah mandi pagi sedangkan sekarang sudah mulai malam
“Mau pinjam pakaian Sindy?” Tawar Regan
Mau tak mau Yunita mengangguk,lagi pula ukuran tubuh nya dan Sindy tak jauh berbeda,dulu mereka sangat suka berolahraga hingga tubuh mereka sangat sempurna di mata pria maupun wanita lain
Regan pun keluar dari kamar nya dan berjalan menuju kamar Ryan yang terletak tak jauh dari kamar nya,tak butuh waktu lama untuk nya sampai di depan pintu kamar Regan
Ia pun mengetuk pintu itu berkali kali namun tak ada sahutan dari dalam. “Kemana mereka? apa sudah tidur? Ah rasanya tidak mungkin mereka tidur secepat itu.” ucap Regan bermonolog dengan diri nya sendiri
Lama ia menunggu sambil mengetuk bahkan mencoba menghubungi ponsel Regan hingga akhir nya ia mendengar sahutan dari dalam kamar
Ceklek!
“Lama Seka..”
Ucapan Regan terhenti kala melihat Ryan yang keluar hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang,sudah dapat di pastikan apa penyebab nya lama sekali membuka pintu kamar mereka
“Oh astaga,mata ku ternodai.”
__ADS_1
Ryan mencebik, Ternodai apa nya padahal ini bukan pertama kali nya ia melihat Ryan yang hanya mengenakan handuk di pinggang nya
“Ck,kau mengganggu ku saja! katakan apa mau mu?” Ucap Ryan dengan nada sedikit kesal
Tentu saja kesal,lantaran ia kini tengah berolahraga rutin dengan istri nya di ranjang namun ketukan pintu dan deringan ponsel dari Regan selalu saja mengganggu nya hingga mau tak mau ia pun harus menjeda olahraga malam nya terlebih dahulu
“Sabar bro,aku hanya ingin meminjam pakaian istri mu.”
Ryan terbelalak,apa maksud nya ingin meminjam pakaian istri nya? memang nya apa yang ingin ia lakukan dengan pakaian istri nya?
“Kau gila? kau memiliki seorang istri,kenapa tidak meminjam pakaian istri mu saja?” ucap Ryan posesif
Regan menghela nafas seraya memijat kepala nya,jika Yunita membawa pakaian maka ia tak akan rela menunggu lama di depan pintu kamar Ryan hanya untuk meminjam pakaian Sindy
“Kau pikir aku akan melakukan apa? Aku meminjam pakaian istri mu karena istri ku tidak membawa pakaian!”
Ryan menghela nafas lega,padahal pikiran nya sudah kemana mana sebelum nya
“Baik lah,tunggu sebentar akan aku ambil kan.” ucap Ryan kembali masuk ke dalam kamar nya
“Kenapa tidak Sindy saja yang mengambil nya?” ucap Regan menggoda kakak nya
Ryan menatap tajam pada Regan yang berucap demikian,padahal ia tidak bodoh untuk memahami situasi saat ini
“Kau ingin mati?” ucap Ryan dan di balas kekehan renyah oleh Regan,lucu sekali melihat wajah kesal Kakak nya itu
Tak lama Ryan pun keluar dengan dress hitam di tangan,dress baru yang belum pernah Sindy kenakan lantaran belum ada acara yang cocok akan ia hadiri dengan menggunakan dress tersebut
“Istri ku bilang warna hitam akan membuat nya terlihat lebih ramping jika dikenakan. Katakan itu pada istri mu tapi jangan katakan jika Sindy yang mengatakan nya agar ia terharu dan menganggap mu suami yang pengertian.” ucap Ryan menyerah kan dress hitam tersebut
Regan mengangguk saja lantaran ia tak begitu mengerti dengan hal hal perempuan
“Terima kasih,kau terlalu tidak sabaran hingga melakukan nya di jam segini.” ucap Regan sebelum akhir nya ia meninggalkan Ryan
“Tidak usah memikirkan urusan orang lain!” pekik Ryan kemudian
__ADS_1
Jangan lupa untuk like,komen dan vote terima kasih 🥰🙏