
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 🥰🙏
Sindy di buat kesal karena ke-lancangan Ryan pada nya,fakta nya Ryan langsung membungkam bibir mereka padahal Sindy baru akan menjawab ucapan nya selang beberapa detik setelah ia melontarkan pertanyaan pada Sindy
Bukan karena Sindy yang terlambat menjawab pertanyaan nya karena memang Ryan sudah sangat merindukan bibir Sindy yang manis di lidah nya
“Dasar mesum!” pekik Sindy memukul dada bidang Ryan,namun bukan merasa kesakitan Ryan justru terkekeh melihat wajah kesal Sindy,baby face nya sangat terlihat menggemaskan saat sedang kesal,hal itu membuat Ryan kecanduan untuk menjahili Sindy sejak dulu
“Bukan kah dulu kau sangat menyukai pria mesum ini?” ucap Ryan menarik pinggang Sindy yang menjauh dari nya,ia memeluk erat tubuh sindy seolah olah tak ingin lagi jika Sindy terlepas dari nya
“Tidak, aku hanya menyukai uang mu!” jawab nya asal,Ryan kembali terkekeh geli mendengar jawaban asal dari Sindy,untuk apa ia mengincar uang Ryan jika keluarga nya saja sudah kelebihan uang? pikir Ryan
“Oiya? apa kau menginginkan uang ku lagi? akan ku berikan berapapun yang kau mau asal kau tetap berada di sisi ku selama nya.” hanya mengikuti alur pembicaraan saja sebenarnya,fakta nya tak hanya uang,bahkan nyawa pun akan ia berikan asal kan Sindy dan anak nya tetap berada di sisi nya
“Tidak,aku tidak tertarik dengan pria tua seperti mu.” lagi Sindy menjawab asal pertanyaan Ryan,hal itu berhasil membuat Regan merasa kesal Sindy benar benar tau letak kekesalan Ryan yang tidak suka di singgung tentang masalah umur,karena nyata nya wajah nya masih awet muda
“Kau ingin meragukan kejantanan ku?” tanya Ryan yang berpikir jika Sindy berbicara tentang hal iya iya,padahal wanita itu hanya sembarang bicara saja karena belum siap untuk menjawab pertanyaan nya
“A-ku tidak berbicara begitu.” jelas jika kini Sindy berbicara dengan gugup lantaran Ryan kini telah mengikis jarak mereka bahkan wajah nya kini sudah berada tepat di hadapan Sindy
“Jangan bohong,kau pasti merindukan ku kan?” senyum seringai kini Ryan tampilkan di wajah nya membuat Sindy bergidik ngeri,jujur ia memang sangat merindukan sentuhan Ryan,namun ia masih cukup waras untuk bertindak konyol seperti dulu
mengingat jika status Darrel saja masih di cap buruk,ia tak ingin jika ada Darrel lain yang di cap buruk juga,Sindy menghela nafas panjang lalu mata nya menatap lekat ke manik mata Ryan
__ADS_1
“Darrel.”
hanya mengucapkan nama Darrel saja sudah membuat Ryan paham maksud dari ucapan Sindy,Ryan pun menarik tubuh nya menjauh dari Sindy,tak ingin jika nanti diri nya tak terkendali dan melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan lagi saat ini
“makan lah makanan mu lalu setelah itu beristirahat lah.” ucap nya lalu pergi meninggalkan Sindy di kamar itu, Sindy pun hanya diam menatap punggung Ryan yang mulai menghilang di balik pintu
Jujur saja setelah mendengar penjelasan dari Ryan ia merasa bersalah lantaran tak mendengar penjelasan nya terlebih dahulu dan tak memberitahu nya mengenai keberadaan Darrel
“Ya tuhan,sekarang aku harus bagaimana? jujur saja aku masih mencintai nya dan ingin kembali pada nya,tapi bagaimana dengan keluarga ku? apa mereka bisa menerima hubungan kami?”
tanpa di sadari kini air mata nya lolos melewati pipi nya,mata nya masih menatap pada pintu yang kini tertutup rapat setelah kepergian Ryan,lalu ia memilih untuk segera menyantap makanan nya
“Apa Darrel sudah makan?” gumam nya mengingat jika kini ia jauh dari putra nya,entah bagaimana keadaan Darrel saat ini,ia baru saja kembali ke Indonesia dan Darrel masih belum terlalu akrab pada kakek dan nenek nya lantaran jarang sekali bertemu karena perbedaan negara
Pagi pun menyapa,Yunita yang baru saja bangun di buat terkejut lantaran melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Regan,pusing juga melihat sikap Regan yang terlalu berlebihan menurut nya,pagi pagi saja udah sudah menelpon Yunita padahal tidak ada hal yang penting hanya ingin melihat wajah Yunita saat bangun tidur saja
memilih untuk tidak memperdulikan panggilan Regan,Yunita pun melangkah ke kamar mandi,benar benar sudah tidak tahan untuk membuang air kecil karena kantung kemih nya sudah terasa sangat penuh
Tak langsung mandi, Yunita memilih untuk mencuci muka dan menggosok gigi saja dulu karena ia tengah malas untuk merasakan air di tubuh nya
“Selamat pagi ayah bun...”
ucapan nya terhenti kala melihat Regan dan keluarga nya yang kini berada di rumah nya,ia segera berbalik lalu kembali menaiki anak tangga dan memasuki kamar nya,bagaimana tidak,ia masih memakai piyama dan rambut nya di Cepol asal asalan
__ADS_1
“Ah ****!! kenapa tidak memberitahu ku jika dia dan keluarganya sedang berkunjung ke rumah ku!” umpat nya mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan pada Regan
kebetulan sekali Regan menelpon nya sebelum ia membuka beberapa pesan dari Regan yang belum sempat ia buka
“Kau! kenapa tidak bilang jika akan kerumah bersama keluarga mu!” omel nya pada Regan yang belum sempat menyapa nya terlebih dahulu, namun mulut nya sudah mengomel pada Regan membuat pria itu menjauhkan ponsel dari telinga nya, khawatir jika gendang telinga nya akan pecah mendengar suara teriakan Yunita
“Tenang dulu!” ucap Ryan,beruntung ia izin menjauh dari keluarga nya dan Yunita dengan alasan mengubungi teman nya
“Tenang kata mu? aku malu berpenampilan seperti gembel di depan orang tua mu!” ucap nya jujur,memang itu lah alasan nya kabur dari sana,ia malu jika harus menunjukkan kepribadian asli nya di depan orang tua Regan yang bahkan belum resmi menjadi mertua nya
“Tidak apa apa,mereka lebih suka dengan perempuan yang berpenampilan dengan seada nya.” entah itu benar ada nya atau hanya kalimat penenang untuk Yunita,yang jelas perkataan Regan tak berpengaruh pada Yunita saat ini,ia masih saja merasa kesal lantaran Regan yang tak memberitahu nya tentang kehadiran nya dirumah nya
“Tetap saja kau salah karena tidak memberitahu ku terlebih dahulu!”
“Astaga aku sudah memberitahu mu Nita,kau saja tidak membaca pesan dan tidak mengangkat telepon ku!” kini giliran nya yang Protes lantaran tak terima di salah kan padahal ia sudah menghubungi Yunita dan mengirim pesan pada tunangan nya itu,hanya saja Yunita tak mengangkat bahkan tak membalas pesan nya
Yunita pun membuka pesan pesan Regan,memang benar pria itu sudah mengatakan jika ia dan keluarga nya akan datang karena ada hal yang akan di bicarakan dengan kedua orang tua Yunita
“Sekarang sudah baca kan?”
Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku 🥰
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
__ADS_1
Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏