
Benar benar tak mengerti dengan jalan pikiran anak nya itu yang mungkin mengira jika hanya dia berdua dengan istri nya yang tinggal di dunia ini,istilah kata dunia milik berdua,yang lain ngontrak
Mungkin itu lah yang saat ini Regan pikir terjadi pada ia dan Yunita pasal nya ia seenak kata mengatakan hal hal yang tidak sopan di ucapkan di hadapan orang tua seperti mama dan papa nya
Hal itu lah membuat nya kembali mendapatkan satu pukulan dari sang ibu yang merasa geram dengan mulut putra nya yang satu ini
“Gak sopan! gak liat di sini ada orang tua?” ucap mama Regan setelah memberi tepukan di leher putra nya
Regan hanya menyengir,memang mulut nya itu tidak bisa di rem,jangan kan mama nya,Yunita saja kadang sering melayangkan cubitan pada mulut lancip Regan itu
Tak ingin semakin kesal dengan kelakuan putra kedua nya,mama dan papa Regan pun memilih untuk masuk ke dalam kamar saja,mereka tidak peduli bagaimana nasib putra kedua mereka itu,biarlah itu menjadi urusan nya dengan istri nya
Begitu pula dengan Ryan dan Sindy yang tak mau terlalu dalam ikut campur memilih untuk masuk ke dalam kamar menghabiskan waktu berdua mumpung tidak ada pengganggu kecil mereka di rumah
Sedangkan Regan kini masih berdiri di tempat menatap pintu kamar nya yang tertutup,ia termenung memikirkan apa yang harus ia lakukan,haruskah ia masuk ke dalam kamar nya atau tetap berada di luar
Namun ucapan nya tidak main main,ia memang benar benar tidak bisa tidur jika tidak memainkan kedua buah kesukaan nya yang melekat di tubuh istri nya itu
Persetan dengan kemarahan Yunita,Regan pun nekat menyusul istri nya yang sedang mengurung diri di kamar
Tok tok tok
“Sayang,ini aku, suami yang sangat tampan,buka pintu nya ya?”
What the f*ck? dia sedang membujuk atau sedang memuji diri nya sendiri? jelas saja Yunita tidak akan membuka pintu jika ucapan nya seperti itu
Benar saja hampir 15 menit ia berdiri di depan pintu namun Yunita tak kunjung membuka pintu kamar nya
Regan pun mulai kehabisan kesabaran nya,ia menatap sekeliling lalu tatapan nya terhenti pada meja yang berada di depan nya,ia membuka laci meja tersebut
“Nah, akhir nya ketemu!” ucap Regan memegang sebuah kunci
beruntung sekali ia menyimpan kunci kamar simpanan yang selalu ia simpan di dalam laci tersebut jika ia kehilangan kunci lain nya
__ADS_1
Sempat ragu jika kunci di dalam tidak di cabut oleh Yunita namun ia tetap mencoba membuka pintu kamar tersebut dan
Ceklek!
Beruntung sekali diri nya Lantaran Yunita mencabut kunci dari dalam hingga ia bisa membuka pintu tersebut menggunakan kunci lain nya
Dengan pelan tapi pasti ia memutar gagang pintu,kepala nya sedikit menyembul melihat situasi,sepi tak ada Yunita di sana,lalu tatapan nya beralih pada kamar mandi. Terdengar gemericik air di sana menandakan jika Yunita berada di dalam sana
Baru saja ia mengunci kembali pintu kamar nya,tiba tiba ia mendengar suara pintu di buka dari kamar mandi, Yunita keluar dengan hanya menggunakan BRA dan CD bewarna hitam saja,perut nya yang mulai membuncit membuat gairah tersendiri pada diri Regan
Dengan susah payah pria itu menahan hasrat nya yang tiba tiba bergejolak di dada,siapa yang tidak tergoda melihat penampilan istri nya yang begitu menarik untuk di lihat
“Aakkhhhh!!!” pekik Yunita seketika menutupi kedua bagian inti tubuh nya kala melihat Regan yang tiba tiba berada di dalam kamar nya,ralat di dalam kamar Regan sebenarnya
Ia masih ingat dengan jelas jika ia mengunci pintu kamar itu bahkan kunci nya ia cabut dan ia simpan di dalam laci,tapi bagaimana bisa Regan masuk ke dalam kamar tersebut? apa ada pintu rahasia yang memudahkan nya untuk masuk kesana? pikir Yunita
Regan mengerutkan kening nya,bingung kenapa istri nya itu menutupi bagian inti tubuh nya padahal ia sudah memakai dalaman? lagi pula bukan kah Regan sudah sering melihat tubuh nya dalam keadaan polos?
Yunita pun menatap tangan nya yang kini menutupi kedua bagian penting tubuh nya
“Kau benar,kenapa aku menutupi nya?” pikir Yunita yang juga bingung dengan kelakuan nya yang sedikit oon
Seketika ia tersadar jika diri nya tengah marah pada Regan namun dengan mudah nya pria itu mengalihkan perhatian nya
“Hei kenapa bisa masuk? sana keluar!” ucap nya ketus
Regan menghela nafas, secepat itu istri nya menyadari rencana nya yang sengaja mengalihkan perhatian Yunita agar tidak kembali marah pada nya
“Jangan marah marah sayang nanti cepat tua..”
Bukan nya meredakan amarah Yunita,Regan justru kini menambah kemarahan wanita cantik itu
“Setelah menyakiti ku,kau bahkan menghina ku tua?”
__ADS_1
Regan menggigit bibir bawah nya dengan keras,baru saja ia memamerkan diri nya di bawah lantaran paham bagaimana cara meluluhkan hati istri nya,kini ia harus gigit jari lantaran ucapan nya yang justru membuat istri nya semakin emosi
“Tidak maksud ku tidak begitu sayang.”
Kaki nya melangkah menghampiri sang istri yang kini mundur perlahan tanpa melihat sekitar nya,ia bahkan tak sadar jika ada ujung meja kaca yang tajam di belakang nya
Melihat itu Regan dengan cepat menghalangi ujung kaca itu dengan tangan nya lantaran takut jika akan mengenai kaki istri nya dan menimbulkan luka
“Ahhh!!” ringis nya kesakitan kala merasakan tangan nya yang tergores akibat menahan bobot Yunita agar tidak mengenai kaca tersebut
Yunita pun tersadar jika tangan suami nya itu terluka,ia pun segera meraih tangan Regan lalu meniup nya. “Sakit? perih? lihat lah tangan mu berdarah.” ucap Yunita panik
Ia pun segera membuka laci laci meja mencari kotak di mana terdapat beberapa obat penyembuh luka,namun tak ada yang ia temukan di kamar Regan itu
“Dimana kotak P3K?” tanya nya pada Regan yang kini mengelap darah yang terus mengalir dari tangan nya
“Di meja yang ada di luar kamar.” ucap nya
Mendengar itu Yunita segera berjalan menuju pintu ingin keluar dari kamar nya namun langkah nya terhenti kala Regan yang memekik memanggil nama nya dengan lantang
“Yunita!!”
Yunita menoleh lantaran merasa bingung dengan Regan yang tiba tiba saja memekik memanggil nama nya padahal ia hanya ingin mengambil kotak P3K di meja luar kamar seperti ucapan nya
“Apa? nanti saja jelaskan nya,obati luka mu dulu!”
Ia pun kembali hendak memegang gagang pintu namun lagi lagi Regan memekik memanggil nama nya
“Yunita!! Kau mau keluar dengan telanjang seperti itu?”
Deg!
Jangan lupa untuk like,komen dan vote🥰🙏
__ADS_1