
Tak hanya Yoonia,Agus juga kelihatan nya membutuhkan perawatan melihat bekas cakaran dan rambut acak acak an yang terlihat sangat berantakan
Jelas semua orang merasa khawatir kecuali Brasmayanto, entah mengapa pria tua itu terlihat biasa saja melihat penampilan menantu nya yang tak biasa itu
Bahkan Aaron juga bertanya pada Daddy nya apa yang terjadi hingga Daddy nya keluar dengan penampilan yang sangat berantakan
“Kak,kau kenapa? kenapa bisa begini?” tanya Yunita kemudian,jujur ia sangat shock melihat wajah Agus yang terlihat ada goresan
“Pasti di hajar sama Yoonia kan?” sahut Brassmayanto santai di sofa
Agus mengangguk pasrah,lantaran memang itu lah yang terjadi,ia di hajar habis habisan oleh sang istri
“Jadi paman berteriak bukan karena kak Yoonia yang merasa kesakitan?” Tanya Regan yang masih tak percaya dengan ungkapan dari mertua nya
Agus kembali mengangguk,jujur ia belum memiliki kekuatan untuk berbicara panjang kali lebar saat ini
ia menatap Yoonia yang sedang beristirahat setelah berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik ke dunia ini
Entah mengapa ingatan nya yang mengatakan ingin memiliki banyak anak kini seketika memudar,rasanya memiliki sepasang anak saja sudah cukup bagi nya karena resiko yang ia terima tidak tanggung tanggung
“Tidak tidak, seperti nya 2 anak memang sudah cukup.” ucap nya membatin menatap Yoonia yang masih tertidur di ruang VIP tersebut
Sedangkan Regan kini masih berpikir apa yang terjadi sebenarnya pada paman nya,kenapa ia di hajar oleh Yoonia? apa kesalahan nya? pikir Regan
Melihat menantu kedua nya yang sedikit bingung,Brasmayanto berinisiatif untuk memperingati Regan terlebih dahulu mengingat putri kedua nya itu juga tengah mengandung
“Regan,hati hati lah saat menemani Yunita melahirkan nanti,kau bisa saja akan bernasib sama dengan Agus.” ucap Brasmayanto terkekeh
“Kenapa Yah?” tanya Regan yang masih belum paham dengan ucapan mertua nya
“Kalian tahu? dulu ayah juga merasakan hal yang sama seperti Agus saat menemani bunda kalian melahirkan Yoonia dan Yunita,namun beda nya ayah tak separah ini.” ungkapnya menunjuk bekas luka di wajah menantu nya itu
Agus menghela nafas kasar, sekarang ia tahu alasan Yoonia begitu ganas yang ternyata turunan dari bunda nya
__ADS_1
“Memang nya bunda kenapa?” tanya Regan yang masih saja belum mengerti
“Bunda dan Yoonia melampiaskan rasa sakit nya pada orang terdekat nya sama seperti ayah dan Agus saat ini.”
Deg!
Seketika Regan menatap Yunita yang kini tengah duduk di samping nya,jika tadi ia merasa takut lantaran tak ingin istri nya itu merasakan sakit,maka sekarang ia merasa takut jika nanti akan bernasib sama dengan mertua dan paman nya
Yang di tatap justru menatap tajam pada suami nya,merasa aneh lantaran Regan terus saja menatap nya dengan takut seakan tengah melihat hantu
“Yunita lebih barbar dari kak Yoonia,pasti aku lebih parah nanti.” ucap Regan membatin,mengingat bagaimana barbar istri nya itu,jelas membuat nyali nya menciut
“Kamu apaan sih natap kaya gitu?” ucap Yunita kemudian lantaran merasa risih dengan tatapan suami nya
Regan hanya menggeleng ia masih fokus membayangkan bagaimana nasib nya nanti saat menemani sang istri melahirkan
“Sudah sudah,jangan nakutin menantu ku!” ucap Bunda Mira akhir nya,melihat bagaimana raut wajah ketakutan menantu nya jelas ia tahu apa yang ada di dalam pikiran Regan saat ini
.
.
.
“Bunda,ayah..” ucap nya ketika kesadaran nya sudah benar benar pulih
Semua orang menoleh kecuali Agus yang kini tertidur setelah mengadzani Putri nya,ia juga merasa lelah setelah berperang dengan istri nya di ruang persalinan
“Di mana bayi ku?” Tanya Yoonia
Ya setelah melahirkan bayi nya ia tak langsung melihat bagaimana wajah bayi nya lantaran langsung pingsan setelah melewati masa yang sangat panjang bagi nya
Jelas ia kini menanyakan keberadaan bayi nya saat ini,ia ingin melihat bagaimana wajah bayi nya itu mungkin kah akan mirip seperti nya atau mungkin mirip seperti suami nya sama dengan Aaron?
__ADS_1
Akhir nya bunda Mira meminta perawat untuk membawa bayi Yoonia ke dalam ruangan dimana Yoonia di rawat saat ini,semua orang sudah melihat wajah bayi tersebut kecuali Yoonia
Kening Yoonia sedikit berkedut menatap lekat pada bayi nya yang menurut nya tak ada kemiripan pada nya atau suami nya sedikit pun
“Dia mirip siapa?” tanya Yoonia bingung
Tak hanya diri nya bahkan seluruh keluarga nya juga merasa bingung saat pertama kali melihat wajah bayi mungil itu yang tidak ada kemiripan dengan kedua orang tua nya
Mata Yoonia dan Agus terbilang besar namun mata bayi mungil itu justru kecil,hidung nya juga kecil namun mancung,bibir nya terlihat sangat seksi
“Lebih mirip artis Korea gak sih kak?” tanya Yunita
Sedari tadi ia memang sudah sangat yakin jika bayi Kakak nya itu memang benar benar mirip dengan orang Korea,apa mungkin karena kakak nya yang sangat suka dengan artis Korea hingga mendatang kan nya ke rumah kini menurun pada bayi nya? pikir Yunita
Agus yang merasa terganggu akibat obrolan mereka pun kini terbangun,berkali kali ia mengucek kedua mata nya melihat istri nya yang sudah bangun sekarang
“Sayang,kau sudah bangun?” ucap Agus menghampiri Yoonia yang kini tengah menggendong bayi mereka
Bukan nya menjawab pertanyaan suami nya,Yoonia justru memperlihatkan wajah bayi nya pada Agus,ia masih benar benar tak percaya dengan wajah bayi nya itu
“Dia benar bayi kita kan?” tanya Yoonia memastikan
Agus menghela nafas,heran dengan istri nya yang meragukan bayi yang baru saja ia lahiran ke dunia ini dengan susah payah
“Tentu saja bayi kita,lalu?” ungkap nya
“Kenapa tidak..”
“Tidak mirip dengan kita? hey lihat lah mata nya,hidung nya bibir nya semua nya mirip dengan ku!” ucap Agus mendekat kan wajah nya pada wajah bayi mereka
Sejak awal Agus memang sudah protes kala mendengar semua orang yang mengatakan jika wajah bayi nya sedikit berbeda dan tidak ada kemiripan dengan nya dan Yoonia
Tentu ia tak terima dengan hal itu,ia sendiri yang menyaksikan dan merasakan sakit saat istri nya bertaruh nyawa melahirkan putri nya itu ke dunia,namun bisa bisa nya mereka meragukan bayi nya dan Yoonia
__ADS_1
“Astaga dia benar benar posesif!” ucap Regan menggelengkan kepala nya